Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 94. Aku bukan sahabatmu lagi! [ FLASHBACK ]


__ADS_3

"Heh, sepertinya kali ini akan bertambah korban ku," batin Hans.


Hans mengajak Rong dan Sera untuk masuk ke dalam restoran, ia memberikan kedua orang itu makanan gratis di restorannya.


Sementara, di Restoran Wers, Riel dan Leo sedang cemas memikirkan kedua sahabatnya yang masih ada di restoran.


"Riel, bagaimana ini? Sera dan Rong.. mereka masih ada disana!" ucap Leo cemas, ia menundukkan kepalanya.


"Sera dan Rong sudah tahu jalan pulang kesini, tapi kenapa mereka belum datang juga? Akhhh..." ujar Riel frustasi.


Leo menepuk bahu sahabatnya itu, ia menghibur dan menenangkan Riel.


"Hari sudah siang, pasti banyak pelanggan yang berdatangan! Kita urusi pelanggan dulu baru kita cari Sera dan Rong ya!" ucap Leo.


Riel menepis tangan Leo, baginya.. sahabat lebih penting daripada saudara. Apalagi ia juag sangat mencintai Sera lebih dari sahabat. Selama ini, ia mencintai Sera namun ia belum mengatakan hal itu takut hubungan persahabatan mereka hancur.


Riel berlari keluar, ia ingin mencari Sera dan Rong.


"Riel, tunggu!" ucap Leo.


Leo bergeleng melihat kelakuan Riel sahabatnya, ia mengambil kunci dan mengunci pintu restoran itu. Leo mengejar Riel dengan susah payah sampai ke restoran Hans.


"Huhh akhirnya sampai juga!" ucap Riel lega, begitupun Leo.


"Permisi pak, apa anda melihat seorang perempuan yang dikuncir dan memakai baju warna biru disini? Ah.. satu lagi, dia memakai kalung berbentuk hati!" tanya Riel detail pada pria paruh baya di dekat restoran Hans.


"Oh, saya melihatnya masuk ke dalam restoran itu bersama kedua lelaki tadi," ucap pria itu dan berlalu.


Riel dan Leo saling pandang, mereka berlari ke dalam restoran untuk mencari kedua sahabatnya.


Krekk... pintu restoran itu dibuka.


Mata Riel langsung tertuju pada rambut yang dikuncir. Ya, itu pasti Sera! itulah pikirannya.


Riel berlari ke arah Sera, diikuti Leo di belakangnya. Namun, belum sampai ia menghampiri Sera, matanya terbuka lebar saat melihat Sera sedang berpelukan dengan pria lain, bahkan pria itu juga mencium pipi Sera dan rambut hitamnya. Disana Sera juga telrihat menikmati hal itu.

__ADS_1


Hati siapa yang tidak sakit, melihat sahabat sekaligus orang yang ia cintai sedang berpelukan mesra di hadapannya?


Di arah lain, Leo juga terkejut melihat Rong yang sedang berciuman dengan pelayan disana.


"Leo!" panggil Riel.


"Riel!" panggil Rong.


Mereka memanggil nama sahabatnya kompak.


Wajah mereka sendu, mereka duduk bersila dibalik tembok.


"Apa itu sahabat kita, Leo?" tanya Riel sedih.


"Iya Riel, mereka sudah berbeda!" Leo tersenyum pahit.


Riel dan Leo menghampiri dua sahabatnya, mereka meminta penjelasan pada Rong dan Sera.


"Kau sudah melihatnya bukan? Tidak perlu ada penjelasan lagi!" ucap Sera.


"Kalian..." Riel terdiam dan menghentikan kata-katanya.


Hans mengangguk, tanda membenarkan perkataan Sera.


"Sera, ayo pulang! Mereka berbeda denganmu! Aku yakin, kamu hanya dijadikan alat oleh Hans!" nasehat Riel.


Sera bangkit dari duduknya, ia menampar pipi Riel keras.


PLAKKK...


"Jangan lagi kau menghina Hans!" tegas Sera.


"Pengawal, tangkap mereka!" teriak Hans pada pengawal-pengawal nya.


Dua orang pengawal datang, mereka menyeret lengan Leo dan Riel keluar.

__ADS_1


"Aku bukan sahabatmu lagi, Rong..Sera!" ucap Riel dan Leo tegas.


Belum cukup seperti itu, Hans mengambil alih restoran Riel dan membuat mereka menjadi miskin dan tinggal di jalanan.


Mengapa Hans melakukan itu? Sebenarnya tidak ada unsur benci, dendam, ataupun semacamnya. Hanya saja, Hans yang dari kecil sudah mempunyai sifat sombong, angkuh, dan percaya bahwa dia adalah orang dengan derajat paling tinggi diantara lainnya. Sifatnya yang tertanam dari kecil itu membuatnya semena-mena dan tidak ingin ada orang yang lebih sukses darinya. Semua perusahaan kecil ia beli dan ambil alih.


*****


Hingga saat itu tiba, saat dimana menteri bertemu Riel dan mengetahui bahwa Riel adalah anak kandungnya, membawa Riel ke kediaman menteri bersama Leo. Riel dijadikan pangeran, sementara Leo menjadi pengawal pribadi yang sangat setia pada Riel.


Mengetahui hal itu, Hans menjadi takut dan meminta maaf pada Riel, begitupun Rong dan Sera.


Namun, permintaan maaf itu ditolak mentah-mentah oleh Riel.


#END FLASHBACK#


Setelah mendengar cerita Riel, Zelvia kembali berfikir.


"Lalu, maksudmu kemari untuk balas dendam?" tanya Zelvia pada Riel.


"Ya, aku ingin balas dendam pada Hans, orang yang telah membuatku kembali miskin dan kehilangan pekerjaan ku! Apa kau tahu, pekerja yang aku gaji juga jatuh miskin karena nya!" ucap Riel kesal.


"Tapi mengapa rumor mengatakan kalian itu bersahabat?" tanya Zelvia heran.


"Ayahku dan ayah Hans memiliki hubungan yang cukup baik. Maka dari itu aku dan Hans jadi sering bertemu, entah siapakah yang menyebar rumor itu. Tapi yang jelas, aku tidak akan pernah memaafkan Hans!" imbuh Riel.


"Ya aku tidak peduli masalahmu dengan Hans, namun bagaimana dengan pekerja lainnya? Apa kamu tega membuat para pekerja jatuh miskin seperti pekerjamu dulu? Padahal, mereka sama sekali tidak bersalah, hanya Hans yang mempunyai kesalahan padamu bukan?!" tanya Zelvia sambil menjelaskan.


Riel menunduk, "Haha, terima kasih nona!" ucapnya.


"Maksudmu?" tanya Zelvia.


"Berkat kau, aku jadi tidak ingin memecat pekerja disini! Sekarang aku tahu, para pekerja itu tidak salah, hanya Hans yang salah!" ucap Riel.


"Tapi bagaimana? Sudah terlambat, karena surat yang dikirim adalah surat penetapan. Penginapan ini akan tetap berada di tangan Hans!" lanjutnya putus asa.

__ADS_1


Zelvia menepuk bahu Riel pelan, "Kalau masalah itu serahkan saja padaku!" ucap Zelvia.


"Ya walau agak ceroboh sih, tapi tidak akan aku biarkan penjahat hidup bahagia di dunia ini!" batin Zelvia tersenyum sinis.


__ADS_2