Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 106. Cerita Aluna


__ADS_3

"Nyonya Aluna sangat menyayangi anda, setiap pergi untuk acara perjamuan mewah, Nyonya Aluna begitu mengagumi anda pada teman-temannya, aku ingat itu!" jelas Clez.


"Walau aku sudah tahu sifatnya yang baik karena akulah penulis novel ini, tapi tetap saja aku terharu Zelvia bisa mempunyai ibu yang sangat baik padanya meski dia antagonis." batin Zelvia.


"Clez, bisakah kau memberi tahuku beberapa informasi spesial mengenai ibuku? seperti.. apakah ibuku mempunyai sihir atau kekuatan spesial?" tanya Zelvia.


Degg! Jantung Clez berdebar kencang, ia menunduk dan terdiam.


"Ada apa Clez? Katakanlah!" ucap Zelvia menegaskan.


Clez menatap lirih Zelvia, ia menggenggam erat kedua tangan Zelvia dengan tangannya.


"Nona, berjanjilah untuk tidak memberitahu hal ini sebelum anda bertemu dengan ibu anda, semisal ia masih hidup.." ucap Clez dengan derai air mata yang membasahi pipi dan kelopak matanya.


"Ibu.. masih hidup?" tanya Zelvia heran.


Clez tertunduk lemah, ia menatap iba Zelvia.


"Aku belum tahu pasti hal itu nona!" ucap Clez sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana kau bisa tahu ibu masih ada kemungkinan untuk hidup?" tanya Zelvia kembali.


"Waktu itu, saya pernah menguping obrolannya dengan penjaga perpustakaan di Kediaman Calliorest" ucap Clez yang membuat Zelvia terkejut.


"Pak Qio..!" batin Zelvia.


{ Pak Qio adalah penjaga perpustakaan di kediaman Calliorest, penjelasan lengkapnya ada di episode 24 ya }


"Waktu itu aku tergolong masih kecil, jadi tidak terlalu tahu masalah seperti itu, hanya saja.. ahl itu masih teringat di pikiranku!" ujar Clez.


#FLASHBACK ON


"Jika kehadiranku akan membawa keburukan dan kesialan untuk keluarga ku, aku lebih baik pergi dari sini! Aku menyayangi mereka, maka dari itu aku tidak akan tega membiarkan mereka terluka!" ucap ibu Zelvia yang bernama Aluna itu lirih.


"Hiks... tapi nyonya, bagaimana dengan Nona?" tanya Pak Qio dengan tangis yang membasahi wajahnya.


Aluna menepuk bahu Pak Qio pelan, "Masih ada Ester suamiku, dia pasti akan menjaga Zelvia! Dan juga.. saya meminta tolong jika Pak Qio berkenan, tolong jaga anak saya, Zelvia!" ucap Aluna yang membuat Pak Qio semakin menangis.


"Apa anda yakin akan pergi? ini terlalu berbahaya, anda bisa saja terbunuh!" ucap Pak Qio dengan tangisan yang menyeruak.

__ADS_1


"Haaah.." Aluna menghela nafas panjang, ia lalu menatap langit dengan tatapan sendu.


"Aku masih hidup ataupun tidak sudah takdirnya! Jadi.. kalau aku meninggal pun aku tidak akan menyesal karena bisa menyelamatkan keluarga kecilku," ucap Aluna.


Aluna meneteskan air matanya perlahan, ia tak percaya bahwa dirinya harus pergi meninggalkan keluarga tercinta.


"Batas waktu aku di kediaman ini tinggal sebentar, sepertinya aku harus menghabiskan waktu ku dengan keluarga!" Aluna menyeka air matanya, ia tersenyum.


"Sekte itu pasti ingin merebut putri anda juga, saya tidak yakin kalau kepergian anda itu bisa membuat mereka menyerah!" ucap Pak Qio.


#FLASHBACK END


Itulah yang dijelaskan Clez, ia sangat mengingat hal itu karena ia tahu ada yang mengincar nonanya, tapi waktu itu pemikirannya masih polos dan hanya agak curiga.


"Sekte? Sekte apa itu? Dari penjelasan Clez, sepertinya sekte itu sudah lama menunggu kehadiranku ya.." batin Zelvia.


Zelvia tersenyum licik, ia lalu berdiri dan melakukan sedikit pemanasan.


"Ahh lelahnya!" ucapnya.

__ADS_1


"Entah darimana sekte itu, suatu saat nanti aku pasti akan bertemu dengan sekte yang sudah lama mengincar ku itu!" batin Zelvia tersenyum


__ADS_2