Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 125. Memulai awalan yang baru


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat, kini kondisi Zelvia kian membaik. Ia juga sudah sering berlatih kemampuannya, baik itu sihir maupun kemampuan fisik, seperti berpedang dan bela diri.


"Nona, minum dulu teh nya, anda sudah berlatih seharian!" ucap Clez.


Saat ini, Clez, Zelvia, Rero, dan Riel tengah berada tempat berlatih yang ada di samping penginapan.


Zelvia terus saja mengayunkan pedangnya untuk melatih keterampilan. Semenjak kejadian yang ia alami beberapa hari lalu, ia jadi sadar kalau selama ini ia tidak begitu memperhatikan dirinya dan sibuk mengurusi urusan orang lain.


Kemampuannya juga memburuk karena jarang berlatih, apalagi ia sudah berbaring di atas tempat tidur selama satu Minggu lebih, rasanya tubuhnya sangat kaku saat ini.


" Aku terlalu fokus pada orang lain, sampai lupa pada diriku sendiri. Mulai hari ini, aku akan memulai awalan yang baru, dan lebih memperhatikan diriku " batin Zelvia.


Walau begitu, Zelvia tidak akan melupakan teman-temannya. Ia akan membantu mereka selagi mampu. "Menyeimbangkan urusan diri sendiri dan orang lain" itulah prinsip Zelvia.


Glek..


Zelvia meminum air mineral di gelas, ia lalu duduk di tempat duduk yang terbuat dari kayu itu.


"Nona, bolehkah saya tanya sesuatu?" tanya Riel.


"Hmm?" sahut Zelvia.


"Sebenarnya, sudah lama sekali saya ingin bertanya hal ini. Apakah.. nona pernah mengikuti pelatihan fisik? Kemampuan anda termasuk bagus di bidang ini." tanya sekaligus pujian keluar dari mulut Riel.


"Benarkah? Kalau itu.. aku pernah mempelajari nya, tapi dulu aku jarang bermain pedang" ucap Zelvia.


"Jika saya adalah anda, saya pasti sudah bangga sekali dengan diri sendiri" puji Riel.


"Setiap orang punya kemampuannya masing-masing," jelas Zelvia.


Zelvia menatap ke arah langit, tiba-tiba ia teringat sesuatu yang harus segera ia selesaikan.


"Oh ya.. Riel, sepertinya aku masih ada urusan, aku pamit undur diri dulu ya" ucap Zelvia.


"Oh, baiklah kalau begitu, nona. Saya juga harus mengurus sesuatu" jawab Riel.


"Clez!" panggil Zelvia.


"Ya, nona?" tanya Clez menyahut.


"Bisakah aku berbicara denganmu? Tentang..hal itu" tanya Zelvia.

__ADS_1


Clez mengangguk, "Tentu saja! ayo, nona!" jawab Clez.


Zelvia lalu berdiri, ia berjalan ke arah Rero. "Aku juga perlu berbicara denganmu setelah berbincang dengan Clez" ucap Zelvia.


"Eh, tentang apa?" tanya Rero bingung.


"Nanti aku jelaskan," timpal Zelvia.


Zelvia dan Clez pun berjalan ke kamar Zelvia. Mereka menutup pintu rapat-rapat, dan menutup tirai jendela.


"Clez, tolong jelaskan lah mengenai ibuku, dan keluargaku yang kau tahu. Aku memberikan kesempatan kedua, karena aku mempercayai mu. Jadi, tolong jangan khianati kepercayaanku" ujar Zelvia.


Clez mengepal tangannya, "Ayolah Clez, kau harus jujur dan katakan sebelahnya pada nona!" batin Clez.


"Kalau begitu, dimulai darimana dulu, nona?" tanya Clez.


"Bagaimana kalau... mengenai sekte yang kau pernah ceritakan padaku? Apa.. kau mengetahuinya?" ucap Zelvia.


Clez terdiam sejenak dan berusaha mengingat sesuatu.


"Yang saya tahu, Nyonya Aluna pernah berkata bahwa ada suatu sekte yang mengincarnya. Nyonya juga pernah bercerita bahwa sekte tersebut pernah membuat anda hampir meninggal dalam kandungan, atau bisa disebut mereka berencana menggugurkan kandungan nyonya" jelas Clez.


Clez mengangguk, "Kurang lebih seperti itu" jawabnya.


"Dari penjelasan yang diberikan Clez, ibu mempunyai sebuah kemampuan, makanya ia diincar oleh sebuah sekte. Dan.. kemungkinan besar, mereka tidak ingin aku lahir di dunia ini agar tidak mewarisi kemampuan ibu! Aku paham sekarang!!" batin Zelvia.


Zelvia menatap lekat netra mata Clez, ia kembali bertanya. "Clez, selain itu, apakah ibu pernah bercerita lainnya tentang sekte itu?" tanya Zelvia.


"Saat itu aku masih berusia sekitar dua belas tahun, dan yang aku ingat hanya itu." ujar Clez.


"Tapi, apa nona tidak pernah diceritakan hal yang berhubungan dan berkaitan dengan hal tersebut?" tanya Clez.


Zelvia menggeleng pelan, "Tidak. Menurutku, ibu tidak menceritakannya padaku karena itu juga bersangkutan dengan nyawa ku. Aku juga diincar oleh sekte tersebut," jelas Zelvia.


"Clez" panggil Zelvia pelan.


"Hmm? Ada apa nona?" tanya Clez.


"Bagaimana pendapat mu mengenai hilangnya ibu sewaktu aku masih kecil? Apa ada kemungkinan baginya untuk hidup?" tanya Zelvia.


"Untuk itu, aku tidak terlalu yakin, nona! Karena biar bagaimanapun, sudah lama sekali semenjak Nyonya menghilang, kemungkinan nyonya masih hidup sangat kecil" ujar Clez.

__ADS_1


Zelvia memijit pelipisnya sendiri, ia tampak bingung dengan kejadian yang ia alami saat ini


Namun, tiba-tiba sesuatu melintas di pikirannya. "Apa jangan-jangan mimpi itu.." gumam Zelvia.


Zelvia mengingat kejadian yang ia alami saat bermimpi sewaktu ia tengah pingsan. Ia mengingat, bahwa ada seorang wanita yang tangannya di borgol besi. Ia juga kerap menyebutkan nama Ester, yang merupakan ayah Zelvia.


"Apa.. mimpi itu bersangkutan dengan ibu?" tanya Zelvia bergumam yang tiba-tiba saja hal itu muncul di pikirannya.


"Clez, karena pembicaraan kita sudah selesai, kau boleh kembali ke kamar mu dan istirahat lah, terima kasih untuk hari ini!" ujar Zelvia.


Clez mengangguk, ia lalu kembali ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Zelvia.


***


Disisi lain, Zelvia masih sibuk memikirkan tentang Aluna.


"Arghh" Zelvia memijit pelipisnya, ia lalu memukul meja di depannya dengan sedikit keras.


"Oke, oke, ayo fokus Zelvia!" ujarnya menyemangati diri sendiri yang hampir frustasi itu.


"Semenjak bermimpi seperti itu, ada perasaan tidak tenang di hatiku. Rasanya, seperti ada yang mengganjal pikiranku. Entah kenapa, aku juga malah memikirkan Aluna, ibu dari Zelvia asli." ucapnya.


"Baiklah, kalau begitu, sepertinya aku harus menyusun ulang semuanya!" ucap Zelvia.


Srekk..


Zelvia membuka laci yang berada di dalam lemari pakaiannya, ia lalu mengambil sebuah buku tulis kosong dan pena yang memang ia bawa.


"Kalau begitu, apa yang harus aku sudah duluan?" tanya Zelvia berpikir.


"Ah, iya! Reinkarnasi dulu, aku mati dan bereinkarnasi kesini, lebih tepatnya ke dalam novel yang aku tulis sendiri." ujar Zelvia.


"Yang kedua, aku mulai bertemu dengan beberapa tokoh utama, selain itu.. aku juga bertemu dengan orang-orang yang sama sekali tidak pernah kutulis namanya di novel, tapi muncul dengan sendirinya" lanjutnya.


"Yang ketiga, berbagai misteri juga muncul, bahkan, aku 'si pembuat novel' juga belum menemukan semua jawaban dari misteri-misteri ini"


Setelah selesai menulis beberapa hal, Zelvia menaruh penanya dan bersandar di kursi untuk merilekskan pikiran.


"Jika dipikir pikir, masih ada satu hal lagi yang masih menjadi misteri," gumam Zelvia.


"Keturunan elang yang spesial, aku harus mencari tahu tentang hal itu!" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2