Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 27. Nuriel kembali membuat drama


__ADS_3

"Maaf, tapi maksud saya bu..bukan begitu!" Ujar Mayka sambil gemetar ketakutan.


"Bukan katamu? Jelas sekali kau tadi menghina Lady Calliorest. Semua orang disini adalah buktinya! benar begitu bukan?"


"Tadi sepertinya saya juga mendengar kalau Lady Mayka lah yang mencela Lady Calliorest"


"Iya aku juga mendengar itu"


Suasana menjadi berisik. Semua orang menatap Mayka dengan tatapan tajam karena perilaku buruknya itu.


"Haduh.... sebenarnya aku gak mau ikut campur. Tapi kalau nggak, bisa-bisa setiap hari si Mayka itu gentayangin aku gara-gara dendam. Ya walau masih hidup sih. Nggak bisa dibiarin! Wanita tuh klo dah dendam balikinnya susah minta ampun. Pokoknya aku harus menghentikan pertikaian ini!" Batin Zelvia.


"Diam semua! Ini hari kedewasaan Lady Tildherd dan sekarang sedang diadakan kompetisi menyulam. Jadi sebaiknya kita lanjutkan lagi lombanya" Tegas Zelvia.


"Benar juga kata Lady Calliorest. Orang seperti Lady Mayka yang suka menghina nggak usah ditanggapi. Yang ada malah lelah sendiri" Sindir para wanita bangsawan.


Mayka menunduk malu. Perlahan ia menangis ketakutan.


"Lady Mayka? Ada apa? Anda tidak apa-apa kan?" Tanya Nuriel perhatian.

__ADS_1


"Hiks...hiks....huwaaaa.....ini semua gara-gara dia!!! Padahal aku cuman mengatakan yang sebenarnya....hiks" Tangis Mayka pada Nuriel.


"Lady Calliorest, saya masih memaafkan kesalahan anda karena sudah sering menindas saya! tapi....jika anda begini...hiks...hiks...apa salah saya Lady?" Tangis Nuriel.


Pangeran Hard yang melihat itu langsung berlari menemui Nuriel dan memeluknya dengan erat serta menenangkannya.


"Lady Zelvia! Kau benar-benar tega ya! Kau tega menindas gadis polos seperti Nuriel hah? Apa kau punya hati?" Teriak Pangeran Hard sambil menampar wajah Zelvia.


"Tega? Kau bilang tega? Aku gak pernah menindas orang kalau bukan dia duluan yang mulai! Itu bukan salahku!" Marah Zelvia sambil memukul meja.


"Kau!!!"


Saat pangeran hendak menampar wajah Zelvia lagi, Baginda Raja dan Ratu datang menghentikan Hard.


"Ayah?" Ujar Pangeran Hard.


"Diam kau! berani sekali kau menampar wajah Zelvia!" Kesal Raja.


"Nak, kau tidak apa-apa kan? Kau baik-baik saja kan?" Ucap Ratu sedih.

__ADS_1


"Saya tidak apa kok Yang Mulia" Sahut Zelvia.


"Ini semua karena kau! Bela saja terus wanita murahan itu!" Marah Ratu.


"Bu... ibu bisa gak hargai Nuriel? Dia itu baik. Kenapa ibu marahin dia cuma gara-gara dia anak Baronet?" Tegas Hard.


"Hard...ibu gak pernah banding-bandingkan wanita dengan derajat kebangsawanan atau semacamnya! Ibu seperti itu karena dia memang gak tahu malu!" Kesal Ratu


"Gak tahu malu apanya Bu?" Marah Pangeran Hard yang ingin menampar wajah ibu kandungnya itu.


"Maaf, tapi berhentilah" Ucap Zelvia dengan nada agak keras untuk meleraikan mereka.


"Ini adalah hari berbahagia. Jadi sebaiknya kita lanjutkan acaranya dengan damai dan bahagia. Sekali lagi saya mohon maaf jika kata-kata saya menyinggung atau lancang terhadap kalian" Ujar Zelvia sembari menunduk hormat.


"Benar kata Lady Calliorest. Hard...istriku....berhentilah bertengkar!" Pinta Baginda Raja.


"Istriku...aku tahu kau tidak menyukai Nona Baronet Tildherd, tapi aku mohon sekali ini saja ya.... mengalah ya pada anakmu!" Bujuk Baginda Raja.


"Huh baiklah. Semuanya...maaf karena saya suah mengacaukan pesta ini! saya harap kalian semua bisa melanjutkan pestanya tanpa memikirkan hal ini!" Jelas Baginda Ratu.

__ADS_1


Karena pertikaian sudah mereda, para wanita bangsawan kembali ke tempat duduknya dan mulai menyulam.


"Cih...kali ini kau beruntung dibela oleh Baginda Raja dan Baginda Ratu. Lain kali mereka pasti akan menganggap ku sebagai calon menantu terbaik di dunia" Batin Nuriel.


__ADS_2