
"Apa yang mau kau lakukan? Bukannya sudah kubilang aku tidak mempunyai hubungan apapun dengannya!" Marah Clez pada lelaki itu.
"Heh cantik.... jelas-jelas dia berhutang padaku, dia mengatakan untuk memberi kan dirimu untukku. Apa yang perlu dipermasalahkan lagi?" Tanya nya dengan air liur yang menetes di mulutnya.
"Sini kau!!" Kesal lelaki itu menarik lengan Clez.
"Awww"
"Berhenti!" Teriak Zelvia
"Ada apa? Berani sekali kau teriak padaku! Kurang ajar!" Kesalnya.
"Berani? Kau sendiri lebih berani berbuat nekat pada wanita tapi malah marah? Sungguh lelaki murahan" Ejek Zelvia.
"Kau" Lelaki itu marah dan melayangkan tangannya di hadapan Zelvia dengan maksud menampar Zelvia.
"Berhentilah! aku sudah bilang itu semua tidak ada hubungannya denganku!" Tegas Clez marah.
"Clez... sebenarnya ada apa ini? Kenapa dia mengejarmu? Sekalipun ia mabuk, tapi.... omongan nya terdengar serius. Apa kau mempunyai masalah?" Tanya Zelvia lembut.
"Nona....panjang masalah nya, hiks...hiks" Tangis Clez.
"Hah.... baiklah, kita akan membicarakan nya nanti"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan lelaki itu?" Tanya Clez.
"Tenang saja, aku akan mengurusinya"
"Pengawal! seret orang mabuk ini keluar!" Teriak Zelvia pada salah satu pengawal istana.
"Baik Lady" Jawab pengawal itu dengan hormat.
"Apa yang mau kau lakukan? Apa kau tidak tahu, aku adalah anak dari Count Mendesia, jangan macam-macam kau?!"
"Anak Count Mendesia? Aduh...aku yang mendengar nya jadi takut deh" Kata Zelvia dengan wajah pucat.
"Heh...karena kau sudah tahu, cepat lepaskan aku!"
"A...anda? Anda anak Duke Calliorest?" Kata lelaki itu takut.
"Kalau sudah tahu, diamlah. Omongan mu itu sangat berisik sampai-sampai telingaku lelah. Pengawal, cepat bawa dia keluar" Kata Zelvia
Pengawal itu menyeret lelaki itu dan membuangnya keluar. Sementara itu, Zelvia bingung apa yang sebenarnya terjadi pada pelayan kesayangan nya itu.
"Clez...memang apa yang terjadi sampai kau dikejar-kejar oleh putra Count Mendesia?"
"Nona, selama ini saya tidak pernah memberi tahu apapun tentang keluarga saya, sebenarnya itu karena saya dibuang oleh keluarga saya sedari kecil" Kata Clez murung.
__ADS_1
"Apa? Kenapa memangnya?"
"Itu karena ibu saya meninggal. Saya dianggap orang yang membunuh ibunya. Padahal itu hanya alasan semata kenapa ayah kandung saya membenci saya. Sebenarnya ayah sudah muak pada ibu, itu yang kutemukan di diary ibu yang menceritakan banyak kisah pilunya. Alasan ayah saya seperti itu karena seorang wanita yang sekarang sudah menjadi Viscountess Eirmal yang merupakan keluarga saya. Ia membuang saya yang ibunya hanya wanita miskin, sangat jauh jika dibandingkan dengan ibu tiri saya!" Jelas Clez.
"Lalu, masalah tentang hutang itu...." Ucap Zelvia ragu.
"Hah....Ayah saya sangat suka berjudi. Sudah bolak-balik kuingatkan dari aku masih kecil, tapi ayah tidak mau menurut. Akhirnya...ia memiliki hutang dimana-mana. Sampai sekarang pun, mungkin ia memiliki banyak hutang!" Kesal Clez.
"Tapi nona...apakah pantas, orang yang sudah membuang anak kandung nya dan menghapus data anak kandungnya itu lalu mengganti posisi itu sebagai anak tirinya? Dan sekarang...untuk melunasi hutang-hutang nya, ia malah menjual saya. Menjijikan!!" Jelas Clez
"Hmmm....iya Clez" Sahut Zelvia lembut.
"Hah..... Aku tahu perasaan dibuang oleh keluarga, sama seperti Clez. Sebelum terlahir kembali menjadi putri Duke, aku tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang. Ibuku sudah meninggal sejak aku kecil. Ayahku juga lebih mempercayai istri barunya dibandingkan anak kandung sendiri" Batin Zelvia sedih.
"Nona?"
"Ah iya maaf. Emmm....Clez, besok kita ke kediaman ayahmu ya!" Pinta Zelvia.
"Boleh saja nona. Tapi...."
"Tenanglah, ada aku😊" Seru Zelvia pada Clez.
"Baik nona☺️"
__ADS_1