Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 73. Cyela dan Nuriel ( flashback )


__ADS_3

Apa yang dilakukan oleh kedua orang itu? Ya...Cyela dan Nuriel dengan teganya menusuk setiap jari Venisya menggunakan jarum yang Nuriel ambil dari kaca rias tadi.


Tapi nihil, Venisya tak bisa melawan mereka yang merupakan tuan di rumah itu. Lagipula, jika ia mengadu pada Raja Vervun apakah raja akan percaya padanya yang hanya seorang pelayan?


🥀🥀🥀


Hari demi hari berlalu... Akhirnya Venisya berhasil membenarkan sulaman yang sudah berlubang saat itu. Tangannya pun sudah mulai pulih setelah diobati dengan krim dan salep untuk tubuh yang terluka baik luka dalam maupun luar.


Sementara itu, sifat angkuh Cyela dan Nuriel makin menjadi-jadi. Para pelayan dibuat takut oleh tindakan mereka.


Tapi suatu hari....


"Bu..aku mau beli baju! Aku udah lama gak beli baju..." Keluh Nuriel pada ibunya yang sedang merias dirinya di kamar itu.


Cyela menoleh ke arah Nuriel sinis.


"Sayang, kamu ini permintaan nya banyak banget! Kamu tau gak setiap hari itu kamu beli baju! Sedangkan raja dan ratu belum memberikan kita uang lagi!!!" Kesal Cyela.


"Tapi Bu...hari ini teman-teman aku mau datang dan aku akan mengadakan perjamuan teh! Ga mungkin aku pakai baju yang sama lagi kan?" Bantah Nuriel.


"Huh...pakai baju ibu aja tuh! Kayaknya ada yang udah kekecilan sama ibu" Jawab Cyela.


BRAKK...


Nuriel memukul meja rias Cyela kencang.

__ADS_1


"Bu, ibu jahat banget kasih aku baju bekas!" Protes Nuriel.


Nuriel membalikkan badannya menuju pintu keluar.


"Sayang tunggu!" Panggil Cyela.


"Ibu jahat, aku benci ibu!" Kesal Nuriel.


Nuriel pergi meninggalkan Cyela dengan langkah kaki kesal seraya mengekpresikan wajahnya dengan kesal.


"Ihh kesel!" Gumam Nuriel.


brukk....


Tanpa sengaja Nuriel menabrak tubuh seseorang. "Eh maaf" Ucapnya ragu.


"Tampan!" Ucap Nuriel seraya memeluk tubuh Hard erat.


Lelaki itu yang merupakan Hard merasa bingung atas perilaku Nuriel yang semena-mena itu.


"Ka-kau siapa? Ada apa?" Tanya Hard muda bingung.


"Hiks..tampan, ibuku jahat ibuku jahat!!!" Jelas Nuriel menangis.


Hard yang tidak mengenal Nuriel saat itu merasa bingung dan aneh atas perilaku Nuriel yang tidak ada takut-takut nya sama sekali padanya.

__ADS_1


Namun, hal itulah justru membuat Hard merasa tertarik atas perilaku dan sikap Nuriel yang berbeda dari perempuan lainnya.


Hari demi hari...mingu demi minggu, bulan demi bulan, serta tahun demi tahun berlalu... Kini, Nuriel sudah berumur 15 tahun dan beranjak dewasa. Kedekatannya dengan Hard juga sudah semakin dekat.


Hard dan Nuriel selalu memanfaatkan waktu mereka untuk bertemu dan berkencan meskipun saat itu umur mereka masih 11 tahun.


Bahkan, Hard rela mengorbankan pelajaran nya yang wajib dilakukan sebagai seorang pangeran tapi ia malah mengabaikannya dan memilih untuk bersama Nuriel.


"Hard sayang.. hari ini usiaku 15 tahun, kamu mau kasih aku kado apa?" Tanya Nuriel tersenyum malu.


"Kamu mau apa? Nanti pasti aku belikan. Karena...aku ga terlalu pintar kalau soal pilih kado! Hehe" Jawab Hard tertawa.


"Hard, dikalangan wanita bangsawan sekarang ini sedang trend busana sekaligus perhiasan nya lengkap yang dibuat oleh desainer terkenal Xhan Suer Haou! Boleh kan a-aku minta itu sebagai kado nya!" Ucap Nuriel memohon.


"Baiklah, apa yang tidak untuk cantikku ini?" Balas Hard menggoda.


"Ih kamu!!!!" Malu Nuriel tersipu.


"Nona...Nona...hosh hosh...Nona Nuriel!" Teriak seorang pengawal dari belakang.


Nuriel dan Hard yang sedang terlarut oleh suasana dibuat kaget sehingga mereka menoleh ke arah pengawal itu.


"Apa yang kau inginkan? Apa kau tidak lihat kami sedang berkencan?" Kesal Hard seraya mengernyitkan dahi nya.


"Ya..Yang Mulia pangeran, maafkan hamba yang tak sopan ini. Ta-tapi....Nyonya Cyela...dia.." Jawab pengawal itu terbata-bata.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Nuriel cemas.


__ADS_2