
Zelvia dan wanita itu keluar dan menghampiri Minhao. Zelvia yang masih membawa jubahnya segera memasukkan jubahnya ke dalam tas selempang yang ia bawa.
"Hem, kalau seperti ini, apa sudah boleh masuk?" tanya Zelvia.
Minhao mengangguk, "Lebih baik masuk secara baik-baik, agar tidak dicurigai!" ujar Minhao.
Zelvia berjalan berdampingan dengan Minhao. Mereka memasuki gerbang utama serikat perdagangan Mue Wan.
"Permisi, apa anda adalah tamu undangan? Dimohon tunjukkan kartu undangan anda sebelum masuk." tanya pengawal yang berjaga disana.
"Aku adalah Minhao, apa kau tidak mengenaliku?" ucap Minhao menyahut.
"Tu-tuan Minhao?" seorang pria yang merupakan teman dari pengawal tadi menghampiri Minhao dan membungkuk hormat. "Salam tuan," ucapnya.
"Apa aku boleh masuk?" tanya Minhao dengan tatapan tajam.
"Ehm, tentu saja boleh tuan," jawab pengawal itu.
"Kedudukan Minhao disini memang bukan main-main," batin Zelvia.
__ADS_1
Saat Minhao masuk, kedua mata pengawal itu tidak sengaja mengangkap keberadaan Zelvia.
"Lalu, siapa nona ini?" tanyanya.
"Dia adalah saudariku," jawab Minhao.
Pengawal itu agak tersentak, ia mempersilakan Minhao dan Zelvia agar masuk ke dalam.
"Sepertinya, Kota Tersevane ini lebih identik dengan budaya tradisional," gumam Zelvia pelan.
"Ah, Tuan Minhao!" teriak seorang pria dengan pakaian mewah dan elegan. Ia adalah putra dari pemilik Serikat perdagangan Mue Wan, yang juga merupakan kakak dari Xie Ra. Pria itu bernama Aaron.
"Haha, Tuan Aaron, lama tidak bertemu!" sapa Minhao ramah.
"Bagaimana kalau kita berbincang dahulu? Sudah lama sekali lho kita tidak berbincang," ajak Aaron dengan senyum ramahnya.
Minhao melirik Zelvia sekilas, ia lalu berucap pelan yang ditunjukkan untuk Zelvia.
"Nona, anda pergilah menyelinap ke dalam, aku akan tangani hal yang diluar, percayakan padaku!" ucap Minhao.
__ADS_1
Zelvia mengangguk paham, setelah kepergian Minhao dan Aaron dengan tujuan berbincang, Zelvia segera mengendap-endap masuk ke dalam serikat perdagangan Mue Wan. Karena, kebetulan Hans dan tunangannya, Xie Ra juga ikut serta dalam perayaan ulang tahun ini.
Zelvia agak ragu untuk masuk ke dalam, karena penjagaan diluar kediaman sangat ketat. Zelvia lalu bersembunyi di balik pohon dan semak-semak, ia mengeluarkan cahaya sihir dari tubuhnya.
Para pengawal yang melihat kejanggalan di dalam semak segera berlari kesana. Hal itu dimanfaatkan Zelvia untuk masuk ke dalam dengan mengalihkan perhatian para pengawal sesaat.
Setelah beberapa menit, Zelvia akhirnya berhasil masuk ke dalam kediaman. Namun, sama halnya dengan tadi, penjagaan tentu saja sangat ketat.
Tapi, dengan kemampuan Zelvia, ia berhasil menerobos masuk ke dalam tanpa sepengatahuan para pengawal tersebut.
"Dimana Hans dan tunangannya itu sekarang? Huft.." gumam Zelvia.
Zelvia terus saja mencari-cari Hans dan tunangannya. Tapi nihil, mereka tidak ditemukan, entah dimana mereka saat ini.
Namun, sebuah suara membuat Zaskia mendapat suatu petunjuk.
"Sayang, seandainya tunanganku adalah kamu.." suara seorang pria yang terdengar serak, dan suara wanita yang terdengar manja dan lemah lembut terdengar di telinga Zelvia.
Zelvia segera berjalan mencari sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Ssshtt, pelankan suaramu, aku tidak ingin hubungan kita ketahuan!" ucap pria itu.
Degg! Zelvia tergencang melihat seorang wanita dan pria yang tidak lain adalah Hans, sedang berduaan di dalam kamar sambil berpelukan. Wanita itu bergelayut manja di lengan Hans, sementara Hans memeluknya dengan hangat sambil mencium pipi wanita itu.