
"Terima kasih," ucapan itu membuat Zelvia tersentak kaget.
Rubah itu mengucapkan terima kasih yang tulus pada Zelvia karena telah menyelamatkan dirinya.
"K-kau.." ucap Zelvia pelan.
"Haaah, kau pasti kaget ya?" tanya rubah itu.
Rubah tersebut berdiri dan memunculkan cahaya putih di sekitarnya, tak lama setelahnya, ia berubah menjadi seorang manusia cantik nan anggun.
"Halo, nona!" sapa rubah yang telah menjadi seorang wanita itu.
Zelvia masih terdiam dan melihat tubuh manusia cantik itu dari atas sampai ke bawah.
"Sudah kuduga, dia adalah siluman!" ucap Rero.
Zelvia kembali tersentak mendengar ucapan Rero, ia masih belum percaya sosok yang berada di hadapannya.
"Perkenalkan, namaku Gresya, siluman rubah yang menempati hutan spirit ini." ucap Gresya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Zelvia.
Zelvia hanya tersenyum kikuk dan menjabat tangan Gresya.
"Ah, siapa namamu?" tanya Gresya ramah.
"Zelvia," jawab Zelvia sambil tersenyum tipis.
"Ayolah, jangan bersikap seperti itu! Apa kau tahu, ini pertama kalinya aku seperti ini pada manusia setelah bertahun-tahun lamanya!" ucap Gresya.
Gresya menggandeng tangan Zelvia dan mengajaknya untuk keluar dari dalam sana.
"Ayo!" ajaknya.
Zelvia mengangguk, namun suatu benda membuatnya sedikit terganggu.
Kedua mata Zelvia membulat sempurna saat melihat ekor Gresya, 'rubah ekor sembilan' itulah pikirannya.
Rubah yang melegenda dan sering terdengar di mitos-mitos. Di kehidupan sebelumnya, Zelvia juga pernah mendengar dan membaca buku dengan artikel rubah ekor sembilan, si hewan mistis yang melegenda.
Setahu Zelvia, roh siluman rubah adalah entitas rubah mitos yang berasal dari mitologi Tiongkok yang merupakan motif umum dalam mitologi Asia Timur. Dalam cerita rakyat Asia Timur, rubah juga digambarkan sebagai roh yang memiliki kekuatan gaib.
"Kamu..." ucap Zelvia yang kemudian dipotong oleh Gresya.
"Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu! Kau kan telah menyelamatkanku," ucap Gresya.
__ADS_1
Zelvia melepas genggaman tangannya dari Gresya, ia lalu menatap Gresya dengan serius. "Katakan, siapa dirimu sebenarnya!" ucap Zelvia.
Gresya menampilkan senyum manis di wajahnya. Konon, katanya siluman rubah memang mempunyai wajah yang cantik jelita untuk memikat para pria.
"Apa kau berpikiran yang tidak-tidak padaku?" tanya Gresya yang lalu mendekati wajahnya pada Zelvia.
Hush..hush... Gresya mengendus bahu Zelvia. "Baunya seperti.." gumam Gresya.
"Kenapa di dekat tubuhmu tercium bau hewan sihir yang sangat kuat?" tanya Gresya curiga.
"Apa... apa yang dia katakan? Tidak mungkin kan kalau dia.. mengetahui tentang Rero?" batin Zelvia khawatir.
Rero mengepakkan sayapnya, "Jangan khawatir, nona! Sekuat-kuatnya dia, ia tidak akan bisa melihat wujudku!" ucap Rero meyakinkan.
Zelvia bernapas lega mendengar ucapan Rero, ia lalu mendorong tubuh Gresya pelan agar menjauh dari tubuhnya.
"Jangan mengganti topik pembicaraan, katakan siapa kamu?!" tanya Zelvia untuk kedua kalinya.
Gresya bergeleng, ia lalu tersenyum tipis menatap Zelvia. "Baiklah, jika nona ingin mengetahui siapa diriku, aku akan menjelaskannya. Asal... nona bisa menjaga rahasia ini! Bagaimana? Apa persyaratan ini bisa disetujui?" tanya Gresya.
Zelvia menganggukkan kepalanya, "Aku setuju!" ucapnya lantang.
Gresya menatap bola mata Zelvia, tampak kejujuran yang ia lihat. Gresya pun mengangguk dan mulai menjelaskan.
"Jadi benar.." gumam Zelvia.
"Eitss, tapi aku berbeda! Tidak seperti yang sering dikatakan oleh legenda dan mitos." lanjut Gresya.
"Dari kecil, aku tumbuh besar disini, namun baru kali ini ada manusia yang berhasil menyerangku diam-diam seperti tadi!" tambahnya sambil mengendus kesal.
"Oh ya, apa sampai sini ada yang ingin nona tanyakan padaku?" tanya Gresya, dan disahut dengan gelengan kepala oleh Zelvia.
"Jangan cemas, aku ini rubah yang lumayan baik. Lagipula, nona telah menyelamatkanku, mana mungkin aku mencelakai dan berbuat buruk pada nona!" ucap Gresya dengan tatapan meyakinkan.
Zelvia kembali menatap manik mata Gresya yang berkilau itu, ia akhirnya menganggukkan kepalanya dan memutuskan untuk mempercayai Gresya.
Gresya menghentikan langkah Zelvia dengan berdiri tepat di hadapan Zelvia. Gresya lalu mengeluarkan cahaya kebiruan yang terkumpul menjadi cahaya berbentuk bulat sempurna.
"Ambillah inti sihir saya, nona!" ucap Gresya.
Zelvia terkejut dan menatap Gresya tidak percaya. "Kenapa kau memberikan inti sihirmu sendiri padaku?" tanya Zelvia bingung.
Gresya mengulas senyum manis di wajahnya, "Walau aku tidak bisa memberikan keseluruhan inti sihirku, tapi setidaknya ini bisa berguna, kekuatannya lumayan. Selain itu, hal seperti ini tidak akan cukup untuk membalas budi nona!" jelas Gresya.
__ADS_1
"Kau yakin?" tanya Zelvia. Gresya mengangguk, "Tentu" sahutnya.
Setelah memberikan inti sihirnya, Gresya merubah dirinya menjadi manusia sempurna agar tidak ada yang curiga karena ekor sembilan nya.
"Nona, kemana kau akan pergi? Apa nona ingin aku tunjukkan hewan spirit yang memiliki banyak inti sihir?" tanya Gresya.
"Aku akan berkeliling sebentar untuk melihat sesuatu yang mungkin akan berguna!" jawab Zelvia.
Kedua bola mata Gresya pun berbinar, ia menarik lengan Zelvia dan mengajaknya ke suatu tempat.
"Zeze, apa dia memang bisa dipercaya?" tanya Rero sambil terbang mengikuti Zelvia.
"Kita lihat saja dulu!" jawab Zelvia dalam komunikasi pikiran.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Setelah cukup lama berjalan, Zelvia akhirnya diperlihatkan pemandangan indah dan jernih. Sungai yang mengalir, pohon rindang yang daunnya berterbangan akibat angin yang berhembus kencang.
"Lihat!" ucap Gresya.
Zelvia tersenyum, ia kagum dengan pemandangan di sekitar nya.
"Tempat apa ini?" tanya Zelvia.
"Walau terlihat seperti pemandangan biasa, tapi tempat ini cocok untuk pelatihan. Apalagi, jika anda berendam di sungai itu, maka tingkatan anda akan meningkat secara tidak sadar, dan jika ada bagian tubuh anda yang terluka, maka akan sembuh jika berendam disana!" jawab Gresya menjelaskan.
"Jadi begitu," sahut Zelvia dengan kagum.
"Bagaimana kalau anda mencoba untuk berendam di sungai itu? Tenang saja, disini sepi dan tidak akan ada pria yang datang!" tawar Gresya.
Zelvia yang memiliki ketertarikan yang tinggi pun mengangguk dan mengiyakan. Sebelum itu, ia memutus hubungan antara Rero dengannya terlebih dahulu, biar bagaimanapun juga.. Rero adalah hewan pria, ia mempunyai kemampuan khusus yang berbeda dari hewan biasa.
Zelvia duduk di pinggiran sungai, ia memasukkan kakinya ke dalam air. "Segarnya!" ucap Zelvia.
"Ambil ini!" ucap Gresya sambil menyodorkan sebuah kain yang nantinya akan digunakan layaknya handuk untuk berendam di dalam sungai.
"Aku menyukai sungai ini, jadi setiap aku berubah menjadi manusia, aku akan berendam di sungai ini dengan melibat kain ini di tubuhku" jelas Gresya.
Zelvia mengangguk, merekapun berendam di sungai dengan hanya memakai kain yang menutupi dari dada sampai atas lutut. Toh, disana tidak ada siapapun, karena di depannya juga ada gerbang yang hanya bisa dibuka oleh Gresya.
*****
Selang beberapa jam, Zelvia dan Gresya keluar dari sungai dan kembali memakai pakaian mereka, Zelvia pun menyambungkan kembali komunikasi antara Rero dengan dirinya.
__ADS_1
"Bau ini.. kenapa kembali tercium?" gumam Gresya.