
"Ini....bukannya rumah sihir?" Batin Zelvia sambil melihat rumah tua yang ada di belakang tempat penjual sate.
"Aku ingat, dulu aku menulis kalau di dekat festival ada sebuah rumah tua, tapi rumah itu bukan sembarang rumah biasa melainkan rumah yang memiliki banyak energi sihir. Apa itu rumahnya?" Gumam Zelvia.
"Masuk sajalah" Lanjutnya.
Tok...tok....
"Permisi, apa ada orang?" Tanya Zelvia.
"Kok gak dijawab? Apa emang gak ada orang ya?!" Ucap Zelvia.
"Uhuk uhuk, sebentar" Terdengar suara kakek-kakek yang sedang batuk dari rumah itu. Ia membukakan pintu untuk Zelvia.
"Hahahah....ternyata ada orang yang bisa melewati lingkaran itu" Sahutnya
"Lingkaran?" Tanya Zelvia bingung.
"Ah gak papa. Masuklah" Kata kakek.
"Ja.... jangan macam-macam padaku!" Tegas Zelvia.
"Tenanglah, nama kakek Jon. Kau bisa memanggilku Kek Jon" Kata kek Jon.
"Kek Jon?! mendengar nama itu aku jadi teringat kakek Huo. Bagaimana kabar nya sekarang ya?" Batin Zelvia sedih.
"Ada apa nak? Ayo masuk! Aku bukan pria mesum atau semacamnya kok" Kata Kek Jon
"Maaf Kek Jon, tapi sepertinya saya tidak bisa masuk karena ada urusan penting" Sahut Zelvia.
"Kek, apa ada orang?" Kata seorang lelaki berjas hitam dan memakai masker.
"Nak.... lihatlah ada seorang gadis yang berhasil masuk" Kata Kek Jon senang.
"Kamu kan--" Kata Zelvia melihat lelaki itu.
"Ekhemmm....kek, ada yang ingin kubicarakan dengan mu, masalah wanita ini urus nanti saja!" Kata lelaki itu dengan tatapan dingin.
"Hei tunggu!" Ucap Zelvia sambil memegang pergelangan tangan lelaki itu.
"Hmmm?" Tanya lelaki itu.
__ADS_1
"R.....kau R kan?!" Tanya Zelvia tegas.
"Apa itu? Pergilah, aku tidak mau berurusan dengan mu!"
"Hei R, betul kan kau R! jangan memancing emosiku!" Kesal Zelvia.
"Bukan urusanmu itu namaku atau bukan" Jawab lelaki itu.
"Eh kau! dingin banget sih jadi cowok. Pantes aja sendirian di taman istana gak punya pasangan, pftt" Tawa Zelvia.
"Kau!!"
"Akh.... kalian sudah saling kenal ya?" Senyum Kek Jon.
"Nggak!" Jawab Zelvia dan lelaki itu tegas.
"Haduh gak usah malu-malu begitu donk!" Goda Kek Jon.
"Kek, kakek tau kan aku paling gak suka bercanda?" Kesal lelaki itu.
"Eh emang namamu siapa sih pakai di inisialin begitu" Ucap Zelvia penasaran.
"Apa berbicara 'bukan urusanmu!" adalah hobimu?" Tanya Zelvia kesal.
"Terserah kau ingin berkata apa!"
"Uhuk...uhuk.... sudah, mari masuk!" Sela Kek Jon.
"Maaf tapi-" Ucap Zelvia ragu.
"Nggak papa, kakek gak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh kok!"
"baik kalau begitu"
~Di dalam ruangan~
"Uhuk....uhukkk. Maaf, rumah kakek sedikit berdebu!" Kata Kek Jon.
"Ayo pada duduk. Kakek buatkan teh hijau"
"Nggak perlu repot-repot Kek, lagi pula aku kesini karena penasaran dengan bangunan kayu ini" Sahut Zelvia.
__ADS_1
"Oh begitu, tapi minuman kakek enak loh. Sayang kalau gak coba, kalian berbincang dulu saja ya!" Perintah Kek Jon.
Kek Jon pergi ke dapur nya dan membuatkan Zelvia juga lelaki berinisial R itu teh hijau.
"Eh R, sebenernya waktu itu kamu terbang pakai sihir kan?" Tanya Zelvia.
"Kalau iya, memang kenapa?" Jawab R.
"Aku cuma agak penasaran sama sihir. Ya tapi gak mungkin aku bisa belajar sihir" Kata Zelvia
"Belum tentu, anak berbakat seperti mu mana mungkin tidak bisa sihir!" Bantah Kek Jon yang datang membawa dua cangkir teh.
"Kek Jon? Hah, iya kek mungkin aku hanya bisa berharap. Tapi wanita seperti ku mana mungkin bisa belajar sihir. Sangat-sangat tidak mungkin" Sedih Zelvia.
"Kakek bisa saja membantumu" Ucap Kek Jon.
"Kakek!" Sela R.
"Nak, kan gak ada salahnya juga aku ngajarin gadis kecil ini! lagi pula sudah lama sekali kakek gak ngajarin murid"
"Maaf, tapi kenapa anda perhatian sekali pada saya? padahal kan kita baru ketemu" Ucap Zelvia bingung.
"Itulah yang kau tidak tahu!" Sahut kakek.
"Tidak tahu?" Tanya Zelvia.
"Apa maksudmu kek?" Tanya R.
"Tidak ada apa-apa"
"Nonaaaaaa...... cepetan balik, sate nya dah jadi nih!" Teriak seorang wanita yang merupakan Clez.
"Iya tunggu aku bentar" Jawab Zelvia.
"Kek, maaf sepertinya aku gak bisa lama-lama disini! aku pergi dulu ya!" Ucap Zelvia berlalu pergi.
"Lalu teh hijau nya?" Tanya Kek Jon.
"Maaf, tapi aku harus buru-buru!"
"Iya nak, pergilah" Kata Kek Jon.
__ADS_1