Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 42. Menemui Cintia


__ADS_3

Tidak berselang lama, Clez membawakan pena tinta, kertas, dan beberapa tangkai bunga yang diminta oleh Zelvia.


"Ini yang anda minta nona!" Seru Clez memberikan benda-benda itu kepada Zelvia.


"Makasih" Sahut Zelvia.


Pertama-tama Zelvia mengambil pena dan secarik kertas lalu menulis balasan untuk Cintia.


Hai Tia....kabarku baik kok! Bagaimana denganmu? Semoga kau baik-baik saja ya!


Tia...aku juga sangat merindukan mu kok, sama seperti mu! Maaf karena aku jarang ke istana untuk bertemu denganmu, soalnya tugasku juga banyak sekali...


Di surat yang aku baca, kau ingin aku menemui mu di istana untuk menyambut guru seni melukis mu ya?! Tenang saja aku akan datang kesana! Bahkan aku malah merasa terhormat karena nanti akan menjadi pendamping sahabat mu!


Kuharap kau selalu bahagia disana! Jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit! Makasih sudah mengundang ku ke acara seni melukis mu!


~Dari Zelvia untuk balasan surat Tia tercinta~


"Nah sudah selesai!" Seru Zelvia


Setelah menulis balasan untuk surat dari Cintia, Zelvia mengambil beberapa bunga.


"Emmm....Clez, tolong ambilkan aku amplop!" Pinta Zelvia.


Clez segera mengambil amplop yang ada di tumpukan buku yang ditaruh di meja, Clez lalu memberikan sebuah amplop pada Zelvia.


"Apa nona berencana menghias amplop nya sama seperti Tuan Putri Cintia?" Tanya Clez penasaran.


"Benar Clez...."


Setelah kurang lebih 5 menit, Zelvia menyelesaikan pekerjaan nya yang menghias amplop dengan bunga-bunga cantik


"Bagaimana? Apa ini bagus Clez?" Tanya Zelvia.


"Woah....keren sekali! Ini sangat bagus sampai-sampai amplop Tuan Putri Cintia yang dihias bunga anggrek itu tidak seberapa dengan hiasan anda..hihi" Puji Clez


"Sudah sudah....punya Tia juga bagus kokโ˜บ๏ธ" Sahut Zelvia.

__ADS_1


"Iya nona! Kalau amplop yang dihiasi bunga itu sangat cantik dan keren!" Tambah Clez senyum.


"Oh ya nona, apa nona benar ingin ke acara seni melukis itu?" Tanya Clez.


"Iya...memangnya kenapa?"


"Emmmm...Bagaimana jika....ada si jalang kekasih tercinta nya Pangeran Hard itu๐Ÿ˜’"


"Gak papa kok! Jika dia datang malah lebih bagus! Biar kutunjukan apa itu antagonis yang sesungguhnya" Ucap Zelvia dengan senyum liciknya.


"Anda selalu tidak pernah mengecewakan saya nona! Saya sangat bangga mempunyai majikan seperti anda!" Puji Clez.


"Clez...besok kau temani aku ke acara seni melukis juga ya sebagai dayang pribadi ku!" Pinta Zelvia.


"Tapi...saya kan tidak mendapatkan undangan"


"Nanti akan kubicarakan dengan Tia saat di acara. Dengan sifat Tia mungkin saja dia membolehkan mu kesana" Senyum Zelvia


~Lusa Depan~


"Disini ramai sekali ya nona" Seru Clez berbicara dengan Zelvia yang berdiri di sampingnya itu.


"Iya....Tia adalah putri mahkota, jadi wajar saja acara yang diselenggarakan nya sangat populer" Jelas Zelvia.


"Ngomong-ngomong, Tia mana ya?" Tanya Zelvia membalik kepalanya ke arah kanan dan kiri.


"Pstt....psttt....sini!" Bisik seorang wanita pada Zelvia dari arah samping kiri.


"Ah.... siapa?" Tanya Zelvia pelan.


Wanita itu menarik tangan Zelvia menuju ke dalam istana.


"Hei siapa kau!" Kesal Zelvia.


"Ini aku Zelv..." bisik wanita itu yang ternyata adalah Putri Cintia.


"Tia? Kenapa kau menarik tanganku?" Tanya Zelvia berbisik.

__ADS_1


"Itu.... soalnya aku gak bisa muncul dulu! Kan niatku ingin memberi kejutan pada Bu Sherina, guru melukis ku" Sahut Cintia menunduk.


"Gitu ya..." Ucap Zelvia paham.


"Oh ya Tia, aku membawa seorang wanita yang merupakan dayang pribadi ku, apa dia boleh bergabung di acara ini?" Tanya Zelvia menunjuk Clez.


"Salam Yang Mulia putri mahkota! Perkenalan nama saya Cleznia Irene Aryian" Hormat Clez membungkuk.


"Sudah bangunlah! Cleznia ya? Hallo, senang bertemu dengan muโ˜บ๏ธ" Sapa Cintia menjabat tangan Clez.


"Eh.....emmm, Hallo juga Yang Mulia. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ"


"Iya iya.... Cleznia, bisakah kau pergi sebentar? Aku dan Zelv ingin berbincang empat mata dulu!" Pinta Cintia sembari memegang kedua tangan Clez.


"Baiklah Yang Mulia, kalau begitu saya pamit ya Nona, Yang Mulia ๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ"


"Tunggu dulu!" Sela Cintia.


"Iya Yang Mulia?"


"Ambillah kristal bola ini! Ini bisa memudahkan mu berkeliaran di istana. Jika kau lapar, atau ada sesuatu yang kau butuhkan, perlihatkan ini kepada penjaga!" Suruh Cintia.


"Tapi ini...." Sahut Clez sambil melirik Zelvia.


"Ambillah Clez" Suruh Zelvia.


"Baik...terima kasih Yang Mulia ๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ" Hormat Clez lalu meninggalkan Zelvia dan Cintia.


"Hah... Zelv, apa kau sudah siap untuk menjadi pendamping dengan status sahabatku nanti?"


"Tentu saja Tia!"


"Syukurlah kalau begitu! Aku sangat gugup...hehe๐Ÿ˜" Tawa Cintia sambil menutup mulutnya yang terbuka lebar itu.


"Pakai ini Zelv" Kata Cintia memberikan sebuah benda kepada Clez.


"Ini...."

__ADS_1


__ADS_2