
Gresya melirik Zelvia sekilas, ia lalu kembali menghadap depan dan memilih untuk tidak ikut campur urusan Zelvia.
"Nona, aku akan memberi tahukan letak hewan spirit dengan inti sihir terbanyak!" ucap Gresya.
Zelvia mengangguk pelan, "Baiklah, terima kasih." sahutnya.
Dalam perjalanan, Zelvia sering kali melihat peserta lain yang sedang berburu inti sihir. Walau tergolong jumlah peserta lebih sedikit daripada peserta di level sedang dan level bawah, tapi kemampuan para peserta level tinggi ini bukan main-main. Zelvia harus hati-hati akan hal itu.
Sesampainya di tempat yang dituju, yaitu tempat yang diperlihatkan Gresya pada Zelvia, Zelvia segera mencari letak para hewan spirit disana.
"Setahuku, disini ada hewan spirit tingkat menengah, kekuatannya pun tidak main-main, tapi kenapa mendadak hilang ya? Apa para pemburu memburunya?" ucap Gresya.
Mendengar ucapan Gresya, Zelvia bukannya malah kecewa, ia malah tersenyum menyeringai. Zelvia mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Gresya tidak mendekat.
"Tolong menjauhlah!" titah Zelvia.
Gresya sedikit tersentak, tapi ia mengangguk dan menurut perintah Zelvia. Ia mulai menjauhkan dirinya dari Zelvia.
"Apa Zeze merasakan hal yang sama?" tanya Rero.
Zelvia mengangguk cepat, "Aku merasakannya!" jawabnya.
Zelvia mengangkat pedangnya dan mengarahkan ke depan. "Keluarlah, jangan bersembunyi!" teriak Zelvia.
Tidak butuh waktu lama, segerombolan hewan berbadan besar dan berwarna cokelat pekat keluar, mereka membentuk linkaran dan membuat formasi sihir di tengahnya.
__ADS_1
"Grrrrr.." dengkur para hewan tersebut.
Zelvia mengangkat pedangnya, bersiap untuk menyerang. Zelvia juga memasang formasi sihir pelindung di sekitar nya, guna melindungi dirinya.
"AUNGGG!" teriak salah satu dari hewan spirit itu.
Hewan spirit umumnya memiliki kekuatan rahasia di diri mereka sendiri. Sebab, setiap leluhur hewan spirit pasti mempunyai sejarah dan sihir tersembunyi untuk menyelamatkan diri mereka semenjak zaman peperangan antar hewan juga manusia berlangsung.
BOOOM!!! formasi lingkaran sihir mereka meledak, mereka memisahkan diri dan menyerang Zelvia dengan kekuatan luar sekaligus kekuatan luar mereka.
Sementara Zelvia, ia tetap semangat dan berusaha agar terlepas dari rantai sihir yang mengikat tubuhnya, tentu saja itu juga termasuk bagian dari rencana para hewan spirit sejenis beruang, tapi mempunyai kekuatan yang besar dan dapat memuat ilusi.
Kekuatannya hewan spirit itu tidak bisa diragukan lagi, kepercayaan diri mereka yang tinggi, dan rasa kerja sama membuat para manusia dibuat kalah olehnya.
Tidak jauh berbeda dengan Zelvia, ia tetap percaya pada dirinya dan pantang menyerah. Zelvia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, ia berlari mendekati para beruang yang jumlahnya semakin banyak, tentu saja itu juga bagian dari ilusi mereka dengan membuat banyak raga yang padahal hanya ilusi.
"Ze!" panggil Rero.
"Hmm?" sahut Zelvia dengan pelan.
"Aku tahu cara mencari raga yang asli, dulu aku pernah terjebak di situasi seperti ini. Karena dia adalah hewan yang hidup di daratan, Zeze harus memecahkan ilusi ini dengan mengerahkan seluruh kekuatan Zeze dengan sihir dan mengarahkannya ke tanah, dengan begitu tanah akan terguncang dan otomatis yang asli akan pergi ke tempat dengan tanah yang rata, kekuatan sihirnya juga akan menurun karena panik dan ia tidak akan memfokuskan ilusi yang ia buat. Mungkin ini akan berguna, cobalah!" terang Rero menjelaskan.
Zelvia mengangguk tanda mengerti, "Terima kasih!" ucap Zelvia.
Setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Rero, Zelvia mempraktekkan nya. Ia terbang di atas langit-langit dengan kekuatannya, dan mengarahkan semua sihirnya ke dasar tanah. Seketika, tanah pun berguncang hebat.
__ADS_1
"Engg.." hewan spirit itu mematahkan ilusi yang mereka buat, mereka lalu melarikan diri ke tanah yang datar dan belum hancur.
"Haha, cara ini berguna juga!" ucap Zelvia.
Zelvia mengejar langkah hewan itu dengan cepat. Sebut saja nama hewan spirit itu sebagai 'Dongze'.
Zelvia berlari menuju ke arah mereka, ia lalu menodongkan pedang tepat di tengah-tengah mereka.
"Berhenti, kalian sudah kalah!" ucap Zelvia tegas.
Zelvia segera mengeluarkan sihirnya, ia mengikat para hewan itu dengan rantai sihir dan mengambil inti sihirnya. Tidak berselang lama kemudian, ia lalu melepaskan para hewan itu, dan akhirnya sekelompok Dongze pergi ke tempat asalnya.
"Huuh, akhirnya setelah berjuang lama, ternyata jumlah inti sihir dalam tubuh seekor Dongze banyak juga!" gumam Zelvia.
Prokk...
Prokk...
Prokk...
Tiga tepukan tangan terdengar dari arah belakang Zelvia. Zelvia yang mendengarnya sontak menoleh ke sumber suara tersebut.
"Bagus, bagus!" ucap seorang pria.
"Siapa kau?" tanya Zelvia hati-hati.
__ADS_1
"Siapa aku? Berani sekali kau tidak mengenal bangsawan seperti ku!" pria itu mengendus kesal.