
Semua orang yang menghadiri acara yang diadakan Xie Ra lantas pergi mengambil beberapa makanan dan minuman yang sudah disiapkan.
Sementara, Xie Ra dan Hans segera pergi dari sana dan menghindar dari kerumunan orang.
"Hans, aku tidak sabar, sebentar lagi kan pernikahan kita terlaksana, apa kau punya ide untuk acara pernikahan kita nanti?" tanya Xie Ra lembut, sambil memeluk lengan Hans.
"Kau pikirkan saja sendiri!" jawab Hans sambil menepis kasar tangan Xie Ra.
"Tapi.. ini kan pernikahan kita, apa kau benar-benar tidak ada harapan apapun, hm?" tanya Xie Ra.
"Aku sudah bilang, urusi saja itu sendiri! Aku lelah sekarang, sebaiknya kau pergi dari hadapanku!" gertak Hans, ia lalu mempercepat langkahnya dan
"Ah.. maaf," Xie Ra menundukkan kepalanya malu, sekaligus sedih karena cintanya selalu diabaikan oleh Hans.
" Tidak apa-apa Xie Ra, jika sudah menikah nanti, cinta akan tumbuh dengan sendirinya! Maka jangan bersedih seperti ini! Ayo semangat!" batin Xie Ra menyemangati dirinya sendiri.
"Xie Ra, ternyata kau disini!" panggilan yang lumayan keras terdengar dari arah belakang Xie Ra. Xie Ra lantas menoleh dan membungkuk hormat pada orang itu.
"Salam, ayah.." ucapnya hormat.
"Hahaha, anakku sudah besar rupanya! Kau sudah ingin menikah!" ucap pemilik serikat perdagangan Mue Wan, ayah dari Xie Ra, Xie Hong.
"Iya ayah," jawab Xie Ra lembut dan hormat.
"Oh, siapa dia?" tanya Xie Ra bingung, sambil melihat pria di samping sang ayah.
"Dia adalah Minhao, Putra dari bangsawan Fu, Minhao Fu. Dan wanita di sebelahnya, dia adalah adik Minhao, Zelene Fu." jelas Xie Hong pada putrinya.
Xie Ra tergencang mendengar ucapan dari ayahnya, ia lalu tersenyum dan membungkuk hormat pada Minhao.
__ADS_1
Deg! Tidak jauh berbeda dengan Xie Ra, Zelvia pun sama terkejutnya dengan wanita itu. Ia tidak menyangka, bahwa seorang ketua geng yang dikenal 'jahat' dan tunduk padanya adalah keluarga bangsawan.
"Pantas saja, ia banyak tahu tentang kehidupan-kehidupan bangsawan" batin Zelvia takjub.
"Oh, halo Nona Xie Ra! Senang bisa bertemu denganmu disini," ucap Minhao sambil tersenyum.
Srek...srekk.. Saat Zelvia sedang tersenyum dan ikut beradaptasi, ia tidak sengaja melihat kedua sejoli yang sedang berpegangan tangan dan berpelukan di balik dinding dekat sana. Tidak salah lagi, itu pasti Hans.
"Ini waktunya bagiku!" Zelvia menggigit bibirnya, "Nona Xie Ra, perutku sakit, boleh antar aku ke toilet?" tanya Zelvia pada Xie Ra.
Xie Ra mengangguk, ia menggandeng tangan Zelvia dan memintanya untuk mengikuti arahannya.
"Nah, ikuti aku!" ucap Xie Ra.
"Bisa-bisanya Hans berselingkuh pada wanita secantik dan sebaik dia," batin Zelvia.
Zelvia menarik Xie Ra dan membawanya untuk pergi ke arah dimana Hans dan pelayan yang merupakan selingkuhannya bersembunyi.
"A-aku hanya ingin kesana, boleh kan?" tanya Zelvia.
Xie Ra bertambah bingung dengan ucapan Zelvia, tapi demi menghargainya, Xie Ra hanya mengangguk dan mengikuti.
"Hans, perbuatan busukmu akan segera ketahuan!" gumam Zelvia sambil tersenyum menyeringai.
"Nona Xie Ra, lihatlah tunangan---" Zelvia terdiam saat melihat hanya ada Hans seorang disana, dengan banyak bunga dan perhiasan yang terpajang di dinding-dinding.
"Hans, kenapa kau ada disini?" tanya Xie Ra. Ia melepas gandengan tangannya dengan Zelvia dan berlari memeluk Hans.
"Menurutmu?" Hans membalas pelukan Xie Ra. Ia mencium lembut kepala Xie Ra dan mengelusnya.
__ADS_1
"Kenapa.. bisa seperti ini?" ucap Zelvia pelan, seakan tidak berjalan sesuai rencananya.
Diam-diam, Hans melirik Zelvia dan tersenyum sinis.
"Aku mendekor halaman dengan beberapa perhiasan dan bunga untuk memberimu kejutan, apa kau suka?" tanya Hans.
Xie Ra tersenyum dan mengangguk. "Ah, aku harus mengantar Zelene sebentar!" ucap Xie Ra. Ia melepas pelukannya dengan Hans dan hendak menghampiri Zelvia.
"Untung saja, aku sudah mengganti nama dan wajahku dengan riasan, atau kalau tidak.. Hans akan mengenaliku nanti," gumam Zelvia.
Dengan cepat, Hans memeluk tubuh Xie Ra dari belakang. "Kemana kau mau pergi? Padahal aku sudah membuat kejutan spesial untukmu," ujar Hans dengan wajah memelas.
"Maafkan aku, Hans! Tapi aku ada urusan lain, nanti kalau sudah selesai, aku akan kembali menemanimu ya?" jawab Xie Ra dengan senyum yang terulas di wajahnya.
"Zelene, ayo!" ajak Xie Ra.
Lagi-lagi, Hans menghentikan langkah Xie Ra. "Tunggu!" ucap Hans, ia berlari cepat ke arah tunangannya itu.
"Ada apa?" tanya Xie Ra heran.
"Tali bajumu belum terikat kencang, biar aku bantu ikat dulu!" ucap Hans.
"Oh, baik terima kasih" jawab Xie Ra tersenyum.
Setelah siap, Xie Ra berjalan lebih dulu di depan Zelvia. Sementara Zelvia yang berada di belakang, dikejutkan oleh Hans yang tiba-tiba membisikkan sesuatu di telinganya.
"Aku sudah tahu rencanamu, Nona! Sayang sekali, wajahmu cantik, tapi kau tidak bisa bekerja sama padaku!" ucap Hans.
"APA?!" batin Zelvia kaget.
__ADS_1
Dia.. bisa tahu? Tahu darimana dia??