Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 67. Masa lalu Ester dan Vervun


__ADS_3

Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Sang Raja mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.


"Tuan Duke, anu...itu.." Ucap Vervun terbata-bata.


"Ada apa?" Jawab Ester datar.


"Ini mengenai putra pertama, Hard"


"Sebaiknya kita jangan bicara disini" Ucap Ester berbisik.


Vervun membulatkan matanya sempurna, seketika ia langsung paham dan mengikuti langkah kaki Ester.


Ruang Kerja Ester...


"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Ester.


"Bisakah kau berbicara pada putrimu untuk menjadi pendamping putraku di acara pelantikan putra mahkota? Emm..itu--" Ucap Raja Vervun terbata-bata.


Ester dengan cepat mengangkat tangannya di hadapan Vervun.


"Aku tidak akan memaksa kehendak putriku, sekalipun kau yang merupakan seorang raja" Jawab Ester dingin.


"Ohoho...teman, kenapa kau begitu serius? Lagipula, sebenarnya aku tidak ingin putra pertama menjadi putra mahkota!" Seru Vervun.


"Maksud mu?" Tanya Ester tak percaya.


Vervun menghembuskan nafas panjang "Hah.."


"Putraku Hard itu, sangat keras kepala dan egois! Bagaimana jadinya kalau dia yang memimpin para rakyat nantinya?" Jelas Vervun tidak yakin.

__ADS_1


"Andai saja, putrimu adalah anakku! Biar wanita, aku pasti akan mengangkatnya menjadi putri mahkota" Ucap Vervun.


"Jangan menghayal yang aneh-aneh.." Sahut Ester.


"Putriku tidak begitu suka dunia politik, bagaimana bisa dia mengurus hal itu seorang diri nantinya? Aku, Ester Calliorest walau teman dekatmu, tetap tidak akan menikahkan putriku dengan putra-putra mu!" Tegas Ester.


pukk....seketika Raja Vervun menepuk bahu Ester.


"Teman, tadi itu hanya bercanda! Jangan dibawa hati" Tawa Vervun.


Ester memutar matanya, ia berlalu begitu saja meninggalkan Vervun dengan raut wajah sedikit kesal.


"Kau..mengingat kan ku pada masa kecil kita, Ester!" Gumam Raja Vervun.


FLASBACK ON


"Ver sayang, dia adalah anak laki-laki yang ingin ibu kenalkan padamu! Coba kau sapa dia ya!" Pinta Vellisya, ibu Vervun yang adalah ratu saat itu.


Ibu Vervun dan ibu Ester bisa dibilang dekat, bahkan seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya, bahkan hingga sebelum akhir hayat Sang Ratu Vellisya, ia menulis surat perpisahan pada sahabatnya, Triana, ibu Ester.


"Woah Lis, anak imut ini adalah lelaki yang sering kau bicarakan itu?" Tanya Triana.


"Iya Na, imut gak anakku?" Ucap Vellisya bercanda.


"Yah imut donk... ibunya aja cantik" Canda Triana.


"Hai Tante, hai dik, namaku Vervun De Achrer!" Hormat Vervun membungkuk.


"Iya sayang, nama tante Triana! Kamu panggil Ibu Nana aja ya!" Pinta Triana.

__ADS_1


"Ibu? Kan kau bukan ibuku" Sahut Vervun polos.


"Anak sahabat ku juga adalah anak ku, apa salah aku menganggapmu anak juga? hmm??" Ucap Triana seraya mencubit pipi tembam Vervun.


"Umm umm iya!" Balas Vervun mencoba menahan sakit akibat tercubit.


"Na, anakku bisa ilang loh pipi mulusnya!" Sela Vellisya.


"Hilang? Apa maksud--"


Triana melihat pipi Vervun yang sedang ia cubit itu. Ia sadar dan melepas kan tangannya.


"Maa..maaf kan Ibu Nana! Habisnya kau gemes banget" Ucap Triana terbata-bata.


"Santai aja Na, tadi aku kan cuma bercanda atuh" Vellisya tertawa pelan.


"Na! sini deh" panggil Vellisya yang hendak membisikkan sesuatu pada Triana.


Triana mengangguk paham, ia mendekatkan tubuhnya di dekat Vellisya, "Ada apa?" bisiknya di telinga Vellisya.


"Kita biarkan aja putraku dan putramu, Ester, mengobrol! kita sebagai ibu kan gak boleh ganggu urusan anak anak lho!" Bisik Vellisya.


"Ouhh iya! Benar juga katamu" Triana mengangguk.


"Ester sayang, kamu baik-baik disini ya sama Vervun! Awas jangan berantem" Ucap Triana seraya mengelus kepala Ester.


"Ya" Jawab Ester singkat dengan wajah yang datar.


"Sayang, kamu juga jangan nakal loh!" Ucap Vellisya.

__ADS_1


Vervun tersenyum dan mengangguk, "Siap Bu!" Serunya.


"Udah yuk, kita pergi! Disini aman kok! Ada banyak pengawal, nanti kalau ada masalah pengawal-pengawal disini pasti bantu kok!" Ucap Vellisya


__ADS_2