
Zelvia menuruti perkataan Kek Jon, ia mengulurkan tangan kanan miliknya.
"Ini Kek" Seru Zelvia.
Kek Jon mulai menggambar suatu lingkaran sihir berwarna biru.
"Rai ini giliranmu!" Pungkas Kek Jon.
"Giliran ku? Kek...kakek tau sendiri aku alergi terhadap wanita!" Jawab Rai kesal.
"Cobalah...." Pinta Kek Jon.
"Tapi Kek....''
"Kubilang lakukan!" Tegas Kek Jon.
Sementara Zelvia yang tidak tahu apapun hanya kebingungan dengan pertengkaran Rai dan Kek Jon.
"Kemarilah!" Panggil Rai pada Zelvia.
Zelvia menghampiri Rai,
"Kenapa?" Tanya Zelvia yang masih bingung.
Tanpa aba-aba, Rai langsung memeluk tubuh Zelvia dengan kedua tangannya,
"A... apa-apaan kau ini!" Kesal Zelvia.
"Diamlah dulu!" Sahut Rai.
Rai menepuk punggung Zelvia sebanyak tiga kali. Seketika sihir merah keluar dari tangan Rai, begitu juga dengan dahinya.
"Hah...ini adalah sebuah kehormatan bagimu karena aku mau menyentuhmu!" Ujar Rai sebelum menempelkan dahinya dengan dahi Zelvia.
__ADS_1
"Kau...kau mau apa?" Tanya Zelvia aneh.
"Tutup mulutmu!" Tegas Rai.
Zelvia menutup mulutnya dengan rapat, tapi...
"Aghh.....Akh.....tu, tubuhku sakit!" Pekik Zelvia.
Karena sudah tidak tahan, Zelvia refleks mendorong Rai agar berhenti menyentuh dahi nya.
"Bagaimana rasanya, anak-anak?" Tanya Kek Jon.
"Ukh....ini menyakitkan!" Lirih Zelvia.
"Iya nak, istirahatlah lima menit maka tubuhmu akan kembali normal lagi. Kau sakit karena baru pemula, sekarang sihir yang terkandung dalam dirimu akan bangun dan mulai bereaksi" Jelas Kek Jon.
Zelvia duduk bersila dan memejamkan kedua matanya. Perlahan ia mulai merasakan keberadaan sihir di dalam tubuhnya.
"Rai bagaimana denganmu?" Tanya Kek Jon pada Rai.
"Sudah kuduga....." Batin Kek Jon.
"Biar kakek bantu menetralkan nya!" Seru Kek Jon pada Rai.
Kek Jon mengeluarkan beberapa metode sihir dan membantu menetralkan sihir Rai yang sedang meluap-luap.
Zelvia yang sudah selesai dari pertapa nya, melihat Kek Jon dan Rai disampingnya.
"Apa perlu kubantu Kek?" Tanya Zelvia pelan.
"Tidak! Urusi perkembangan sihir mu saja ya!" Ujar Kek Jon.
"Baik!" Sahut Zelvia tegas.
__ADS_1
Zelvia kembali duduk bersila dan memejamkan matanya. Samar-samar ia merasakan aliran sihir yang deras mengalir di tubuhnya. Seperti hal nya air, rasa tenang dan nyaman membuat Zelvia terbawa suasana.
°°Alam bawah Sadar Zelvia°°
"Dimana aku?" Tanya Zelvia.
Tanpa alas kaki, Zelvia berjalan di bebatuan dengan air terjun yang membasahi tubuhnya.
Zelvia tampak masih bingung pada keadaan sekitarnya, tiba-tiba muncullah seekor elang dengan sayap lebar dan indah di tubuhnya
"Elang?" Tanya Zelvia.
"Hai tuan....selamat datang! Akhirnya setelah sekian lama menunggu, kau dapat mendatangiku!" Ucap Elang itu.
"He....hewan berbicara?" Kaget Zelvia.
"Tentu saja aku bisa berbicara Tuan! Kalau tidak mana bisa aku mencari makan" Sahut Elang itu.
"Bukan itu maksudku! Kenapa kau berbicara bahasa manusia!" Tegas Zelvia
"Karena aku bukan elang biasa...hehe" Canda Elang.
"Hei aku bertanya serius bukan bercanda!" Kesal Zelvia.
"Aku juga serius tuan! Aku memang bukan elang biasa" Jelas si Elang.
Zelvia langsung mengingat sesuatu, ia mengingat tentang legenda tentang Pahlawan dan Elang"
"Oh ternyata ini mimpi! Aku terlalu penasaran tentang legenda itu sampai-sampai kebawa mimpi" Ujar Zelvia menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Kenapa kau menepuk jidatmu tuan?" Tanya si elang.
"Diamlah kamu! Aku tahu ini cuman mimpi kan? Huh mengagetkan ku saja!" Marah Zelvia.