
"Zelvia, kamu udah selesai baca blum? Soalnya Tuan Duke manggil" Ucap Pak Qio menghampiri Zelvia.
"Oh udah selesai pak" Jawab Zelvia.
"Buku sihirnya udah dapet?"
"Belum, kayaknya emang gak ada" Kesal Zelvia.
"Kapan-kapan bapak bantu cariin. Jangan cemberut gitu donk, kan jadi gak cantik" Canda Pak Qio.
Sesuai perintah ayahnya, Zelvia menemui Ester di ruang kerjanya.
"Ayah aku masuk" Kata Zelvia singkat.
"Ya" Jawab Ester.
"Ayah, kenapa ayah manggil aku?" Tanya Zelvia.
"Ayah cuma mau mengingatkan. Hari ini Nona Baronet Tildherd akan melakukan upacara kedewasaan. Kau pergilah, siapa tahu bisa menemui pangeran" Kata Ester
"Oh ok"
Zelvia segera bersiap-siap di kamarnya.
"Nona, wajah nona kok murung gitu? Apa nona mempunyai masalah? Jika iya, kalau nona mau mengutarakan nya pada saya gak papa kok" Ucap Clez sambil merias nona nya itu.
"Gak ada apa-apa. Aku cuma kurang istirahat doank"
"Nanti di pesta nona gak perlu maksain diri. Nanti nona sakit gimana?"
"Aku gak papa Clez..."
"Hmmmm" Sahut Clez.
"Nah udah selesai....nona sangat cantik!" Puji Clez.
( Ilustrasi Zelvia )
__ADS_1
"Sudah ya? Kalau begitu, ayo pergi ke pestanya"
"Ok nona"
...****************...
Sementara itu, Pangeran Hard dan Nuriel sedang bersiap-siap untuk pergi ke pesta perayaan upacara kedewasaan Nuriel. Pangeran Hard juga melarang Caily untuk ikut serta ke dalam pesta tersebut karena takut akan terjadi sesuatu pada Nuriel. Biar bagaimanapun juga, Caily bukan hanya bawahan pangeran, ia juga mantan dayang Zelvia dari kediaman Calliorest.
Awalnya Nuriel merengek meminta Pangeran Hard agar Caily ikut menemaninya. Nuriel yang bodoh itu dengan percaya menganggap kalau Caily tidak menyukai Zelvia yang angkuh, itulah yang diceritakan Caily sebelumnya untuk menghasut Nuriel. Tapi Pangeran Hard yang tidak mudah dibohongi memberi tahu Nuriel agar tidak terlalu dekat dengan Caily. Nuriel pun akhirnya menyetujui permintaan pangeran.
Caily pun hanya diperbolehkan mengantar Nuriel sampai ke pestanya, dan setelah itu harus pergi.
Sesampainya di pesta
"Dayang kau pergilah! Aku dan Nuriel akan segera masuk ke dalam pesta jadi kau jangan coba-coba ikut!" Tegas Hard yang berlalu pergi
"Baik pangeran..." Sahut Caily pelan.
"Hmp dasar ****** murahan!" Batin Caily kesal pada Nuriel.
Di pesta perayaan upacara kedewasaan Nuriel
"Tia? Senang bertemu denganmu" jawab Zelvia tersenyum.
"Iya.... ayo cepat masuk. Banyak kue loh" Pinta Cintia kegirangan
"Hmmmm"
"Eh ada Lady Calliorest nih" Ucap seorang wanita bangsawan yang merupakan Nona Rillia.
"Senang bertemu dengan mu Lady Calliorest" Sahut Rillia.
"Ya Hallo" Jawab Zelvia singkat.
"Apa kabarmu selama ini Lady?" Tanya Rillia.
__ADS_1
"Saya baik" Ucap Zelvia.
"Permisi Nona Rillia, aku dan Zelv masih ada urusan. Jadi silahkan pergi" Senyum Cintia"
"Yang....yang mulia? maafkan saya karena tidak mengenali anda putri ππ»ββοΈ" Ucap Rillia.
"Ya sudah pergilah"
"Baik Yang Mulia"
"Hah..... kau benar-benar terkenal ya Tia" Puji Zelvia.
"Biasa-biasa aja kok. Buktinya tadi dia sempat gak kenal aku kan?" Jawab Cintia cemberut.
"Ya udah jangan cemberut donk. Ayo makan kue nya βΊοΈ"
"Iyaa"
Tak lama saat Cintia dan Zelvia sedang menyantap kue yang ada di meja, tiba-tiba Nuriel, bintang utama pesta malam ini datang.
"Woah...lihat, itu Nona Nuriel" Semua pandangan tertuju pada Nuriel. Mereka semua bertepuk tangan menyambut kedatangan Nuriel.
"Hallo semua" Sapa Pangeran Hard.
"Hallo Yang Mulia ππ»ββοΈππ»ββοΈ" Jawab semua bangsawan
"Bangunlah..hari ini, adalah hari istimewa bagiku terutama Nuriel. Karena hari ini adalah upacara kedewasaan Nuriel. Berbahagialah" Kata pangeran bangga.
"Cuih.... berlagak aja terus" Kesal Cintia pada Nuriel.
"Dengan ini saya nyatakan, Nuriel De Tildherd akan menginjak usia dewasa nya dan menjadi wanita yang lebih baik lagi. Lady Nuriel kemarilah" Ucap Pangeran Hard.
"Hallo semua! Saya Nuriel De Tildherd akan memasuki usia dewasa saya tahun ini dan akan berusaha menjadi wanita yang lebih baik dari sebelumnya. Saya juga mohon maaf jika ada kesalahan pada kalian baik sengaja maupun tidak. Sekian, terima kasih sudah menerima undangan saya!" Sahut Nuriel.
"Baiklah, agar acara semakin meriah, kita akan mengadakan lomba menyulam malam nanti untuk para wanita bangsawan dan akan dinilai langsung oleh Desainer terkenal di negara Jing, Xhan Suer Haou" Seru Pangeran Hard.
"Wah aku sudah gak sabar! Seperti nya pangeran mahkota sangat mencintai Lady Nuriel yaaaaa. Aku sangat Iri" Bisik para wanita bangsawan.
"Apa dia sedang menjebak ku? Aku ini orang modern yang tiap hari kerjaannya disuruh-suruh sama ibu tiri melulu, mana ada waktu buat belajar nyulam! Lagi juga mereka tau sendiri kalau aku nih emang manja jadi ga pernah belajar semacam menyulam begitu!" Batin Zelvia kesal.
__ADS_1