Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 65. Surat dari Istana


__ADS_3

"Nona...nona...bangunlah!" Panggilan itu membuat Zelvia kembali membuka matanya.


"Nona, kenapa anda tidur di rerumputan ini tanpa alas? Cepatlah bangun nona! Anda bisa masuk angin nanti" pinta Clez khawatir.


"Ah iya, maaf" Sahut Zelvia.


Clez mengambilkan karpet empuk di atas rerumputan. Ia juga meletakkan keranjang yang berisi cemilan dan buah-buahan di atas karpet.


"Nona, silahkan dinikmati!" Ujar Clez tersenyum.


Zelvia mengangguk dan mengambil buah apel di keranjang itu, ia menggigit buah itu sedikit demi sedikit.


"Oh ya nona, ngomong-ngomong...pengawal pribadi anda cukup kuat juga ya" Ucap Clez.


"Kau tahu itu darimana?" Tanya Zelvia bingung.


"Eumm..tadi aku mengunjungi Pengawal Aren.. dirinya seperti terluka parah!" Balas Clez terbata-bata.


"A-apa? terluka parah?!" Zelvia terkejut.


Clez mengangguk, "iya benar nona!" Ucapnya menunduk.


"Clez... lalu bagaimana keadaan nya sekarang?" Tanya Zelvia kembali.

__ADS_1


"Kata para pengawal, dia sudah sembuh tadi setelah disuntik pingsan beberapa menit lalu" Jelas Clez.


"Hah... syukurlah" Ucap Zelvia lega.


"Pengawal Ren dulu pernah terkena berbagai racun dari negara musuh. Ia juga pernah hampir punah di medan perang untuk melindungi ayah!" Ucap Zelvia.


Degggg....jantung Clez berdetak kencang. Ia berpikir.... tindakan nya tadilah yang membuat luka lama itu kembali Aren rasakan. Saat meninggalkan Aren tadi pun, ia seperti acuh tak acuh seraya memberikan daun obat yang sudah di tumbuk tadi.


"Apa aku harus minta maaf padanya?" Batin Clez.


"Clez, kenapa wajahmu seperti itu? apa ada masalah?" Ucap Zelvia bertanya.


"Ti-tidak ada nona!" Sahut Clez menggeleng.


"Ya Erdon, ada apa?" Tanya Zelvia.


"Ada surat dari istana kerajaan untuk anda, tapi pengirimnya tidak diketahui namanya!" Ucap Erdon.


"Coba sini berikan padaku!" Balas Zelvia.


Erdon mengangguk, ia memberikan surat itu pada Zelvia beserta pena dan kertas jikalau saja Zelvia membutuhkannya saat membalas surat itu.


Malam nona...apa kabar? Surat ini kutulis malam jadi mungkin saja nona menerimanya saat pagi tiba! Nona...anda sudah pasti tahu saya siapa kan? Nona...yang jelas saya ingin memberi tahu keadaan istana tepatnya pada Nona Nuriel dan putra mahkota.

__ADS_1


Keadaannya sih tidak terlalu baik, Nona Nuriel dan putra mahkota sedang cemas karena penolakan nona secara terang-terangan pada mereka. Kabarnya, putra mahkota juga sedang ingin ke istana kerajaan untuk mengadukan dan memohon manja pada ayah tersayangnya itu..


Pokoknya, anda harus lebih berhati-hati ya nona! Jaga kesehatan dan jangan lupa makan dan tidur yang teratur ya nona!


Terimakasih.


Itulah isi bacaan surat yang ditujukan untuk Zelvia. Meski tidak ada nama, tapi Zelvia yakin itu adalah Caily yang bisa dibilang sudah "lumayan patuh" pada Zelvia. Biar bagaimanapun, bagi Caily Nuriel juga merupakan saingan nya karena dekat dengan Pangeran Hard.


"Nona, siapa orang ini sebenarnya?" Tanya Clez penasaran.


"Coba kau pikir dari kata-katanya tersebut!" Jawab Zelvia.


Hanya perlu beberapa detik Clez berpikir, ia langsung sadar siapa pengirim anonim itu.


"Caily kah?" Tanya Clez kembali.


Zelvia mengangguk, "Kau memang pintar!" puji Zelvia pada Clez.


Zelvia meletakkan pena dan kertas di karpet. Ia juga membuang surat dari Caily serta membakarnya dengan alat sihir api yang diberikan Ester ( Ayah Zelvia ) pada Zelvia.


"Apa nona tidak ada rencana membalas surat Caily?" Tanya Clez bingung.


"Tidak perlu! Jika aku membalasnya dan mengirim kan nya ke istana, bisa jadi bukan Caily yang membacanya, tapi orang istana lainnya. Kita harus bertindak hati-hati dan tidak boleh sampai ketahuan!" Sahut Zelvia

__ADS_1


__ADS_2