Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 93. Sahabat atau musuh? [ FLASHBACK ]


__ADS_3

"Oh ya, tadi kata Rong, kalian mempunyai usaha restoran ya? Dimana itu, hm?" tanya Hans penasaran.


Seketika suasana menjadi hening, keempat sahabat itu saling tatap-tatapan, mereka bingung ingin menjawab apa.


Akhirnya, salah satu dari mereka yaitu Leo, dia memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Hans.


"Letak restoran kami jauh dari sini!" tutur Leo yang mengingat perkataan Riel bahwa dirinya tidak boleh memberitahu letak restoran mereka pada orang lain.


"Dimana itu? Bisakah kalian memberi tahuku? Siapa tahu aku dapat bermain kesana dengan kalian?! Soalnya, selama ini aku jarang sekali bermain dengan teman seumuran..huhhh," imbuh Hans.


"Kamu bisa pergi ke gang anggrek, disana ada restoran bernama Restoran Wers, pergilah kesana ya!" terang Rong tertawa kecil.


Wers, nama yang sama dengan penginapan Hans di masa depan! Ya, nama itu awalnya nama yang dibuat oleh Riel dan ketiga sahabatnya. Namun nama itu dicuri begitu saja oleh Hans.


Riel, Sera, dan Leo terdiam, mereka terkejut karena Rong memberitahukan sesuatu yang harusnya tidak boleh diberitahu kalangan atas seperti Hans.


"Rong!!!" mereka lantas memanggil nama temannya, Hans pun dibuat bingung.


Rong menoleh ke arah sahabat-sahabatnya, "Kenapa? Gak papa kan kalau Hans tahu letak restoran kita?" tanya Rong.


Riel menatap Rong dengan emosi, ia langsung mengajak semua sahabatnya untuk pulang dan meninggalkan restoran itu.


"Kami pamit pergi, permisi!" ucap Riel.


"Tunggu, kalian mau kemana? Kenapa buru-buru sekali? Kan kalian belum makan disini!" ujar Hans pada keempat orang di hadapannya itu.

__ADS_1


"Kami sudah kenyang, terima kasih sudah mengajak kami mengobrol!" ucap Sera tersenyum.


Mereka pun pergi meninggalkan restoran itu.


Di luar....


"Rong, apa yang kamu lakukan?! Bukankah sudah kubilang agar tidak memberi tahu apapun pada pria itu?" tanya Riel tegas.


Rong menunduk ketakutan, "Kenapa kamu memarahiku? Aku hanya memberitahu letaknya saja kok! Hans juga orang baik!" jelas Rong.


"Tapi Rong, dia itu orang penting, dia orang kaya! Coba kutanya, sudah berapa kali kamu melihat berita bahwa orang berpengaruh yang mengambil usaha orang miskin seperti kita hah?!" tanya Riel kesal.


"Sudahlah Riel, Hans.. dia baik, benar kata Rong!" imbuh Sera membela.


Sera terdiam, ia tidak berani berkata-kata.


"JAWAB AKU SERA!" tegas Riel yang sudah tersulut emosi.


"Kalau iya, memangnya kenapa? Dia lebih tampan darimu, dia lebih kaya darimu, dia juga baik dan tidak pernah berprasangka buruk sepertimu!" ujar Sera serak.


Riel tersenyum sinis, "Kukira kalian sahabat, ternyata musuh!" Riel membalikkan badannya, ia pergi dengan Leo dan meninggalkan dua sahabatnya.


Sementara Sera, ia menangis. Begitupun Rong, ia melamun dan tidak berbicara.


Hans yang melihat dua orang itu pergi keluar, ia menyapa Sera dan Rong dengan nada lembut.

__ADS_1


"Kenapa kalian disini? Dimana dua sahabat kalian yang lain?" tanya Hans lembut.


Sera bukannya menjawab, ia malah tambah menangis sampai-sampai Hans memeluknya.


"Eh kenapa nangis? Apa ada kata-kataku yang salah?" tanya Hans sembari memeluk tubuh indah Sera.


"Mereka berdua bukan sahabatku!" ucap Rong tegas, yang tertuju pada Riel dan Leo.


Hans tersenyum licik, "Apa yang sudah mereka lakukan pada kalian?" tanya Hans.


"Hans, mereka berdua jahat! Mereka memfitnah kalau kamu itu bukan orang baik!" ucap Sera dengan nada manjanya.


"Oh benarkah? Memang, apa salahku pada mereka berdua ya?" tanya Hans memanas-manasi.


"Aku tidak tahu, yang jelas sepertinya mereka itu dengan ketampanan dan kekayaan mu!" ucap Sera.


"Wah... ! Kau bilang aku tampan? Haha, terima kasih!" ucap Hans.


Cupp... Hans mencium kening Sera dan membelai lembut kepalanya.


"E-eh, kamu!!!" ucap Sera terkejut.


"Eh maaf maaf, aku.." Sera memotong pembicaraan Hans, ia mencium kening Hans balik.


"Ini pembalasanku!" ucap Sera dengan perasaan senangnya.

__ADS_1


__ADS_2