Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 105. Sadar


__ADS_3

"Heumm.."


Zelvia membuka matanya, ia menoleh ke arah sekeliling nya dengan kepala yang masih terasa berat itu.


"Aku sudah di penginapan ya?" batinnya bertanya.


"Nona sudah bangun ya, ayo diminum dulu susunya!" ucap Clez yang berada di samping Zelvia.


"Clez?"


"Iya, ini aku nona!" ucap Clez mengangguk sambil menyodorkan segelas susu cokelat hangat.


"Minum dulu nona, ini bisa membantu memulihkan energi anda!" tambahnya.


Zelvia tersenyum dan meminum susu itu sampai habis.


"Dimana Firex ( Rero )? Aku belum melihatnya sejak tadi," tanya Zelvia.


"Firex? Ia tadi pergi ke kamarnya" jawab Zelvia.


"Syukurlah.. itu berarti energi nya sudah pulih dan bisa berubah menjadi manusia!" batin Zelvia senang.


Zelvia mengingat kejadian tadi, ia merasa kasihan pada Yustaf, namun inilah satu-satunya cara untuk menghindari bencana di dunia ini.

__ADS_1


Zelvia tiba-tiba tertegun, ia mengingat sesuatu yang harus segera ia tanyakan. "Clez bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Zelvia.


"Tentu boleh nona, apa itu?" jawab Clez dan kembali bertanya.


"Clez, kau sudah berada di kediaman Calliorest semenjak ibuku belum menghilang kan?" tanya Zelvia yang membuat Clez tersentak kaget.


"I-iya," jawab Clez ragu.


"Lalu, bolehkah aku bertanya mengenai ibuku?" tanya Zelvia kembali.


"Eemm, saya sudah agak lupa dengan ibumu nona! Nona tahu sendiri kan Nyonya Aluna sudah lama menghilang!" ucap Clez dengan gugup entah kenapa.


"Benar juga, nama ibuku kan Aluna, tapi.. tetap saja aku penasaran!"


"Sa-saya bukannya tidak ingin menceritakan tentang ibu anda.. tapi..," Clez terdiam, ia menghentikan perkataannya.


Aku belum bisa mengatakannya padamu, nona!


"Kau bilang kau percaya padaku, aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan?" tegas Zelvia curiga.


"Saya bukan--"


"Clez, jika kau menghargai aku, maka aku mohon katakanlah!" tegas Zelvia dengan tatapan serius.

__ADS_1


Clez menghela nafas panjang, ia lalu pergi ke arah pintu.


CERKETT...


Clez mengunci pintu itu, ia juga menutup jendela dan gorden. Zelvia yang melihatnya pun tampak bingung, ia akhirnya bangun dan menghampiri Clez.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Zelvia sambil menarik lengan Clez pelan.


Clez menunduk, "Maaf nona, jika anda meminta saya untuk membicarakan hal yang tadi, maka tidak ada yang boleh mengetahuinya sedikit pun!" ujar Clez.


Zelvia mengangguk, ia mengerti karena sepertinya sedari tadi Clez sempat ragu menceritakan dan membahas tentang ibunya.


"Nona, kita bicara dekat tempat tidur saja ya, kondisi anda masih belum pulih sepenuhnya!" ucap Clez dan disahut dengan anggukan kepala oleh Zelvia.


Zelvia duduk di tempat tidur, sedangkan Clez duduk di sofa yang terletak persis di samping tempat tidur.


"Kita mulai darimana nona?" tanya Clez.


"Terserah kau," Zelvia tersenyum.


"Nyonya Aluna itu.. dia orang yang sangat baik dan ramah." ucap Clez dengan raut wajah sedih.


"Nona, apakah anda tahu.. waktu itu aku ingat, saat anda masih kecil dan saya pun juga masih seumuran dengan anda, Nyonya Aluna membawa kita pergi ke taman istana kekaisaran. Dulu Pangeran Hans belum buta cinta pada Nona Nuriel, ia masih lugu dan polos!" ucap Clez panjang lebar.

__ADS_1


"Saat itu, nona juga adalah anak yang emosian, nona memarahi Pangeran Hans karena ia telah merebut kue anda, aku saja yang masih kecil dibuat tertawa oleh nona!"


__ADS_2