
"Nona..!" Clez memanggil Zelvia, ia tak kuasa menahan tangis.
"Nona masih hidup kan? nona tidak mungkin meninggal!" gumamnya cemas.
Clez memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam arah ledakan itu, ia memanggil-manggil nama nonanya, "Nona Zelvia!" panggilnya agak berteriak.
Clez menghentikan langkahnya, dilihatnya Zelvia yang tengah menekan dahi Yustaf dengan sihirnya.
"Raja seperti mu tidak pantas ada di dunia ini, maaf.. aku harus menyegel dirimu beserta kekuatan mu untuk kehidupan di masa depan! Aku tidak bisa membiarkan dirimu hadir dan menghancurkan dunia ini," ucap Zelvia terus terang.
Yustaf tersenyum, "Aku mencintai mu, nona. Namun ternyata ini lah balasan mu padaku?" ucap Yustaf yang membuat Zelvia membulatkan matanya sempurna, ia terkejut mendengar kata-kata Yustaf.
"Haha, terlihat seperti candaan bukan?" tanya Yustaf tertawa.
"Aku tidak mengerti maksud mu!" ucap Zelvia ketus.
Yustaf terkekeh pelan, "Ya, saya mencintaimu nona! Sejak pertemuan kita waktu itu, aku memiliki pandangan dan sesuatu yang berbeda untukmu! Aku tahu, bahwa tubuhmu adalah tubuh spesial dan langka, karena itu aku ingin mengambil darahmu untuk mengobati kutukan yang ada dalam diriku, namun.. aku menyadari sesuatu, kutukan dalam diriku menghilang dengan sendirinya!" jelas Yustaf.
"Mendiang kakak ku pernah mengatakan, kutukan ini bisa hilang jika aku menemukan cintaku.." lanjutnya.
"Kutukan ku perlahan menghilang, itu karena aku sudah jatuh cinta padamu!" jelas Yustaf.
"Cinta? Bahkan kita baru bertemu beberapa hari yang lalu!" tegas Zelvia.
"Ha.. ya kau benar! Ini sangat aneh karena aku telah mencintai wanita yang padahal baru kutemui!" ucap Yustaf.
Flashback Yustaf
Saat itu, Yustaf berumur 35 tahun, umur yang terbilang "masih muda" oleh bangsa iblis.
Yustaf berlarian di taman kerajaan, ia bermain dengan kakaknya walau kakaknya masih tengah sibuk dengan buku-buku yang ia baca.
"Kakak, apa kakak tidak mau bermain denganku?" tanya Yustaf sambil cemberut.
"Kakak harus belajar, maaf ya nanti kakak pasti akan bermain denganmu, ok?" Zeen tersenyum pada adiknya, ia melanjutkan membaca bukunya.
"Auhhh...." desis Yustaf meringis kesakitan.
Zeen yang melihat adiknya pun segera berlari menuju sang adik. "Dik, kau tidak apa kan?" tanyanya cemas.
"A-aku tidak apa kak!" ucap Yustaf sambil tersenyum.
"Kau terluka lagi?! Bukankah kakak sudah bilang agar jangan berkeliaran!" hardik Zeen namun masih dengan senyuman lembut yang terukir di wajahnya.
"Maaf kak, aku tidak tahu.." Yustaf menunduk, ia merasa bersalah pada kakaknya.
"Walau tubuhmu kuat, tapi kau terlalu sensitif!" ucap Zeen.
__ADS_1
"Ayo kita menemui ibu!" ajak Zeen.
"Untuk apa kak?" tanya Yustaf tidak mengerti.
"Yustaf, apa kau tahu.. kau telah terkena serangan dari manusia, dan obat penyembuhan nya pun juga harus manusia!" jelas Zeen.
"Manusia?" tanya Yustaf.
"Manusia adalah bangsa atau ras yang sama dengan ibu. Salah satu cara menghilangkan luka ras iblis yang disebabkan oleh manusia adalah dengan adanya rasa 'cinta' " ucap Zeen.
Yustaf dan Zeen lalu pergi menemui sang ibunda tercinta.
Tok...tok...tok... diketuknya pintu kamar ibunya.
"Ibu, ini aku.. Zeen!" ujar Zeen dari luar.
"Uhuk...uhuk..," suara wanita tua yang sudah ringkih itu membuka pintu kamarnya.
"Zeen, Yustaf?" tanya wanita itu.
Karena ibu Zeen dan Yustaf adalah kalangan manusia, umurnya jadi tidak terlalu lama seperti ras iblis.
Sedikit cerita tentang Earlene ( Ibu kedua anak, Zeen dan Yustaf ).
Earlene Rosselina, wanita cantik yang terkenal dengan keramahan nya di kalangan bangsawan, baik dunia manusia maupun dunia iblis.
Grezhard memiliki kepribadian yang dingin dan angkuh, apalagi dengan manusia yang ia anggap kaum rendahan.
Namun, ia telah salah.. ia luluh pada seorang wanita cantik yang ia temui saat perang kedua antara iblis dan manusia, ditemuinya sosok wanita cantik yang telah luka karena perang itu, awalnya Grez hanya ingin mengurung si wanita untuk dijadikan sandera, siapa sangka ia malah jatuh cinta pada Earlene?!
Rasa cintanya pada Earlene melebihi apapun! Tetapi sangat disayangkan, Earlene bukanlah ras inti iblis maupun manusia, lebih tepatnya ia adalah gabungan dari keduanya. Setengah dari darah dagingnya adalah ras iblis, setengahnya lagi adalah ras manusia.
Gabungan antara ras iblis dan ras manusia dianggap "rendah" di kalangan keduanya ( manusia dan iblis ).
Kehadiran Earlene di kerajaan iblis sewaktu dulu tidak dianggap oleh keluarga Grez. Namun, perlahan keluarga Grez membuka hati mereka dan menganggap Earlene.
πΊπΊπΊ
Kembali Flashback Yustaf kecil dan kakaknya, Zeen..
"Ibu!" panggil Yustaf yang langsung memeluk tubuh lemah sang ibunda.
Yustaf mendapat keturunan Grez, ayahnya. Ia lahir dengan tubuh yang lebih dominan ke iblis.
Berbeda dengan Zeen kakaknya, ia menuruni tubuh Earlene yang setengah ras iblis dan setengah ras manusia.
"Hati-hati sayang," ucap Earlene lembut yang lalu mengusap kepala Yustaf.
__ADS_1
"Kenapa kalian kemari, putra-putraku?" tanya Earlene.
"Bu.. Yustaf diserang manusia tadi!" ucap Zeen langsung pada intinya.
Earlene terkejut mendengar hal itu, ia menatap sedih Yustaf. "Kau tidak apa kan nak?" tanya Earlene khawatir.
Earlene bukannya tidak menyukai ras manusia, namun ia tahu bahwa Yustaf lebih dominan ke ras iblis, jadi otomatis serangan dari manusia sangat berpengaruh padanya, persis seperti Grez. Tubuh Earlene lebih dominan pada manusia, ia jadi tidak terlalu berpengaruh pada serangan dari ras manusia.
"Aku tidak apa kok Bu, hanya sedikit sakit, hehe" jawab Yustaf tertawa kecil.
Earlene memeluk anaknya, "Ya tuhan, dia masih kecil.." tangisnya dalam benak hati tapi tidak terucapkan.
"Dia masih kecil, perlu ramuan darah manusia kalau ingin menyembuhkannya. Setelah dewasa, mungkin ia dapat menemukan cintanya dan luka seperti ini sangat mudah baginya untuk sembuh! Hanya ada satu cara--" batin Earlene.
"Yustaf, Yustaf sayang ibu?" tanya Earlene.
Yustaf mengangguk, "Tentu saja! Aku sangat menyayangi ibu!" ucapnya.
Earlene meneteskan air matanya, ia memeluk tubuh anaknya erat, perlahan luka di tubuh Yustaf pun menghilang karena cinta seorang anak pada ibunya.
Flashback End..
"Jadi?" tanya Zelvia menanyakan maksud Yustaf.
"Aku mencintaimu nona!" jelas Yustaf.
Zelvia menggeleng, "Kau iblis, dan aku manusia, kita mungkin tidak berjodoh!" ucap Zelvia menegaskan.
"Setelah semua yang telah kau lakukan pada manusia, aku tidak akan memaafkan mu! Di dunia ini.. dunia manusia, banyak manusia tidak bersalah dan masih baik, mereka bisa menghargai orang lain. Kau telah menghilangkan puluhan nyawa demi kesenangan dirimu, apakah itu pantas dibalas dengan sesuatu yang baik?" Zelvia tersenyum kecut.
Yustaf mengangguk, "Segel lah aku! Kelak, jika kita bertemu kembali di masa depan, aku tidak akan tahu apakah cinta itu masih sama atau malah berubah menjadi kebencian!" terang Yustaf.
Zelvia sempat ragu dengan keputusannya, tapi ia berdoa dan ia yakin bahwa apapun pilihannya, ia akan menanggung nya, apapun keputusannya, itu adalah keyakinan dirinya yang pasti.
Zelvia menarik nafas dalam-dalam, ia menghembuskan sihir dari mulutnya dan tangannya ikut mengeluarkan sihir, rasa campur aduk dalam benak hatinya masih tertanam, tapi mau bagaimana lagi? Ini adalah keputusannya yang sudah pasti.
"Untuk terakhir kalinya aku mengatakan, AKU MENYEGEL TUBUH DAN KEKUATAN MU, YUSTAF KEIDERTH BELIOS!" teriak Zelvia.
Wushh...wushh... pancaran sihir membuat tempat itu penuh dengan cahaya, darah mengalir bersamaan dengannya.
Zelvia duduk bersimpuh, dilihatnya serpihan cahaya Yustaf. Yustaf telah tersegel!
"Maaf, tapi ini demi kebaikan semua orang, Yustaf.." Zelvia menunduk, ia terduduk lemas dengan energi yang telah habis.
Zelvia memegang kepalanya sesaat, ia merasakan ada beban berat di atas kepalanya. Tak lama setelah itu, ia pingsan di tangan Clez yang sudah sigap membantu nonanya itu.
"Aku akan selalu mendukung keputusan mu, nona!" batin Clez tersenyum.
__ADS_1