
Zelvia dan Clez menikmati pesta yang diadakan Cintia. Mereka bersenang-senang sepanjang malam.
"Clez aku ingin pulang ke rumah, apa kau mau ikut?" Tanya Zelvia.
"Iya nona. Saya juga sudah lelah" Jawab Clez.
"Baiklah ayo pamit pada Tia!" Ajak Zelvia.
"Iya nona ๐"
***
Di Dalam Istana
"Hahaha.....guru ini!" Tawa Cintia terdengar di dalam ruangan yang sedang bercanda ria dengan guru kesayangan nya itu.
"Maaf, permisi" Sela Zelvia.
"Ah Zelv.... kemarilah" Ajak Cintia.
"Maaf Tia, tapi aku sudah harus pulang! Ini sudah larut malam dan aku juga sudah lelah" pinta Zelvia.
"Ya sudah pulanglah! Jaga kesehatan ya Zelv" Senyum Cintia memeluk Zelvia.
"Iya makasih"
"Saya mohon pamit Nyonya Yunifer" Hormat Zelvia.
"Iya nak! Saya doakan kau bisa mempunyai pria baik yang menyayangi mu dengan tulus" Sahut Nyonya Yunifer.
"Zelv, aku akan menyiapkan kereta kuda untukmu ya"
__ADS_1
"Tidak usah Tia, lagipula ada pengawal ku kok disini"
"Ah apa dia si Ketua kedua pengawal di kediaman mu?" Tanya Cintia.
"Iya Tia. Kalau begitu aku pamit pergi, dadah" Seru Zelvia.
"Iya dadah" Ucap Cintia menjawab.
Zelvia dan Clez segera pergi ke luar gerbang dan bersiap menunggu kereta kuda.
"Nona, apa anda membawa pengawal kesini?" Tanya Clez.
"Tidak... kebetulan dia anak Marquess Firo, jadi dia juga mendapat undangan ke istana!"
"Oh gitu...baguslah๐" Senang Clez.
"Maaf nona, kereta kuda sudah disiapkan. Ayo berangkat!" Ajak pengawal itu.
Clez memalingkan kepalanya ke samping,
"Kalian saling mengenal?" Tanya Zelvia.
"Apa nona lupa, dia kan yang menabrak aku saat di area pelatihan pedang itu๐"
"Kau jangan memanas-manasi! Jelas-jelas kan saya udah minta maaf waktu itu ๐" Ucap Aren.
"Emmm....sudahi bertengkar nya dan ayo kita berangkat yah!" Ajak Zelvia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Cuih....sial banget bisa ketemu cowok kayak kamu!" Gumam Clez.
"Sudah ya Clez, ayo naik"
__ADS_1
"Iya nona!"
"Aku masih berbaik hati gak ngasih tau kejadian yang tadi!๐" Bisik Clez pada Aren.
"Sekalipun kau mengadu, kau kan yang salah jadi saya gak ada hubungan apa-apa!" Bisik Aren menyahut bisikan Clez.
"Kok aku kayak nyamuk di antara mereka ya๐ " Batin Zelvia aneh.
Setelah itu, Zelvia, Clez, pulang ke kediaman Calliorest diantar oleh Aren. Mereka lalu berganti baju dan tidur.
Esok hari
"Hmm... seperti nya hanya itu yang bisa kulakukan!" Gumam Zelvia.
"Apa nona mempunyai masalah?" Tanya Clez.
"Tidak ada. Hanya sedikit lelah saja!" Sahut Zelvia.
"Nona, tadi Tuan besar mengatakan pada saya bahwa ia ingin makan siang bersama anda"
"Uhuk...uhuk...apa katamu? Di...dia ingin makan siang denganku?!" Kaget Zelvia mendengar ucapan Clez.
"Iya nona. Tuan bilang ada sesuatu yang ingin ia bicarakan langsung dengan anda" Jelas Clez.
"Kenapa ia tidak memanggilku ke ruangan nya saja๐" Gerutu Zelvia malas.
"Tapi bukannya ini bagus nona? hubungan anda kan akhir-akhir ini renggang. Ini waktu yang tepat untuk memperbaiki nya"
"Hah......masalah nya bukan itu! Ayah orang yang sangat tegas dan pemarah. suasana hatiku sedang kurang baik, jadi aku sedang tidak ingin memikirkan yang memusingkan begitu" Tegas Zelvia.
"Emmm...saya tahu itu nona! Tapi Tuan mengatakan anda harus kesana"
__ADS_1
"Baiklah, tolong kau bilang pada orang tua itu kalau aku setuju" Pinta Zelvia.
"Baik nona" Jawab Clez.