
"Lalu kenapa nona menyuruh Yiyi menjual kelinci? Kan Nona Nuriel tetap akan pergi ke festival karena berita yang disebarkan Marquess Sheink" Tanya Clez bingung.
"Walau Nuriel adalah anak desa, tapi dia sudah lama hidup mewah. Aku hanya ingin berjaga-jaga jika dia datang dan malah tidak menyukai festival nya, maka aku tetap tidak boleh pergi kesana. Tapi jika dia melihat kesukaan nya yaitu kelinci, ia akan lebih tertarik dengan festival" Jawab Zelvia.
"Nona memang cerdik, tapi...apa nona yakin si muka dua itu bisa dipercaya?"
"Clez, tugas yang kuberikan untuknya bukan hanya tentang festival. Aku juga menyuruh nya memata-matai Nuriel. Karena mau bagaimana pun juga Nuriel bisa saja dendam padaku karena kejadian malam itu" Tegas Zelvia.
"Jadi aku putuskan untuk memata-matai Nuriel. Dan selain itu, bagi Caily mangsa terbesar nya saat ini bukanlah aku melainkan Nuriel yang sangat dicintai pangeran mahkota. Itulah kenapa ku bilang padamu dengan alasan bisa membantunya menjadi kekasih pangeran mahkota. Ya padahal sih dia tidak sadar kalau dirinya telah kujadikan kambing hitam" Jelas Zelvia.
"Woah rencana nona sa~ngat cemerlang. Saya bangga sekali bisa melayani nona yang terhormat ini" Goda Clez.
"Sudah....sudah...kau istirahatlah di kamarmu. Kan nanti malam kita harus pergi ke festival ☺️"
......................
......................
Disisi lain, berita tentang festival yang menyenangkan sudah tersebar dimana-mana. Baik kalangan bangsawan atau rakyat, semua mengetahui berita itu. Nuriel yang mengetahui itu sangat senang dan langsung pergi ke ruangan Pangeran Hard.
Tok....tok.... terdengar ketukan pintu di luar ruangan Pangeran Hard.
"Ya masuk!" Ujar Pangeran Hard
Nuriel membuka pintu ruangan nya dan menghampiri Pangeran Hard.
"Hard" Ucapnya dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Ukhh, ekhem...ekhem" Seru Pangeran Hard berdehem.
"Iya sayang ada apa?" Tanya Pangeran Hard lembut.
"Hard aku ingin sekali pergi ke festival malam ini. Boleh yaaa🥺"
"Apa?!!"
"Ha...Hard ada apa? hiks...hiks" Seru Nuriel ketakutan.
"Maaf sayang, tanpa sadar aku hampir memarahimu! Tapi untuk apa kau datang ke tempat kotor itu? Apa kau mendengar nya dari rumor?" Tanya Hard.
"Hard, aku ingin sekali kesana! boleh ya🥺. Semenjak aku pergi dari desaku, aku tidak pernah lagi kesana. Aku benar-benar merindukan festival 😭" Kata Nuriel sambil memeluk erat tubuh Hard.
"Agh.... emm boleh saja. Tapi...."
"Ada apa?" Tanya Nuriel sembari mencium pipi Hard.
"Terimakasih sayang~~" Sahut Nuriel.
"Sa....sayang?" Ucap Hard dengan wajah yang memerah karena malu.
"Iya, memang apa lagi kalau bukan sayang" Goda Nuriel yang kembali mencium pipi hard.
"Ekhemm...." Ujar Hard berdehem.
Di Kediaman Calliorest
__ADS_1
"Permisi ayah" Seru Zelvia mengetuk pintu ruangan kerja.
"Ya masuk" Jawab Ester yang sedang menandatangani dokumen-dokumen di mejanya.
"Ayah, aku ingin meminta izin" Kata Zelvia pelan.
"Kau ingin pergi ke festival?"
"Ayah sudah tahu ya..... Benar yah, aku ingin kesana. Kudengar Nona Baronet Tildherd juga kesana"
"Apa? ****** itu juga kesana? Tapi memang sih orang desa ya senang nya kesana! kau ingin mencontoh anak kotor itu?" Jawab Ester tertawa.
"Tapi kabarnya dia datang atas persetujuan pangeran mahkota"
"Apa? Dasar ******"
"Yah....walau aku gak ada hubungannya dengan pangeran mahkota lagi. Tapi untuk kali ini aku mohon agar bisa pergi kesana ya"
" Sebenarnya tidak boleh, tapi sekarang boleh karena kita gak boleh kalah dari si ****** itu. Kau boleh pergi dengan syarat ditemani pengawal!" Tegas Ester.
"Tapi yah...aku kesana kan untuk bersenang-senang" Bantah Zelvia.
"Ayah jadi memperbolehkan ku kesana karena pangeran mahkota kan? Aku sudah bilang tidak ingin berhubungan dengannya lagi yah!"
"Kau melawan?"
"Ti....tidak yah" Jawab Zelvia perlahan.
__ADS_1
"Turuti kata ayah atau tidak kau tidak boleh kesana"
"Baik" Sahut Zelvia murung