
"Ini saya Yang Mulia..." Ucap Nuriel dari belakang
"Kau siapa? aku tidak mengenalmu! orang dari mana kau! berani sekali tidak memberi salam pada Tuan Putri" Jawab Putri Cintia tegas.
"Tapi Yang Mulia, saya akan menjadi kakak ipar anda nanti. Apakah tidak sopan jika anda meminta kakak anda untuk memberi salam?" Kata Nuriel kesal.
"Siapa ya dia? Aku saja yang teman nya Tia, memberi salam padanya. Tapi dia berani bersikap lancang pada Putri. Dan berkata bahwa akan menjadi kakak ipar Tia. Hmmm...biar kuteliti dulu ciri-cirinya, rambut Merah cerah, mata biru tua. Ah...jangan² dia Nuriel!!!" Kata Zelvia dlm hati.
"Hei...Si penggoda! kau pikir kau pantas menjadi kekasih kakak ku? Aku menolak pertunangan Kakak Hard dan Nona Calliorest, bukan berarti aku merestui hubungan kalian! kuperingatkan ya sekali lagi....jangan dekat² dengan kakakku, kalau tidak kau akan merasakan akibatnya!" Ucap Putri Cintia sambil marah.
"A...adegan macam apa ini? Kenapa aku merasa kalau aku yang menjadi protagonis dan Nuriel adalah antagonis nya?! Akh...kenapa begini sih? Aku kan tidak ada niat untuk menikah kembali dengan cowok yang di masa depan akan membunuhku dengan bengis!" Kata Zelvia dlm hati kebingungan.
"Pergi!" Tiba-tiba Putri Cintia menyuruh Nuriel pergi.
"Ya... pergi kau! ini pembicaraan pribadi ku dengan Yang Mulia!" Kata Nuriel yang malah menyuruh Zelvia pergi.
"Heii.... apa-apaan kau menyuruh Nona Zelvia pergi! yang aku suruh pergi itu kau! pergi sana dasar ******!" Putri Cintia mulai tidak tahan lagi dan ingin memukul wajah Nuriel. Tapi untung saja Zelvia menghentikan itu.
__ADS_1
"Sudah Tia....kita tidak perlu berbicara lagi dengannya! Jika kita meladeninya, maka hanya akan menguras tenaga kita! orang seperti itu tidak perlu diladeni!" Zelvia kesal pada sikap Nuriel itu. Awalnya ia mencoba menahannya, tapi sikapnya keterlaluan. Ia pun akhirnya menyindir Nuriel itu.
"Nona Zelvia, anda bukan lah Putri Mahkota. Yang akan menempati posisi Putri Mahkota hanya saya dan Tuan Putri Cintia. Jadi, jika an...anda macam² Hard tidak akan tinggal diam!" Kata Nuriel kesal.
"Cih....benar² tidak tau diri! hanya orang bodoh saja yang percaya pada kata²nya itu (org bodoh \=Pangeran Hard)! kupikir karena dia protagonis, dan sifat nya yang aku tulis sangat baik hati dan tidak sombong, ternyata aslinya jahat sekali! Ukh...kenapa sih alurnya jadi begini?" Ucap Zelvia dlm hati.
"Oh...anda ingin mengadu pada Pangeran ya? Aduduh....aku lupa kau adalah orang yang penakut! karena itu, apapun yang terjadi kau akan mengadu pada Pangeran" Kata Zelvia.
"Bu...bukan begitu. Hiks...hiks...hiks" Tiba-tiba Nuriel menangis ketakutan.
"Kenapa dia menangis?" Kata Zelvia dlm hati bingung apa yang terjadi.
"Akh....siapa?" Zelvia pun melihat kebelakang nya dan ternyata Pangeran Hard lah orang yang menamparnya.
"Pangeran?!" Zelvia kaget kenapa tiba-tiba muncul Pangeran Hard dan dia bahkan memukul wajah Zelvia.
"Cukup! sebenarnya apa maumu? Apa sebegitu ingin nya kau menjadi istriku, hah!" Kata Pangeran Hard marah.
__ADS_1
"Kakak! ****** penggoda itu memang sudah keterlaluan! aku melihat sendiri dia duluan yang mencari masalah pada Zelv dan aku! Kata Putri Cintia membela Zelvia.
"Yang Mulia Putri Cintia, maafkan saya. Saya tidak menyangka itu akan menyinggung perasaan Yang Mulia. Hiks...hiks..hiks" Kata Nuriel yang memulai aktingnya lagi.
"Nuriel.....bukan kau yang salah. Kau tidak perlu merasa bersalah begitu! Cintia.....cepat minta maaf pada Nuriel" Kata Pangeran Hard yang juga marah pada Putri Cintia.
"Pftt...pftt...pftt...huaahahaha" Karena kata-kata Pangeran Hard, Zelvia pun tertawa terbahak-bahak dan tidak bisa menahannya.
"Kau!!! kenapa kau tertawa seperti orang bodoh seperti itu?!" Pangeran Hard bingung kenapa Zelvia tertawa saat ia sedang marah.
"Justru anda yang paling bodoh disini! saking bodohnya, anda percaya² saja pada tangisan Nona Nuriel, dan yang lebih lucu lagi....anda sangat percaya diri sekali menganggap bahwa saya seperti akan melakukan apa saja agar bisa menjadi istri anda! Anda pikir anda makanan atau harta yang akan didekati semua orang?" ucap Zelvia.
"Yang Mulia.....anda tahu kan kalau saya orang yang tidak terbata-bata. Jadi saya mohon untuk tidak menghina saya seperti itu lagi! Walau gelar saya lebih rendah daripada anda, tapi derajat saya lebih tinggi loh daripada anda! Jadi anda jangan macam-macam pada saya. Mengerti kan Wahai Pangeran? Anda kan Pangeran yang teramat jenius. Jadi omongan ini mana mungkin anda tidak mengerti! Saya pergi dulu ya Pangeran. Sampai Jumpa!" tambah Zelvia tersenyum
"A...apa maksudmu? kau.... sepertinya sudah mulai lancang! Dasar kau!" Ucap Pangeran yang sangat marah pada ucapan Zelvia.
"Oh ternyata Pangeran tidak sepintar rumornya. Maaf ya Pangeran, sepertinya saya sudah membicarakan hal yang terlalu pintar untuk pangeran mengerti. Tia....maaf ya, aku tidak bisa menemanimu lebih lama. Sepertinya aku pusing dan ingin muntah karena melihat dua anjing bodoh yang sedang mengeluarkan air ludah dari mulutnya itu!!! Jadi aku pergi dulu ya. Terima kasih untuk hari ini" Kata Zelvia sambil tersenyum paksa, ia ingin sekali pergi dari sini saat ini.
__ADS_1
"Iya....Maafkan aku ya Zelvia, ini semua karena aku! nanti, kita berbalas surat saja ya... aku akan memberikan surat padamu Zelvia!!!"
"Iya Tia....aku pasti akan menjawab surat yang anda kirim padaku. Terima kasih banyak!" Jawab Zelvia, setelah itu Zelvia pergi meninggalkan mereka semua.