
Para pengawal yang berada di ruangan Lessen berjaga diluar, sementara Zelvia dan Lessen berada di dalam ruangan untuk berdiskusi.
"Jadi, apa yang membuat anda datang kemari, nona?" tanya Lessen gugup.
"Aku ingin mengajukan surat pembatalan, dan menggantinya!" ucap Zelvia spontan.
"Ma-maksud anda?" tanya Lessen kembali.
"Beberapa waktu lalu, anak menteri Qioan, dan pemilik Penginapan Wers yang terkenal mengajukan surat penetapan padamu kan?" tanya Zelvia.
"Ah.. iya!" jawab Lessen teringat.
"Masalah itu, aku ingin mengubah surat itu!" ucap Zelvia mantap.
"Haha, ingin mengubahnya menjadi apa nona? Walau keluarga anda adalah keluarga tinggi, tapi itu sudah ketetapan dari pemerintah!" jelas Lessen tertawa.
Zelvia terdiam, ia menghela nafas panjang.
"Sudah kuduga, dia wanita bodoh!" batin Lessen.
"Oh ya, ngomong-ngomong di kota ini tidak ada tingkat kebangsawanan yang lebih tinggi dari gold. Anda pasti dari luar kota kan? Kalau boleh tahu, siapa nama keluarga anda?" tanya Lessen sambil tertawa kecil.
"Anda tidak perlu tahu nama keluarga saya!" jelas Zelvia.
"Kalau begitu, permintaan pengubahan surat gagal!" ucap Lessen itu tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu memang keputusan dari pemerintah, aku sudah tidak bisa berkata!" ucap Zelvia pada Lessen.
"Meski menggunakan nama Keluarga Calliorest bisa mengubah surat itu, tapi aku tidak boleh melibatkan keluargaku. Ini adalah keinginan dan rencana ku, maka aku sendiri yang harus menyelesaikannya!" batin Zelvia.
******
Di luar, tampak Clez yang sudah menunggu Zelvia sedari tadi. Zelvia yang mengatakan bahwa permintaannya gagal, membuat Clez sedih. Namun, ia tetap menyemangati sang nona mudanya itu.
"Ayo pulang!" ajak Zelvia.
Clez mengangguk, mereka berdua pergi keluar dan berjalan kaki untuk mencari kereta kuda.
Di perjalanan, Clez sering kali menemui pengemis yang meminta-minta uang padanya, namun salah satu dari pengemis-pengemis itu membuat Zelvia sedikit cemas, Zelvia berpesan jangan terlalu dekat dengan pengemis itu karena ia merasakan hawa buruk di sekitar pengemis tersebut.
__ADS_1
Clez menuruti perkataan Zelvia, ia hanya memberikan lima perak dan tidak terlalu dekat dengan pengemis itu.
"Nona, ada apa dengan pengemis yang tadi? Padahal, nasibnya sepertinya lebih buruk daripada pengemis lain," tanya Clez bingung.
"Aku sebenarnya tidak masalah, tapi aku merasa ada hawa buruk di sekitarnya, maka dari itu aku memperingati mu agar jangan terlalu dekat dengannya." ucap Zelvia menasehati.
Zelvia bukannya tidak suka pada pengemis itu, sepanjang jalan ia juga memberi pengemis-pengemis lain uang, makanan, perak, dengan jumlah yang lumayan banyak. Tapi kali ini, ia agak merasa curiga pada pengemis itu.
Di perjalanan, hati Zelvia terasa tidak tenang setelah bertemu pengemis tadi. Akhirnya, Zelvia mengajak Clez untuk mampir ke sebuah kedai dulu sebelum pulang.
"Haaah.. rasanya lega sekali," ucap Zelvia yang tengah meminum teh hangat.
"Nona, wajah Anda terlihat pucat sekali dari tadi? Anda... benar-benar tidak apa kan?" tanya Clez khawatir.
Zelvia menggeleng pelan, "Sepertinya aku hanya lelah saja!" ucap Zelvia tersenyum.
Tidak lama kemudian, saat Zelvia dan Clez sedang mengobrol, ada seorang pria dengan kemeja putih dan jas hitam menghampiri Zelvia, ia mengingatkan Zelvia untuk segera masuk ke ruangan yang lebih dalam.
"Maaf, sebaiknya kamu pergi ke ruangan dalam!" ucap pria itu panik.
"Hm, memangnya ada apa ya?" tanya Zelvia heran.
Pria itu lalu pergi ke sekeliling dan memberitahu hal yang sama pada pelanggan lainnya.
Di arah lain, ada pria yang juga memakai pakaian yang sama dengan pria tadi, ia menuliskan tulisan di kertas dengan arti "tutup".
Pria itu lalu mengunci pintu kedai rapat-rapat dan menutup tirai jendela lalu pergi ke dalam.
"Jantungku... kenapa berdetak kencang ya?" batin Zelvia.
Zelvia dan Clez mengikuti arahan pria tadi, mereka masuk ke ruangan yang lebih dalam.
"Apa semua pelanggan sudah terkumpul disini?" tanya pria gagah di ruangan itu. Ia berucap dengan sedikit berteriak.
"Sepertinya sudah tuan," jawab salah satu pegawai sambil membungkuk.
"HAHA.. DUNIA INI MILIKKU, DUNIA MANUSIA MILIKKU!!" teriak seseorang dari luar kedai.
"Apa dia muncul lagi? Apa dia akan membuat keributan di luar sana?" bisikan orang-orang membuat Zelvia dan Clez sebagai pendatang baru makin penasaran.
__ADS_1
Tok...tok..tok... pintu kedai itu ditutup, semua orang menunduk dan bersembunyi dengan menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak ketahuan. Zelvia dan Clez yang melihatnya pun mengikuti orang-orang disana.
"BUKA PINTUNYA!" teriak seseorang dari luar.
Salah satu pegawai memberanikan diri untuk keluar, ia menyambut orang itu dengan baik dan mempersilahkannya masuk.
"Silakan duduk dan masuk tuan.." ucap pegawai itu.
Namun, bukannya masuk, orang itu malah marah-marah sambil menarik kerah si pegawai. Lantas pegawai itu berhenti berbicara dan tubuhnya bergetar.
"Ya tuhan, masalah apalagi ini?" batin pegawai itu takut.
"Perlihatkan dimana kedua wanita itu!" titah orang itu.
Pegawai itu mendadak kaget, "Perempuan apa? siapa?" pikirnya dalam hati.
"Cepat serahkan kedua perempuan yang mengunjungi kedai mu ini!" ujarnya tegas.
"To...tolong lepaskan saya dulu!" pinta pegawai itu.
Akhirnya, orang itu melepas kerah baju pegawai itu dan kembali menanyakan hal yang sama.
"Dimana kamu menyembunyikannya?" tanyanya lagi yang membuat pegawai itu kembali bingung.
"Maaf, saya tidak tahu siapa itu!" ucap pegawai itu cepat.
Orang itu mengepalkan tangannya, "Sial, aku gak boleh sampai kehilangan mereka, apalagi wanita satu itu!" ucapnya membatin.
Karena tidak ingin menunggu, orang itu mengobrak-abrik kursi dan meja disana. Ia melempar semua meja dan kursi guna mengetahui apakah ada yang bersembunyi disana.
Orang itu mengacak rambutnya, ia memukul tembok kedai itu kesal.
"SIAPAPUN KAMU, KELUARLAH..!" teriaknya.
Orang-orang di dalam, termasuk Zelvia dan Clez terkejut mendengar teriakan itu. Mereka memejamkan matanya takut, kecuali Zelvia yang masih waspada akan kedatangan orang itu.
*****
Halo readers, maaf baru up sekarang karena author nya juga lagi sibuk. Terima kasih bagi pembaca setia, dan orang-orang yang memberikan dukungan, vote, gift, like, dan lainnya. Terima kasih🙏🏻🙇🏻♀️❤️
__ADS_1