Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 91. Rencana licik


__ADS_3

Zelvia pergi meninggalkan dua pria tersebut, ia pergi menemui Clez dan Rero yang tengah cemas pada nonanya itu.


"Nona!" Clez dan Rero memanggil Zelvia kompak.


"Hm kenapa?" tanya Zelvia pada dua orang kepercayaan nya itu.


"Nona, apa yang terjadi? Kenapa anda tiba-tiba pergi ke ruangan pusat?!" tanya Clez cemas.


"Aku hanya memberikan tuan-tuan itu sedikit pelajaran, tenang saja Clez!" jawab Zelvia tersenyum tipis.


🍁🍁🍁


Sementara disisi lain, Hans dan Riel sedang kepusingan sendiri karena surat pengajuan mereka ditolak oleh pihak pemerintah.


Setelah berdebat tadi, mereka lupa belum mengirimkan surat pengajuan pindah pemilik Penginapan Wers.


Hans dan Riel yang buru-buru akhirnya tidak sempat mengecek isi dalam amplop tadi dan hanya menandatangi nya.


"Hans, bagaimana bisa kau memberikan surat penetapan?! Apa kamu tidak rela tempat ini aku beli hah?!" ucap Riel kesal.


"Kenapa malah menyalahkan aku? aku benar-benar tidak tahu hal itu, Riel!" seru Hans bingung.


"Di ruangan ini, siapa lagi yang bisa mengubah surat itu? Jika memang karyawan, maka seharusnya dia sudah pergi kabur kan?" Riel mengernyitkan dahi.


Tiba-tiba, mereka mengingat sosok perempuan yang tadi mendatangi mereka, Zelvia.

__ADS_1


"Aku yakin, pasti nona itu yang mengubahnya!" imbuh Hans.


"Ha..ha.. dia memang wanita licik!" tawa Riel tersenyum.


"Loh, ada apa dengan pria ini?" batin Hans aneh.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan padanya, Riel?" tanya Hans.


"Biar aku saja yang bertindak! Kamu jangan ikut campur!" tegas Riel yang lalu pergi ke kamar Zelvia.


Di dalam kamar, Zelvia sudah bersiap untuk menghadapi Riel dan Hans. Karena ia tahu, cepat atau lambat pasti kelakuan nya akan terbongkar.


BRAKK!!


"Heh, Nona manis... eits, maksudku nona licik!" ucap Riel.


Zelvia tersenyum sinis, ia mendorong tubuh Riel. "Jangan dekat-dekat!" ucap Zelvia.


"Nona, sepertinya kau sudah tahu tujuanku datang kemari kan?" tanya Riel.


"Ya aku tahu," jawab Zelvia santai.


"Jawab pertanyaan ku, kenapa kamu mengubah surat yang ada di meja Hans menjadi surat penetapan, hah?!" ucap Riel kesal.


"Sebelum itu, biar aku tanya padamu, mengapa kamu ingin mengambil alih penginapan ini hmm?" tanya Zelvia.

__ADS_1


"Te-tentu saja karena..." Riel terdiam, ia memalingkan wajahnya.


"Aku tahu, kau membeli penginapan ini bukan karena harta dan kekuasaan kan?" tanya Zelvia balik.


"Ma-maksudmu--"


"Aku tahu kau memiliki dendam pribadi dengan Hans. Tapi, kamu malah melampiaskan amarahmu pada semua pekerja disini, apa itu benar?" jelas Zelvia.


Riel menepuk jidatnya, "Hah, aku hampir lupa kalau kamu itu wanita cerdas!" ucap Riel.


"Darimana kamu tahu hal itu, Nonaku yang manis, licik, dan.. cerdas?" tanya Riel.


"Aku tidak ingin bercanda. Mengenai masalah aku mengetahui hal itu.."


#FLASHBACK ON#


Saat Hans dan Riel sedang berdebat, Zelvia memanfaatkan hal itu untuk mengubah surat dalam amplop. Zelvia tahu kalau di surat itu pasti ada perjanjian perubahan pemilik penginapan.


Zelvia membuka amplop itu pelan, agar kedua pria itu tidak mengetahuinya. Zelvia memasukkan kertas lain yang berisi tentang penetapan penginapan, jadi penginapan itu tidak akan jatuh pada Riel.


Namun, sebelum ia beranjak pergi, ada satu surat yang berwarna, beda dengan surat lain yang hanya berwarna putih kosong.


"Apa ini?" tanya Zelvia membatin.


Zelvia mengambil secarik kertas itu, kertas yang sudah agak robek yang sepertinya sudah ketumpahan air.

__ADS_1


__ADS_2