Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 76. Siapa dia sebenarnya?


__ADS_3

"Pak...kenapa anda-- merobeknya!?" Tanya Zelvia bingung.


"Ini tidak penting, jadi sebaiknya kita buang saja" Jawab Pak Ren seraya bangkit dari kursi untuk membuang selembar kertas yang berisi tentang Aluera si Dewi kecantikan yang diceritakan Zelvia tadi.


"Tunggu Pak, tapi kan!" Sela Zelvia.


"Tidak ada tapi-tapi! Ini kertas yang tidak berguna jadi lebih baik dibuang saja" Ucap Zelvia.


"Memang Aluera itu siapa sebenarnya? Kenapa perlu seperti ditutup informasi nya seperti itu? Ini sangat membingungkan!" Batin Zelvia terheran-heran.


"Kau tunggu disini, bapak akan membakar kertas ini" Ucap Pak Ren sebelum berlalu.


"Apa!!!! Dibakar?! Gak..gak bisa! Aku gak boleh kehilangan informasi tentang Aluera walaupun hanya sedikit karena itu berarti.." Ucap Zelvia.


"Hissh...bagaimana ini!!"


"Ahh!! Rero! Ya..Rero!" Ucap Zelvia.


"Hah... tidak tahu apakah ini bisa atau tidak, saat ini kondisi Rero juga kurang memungkinkan" Lanjutnya.


Zelvia menghubungkan koneksi antara dirinya dan Rero. Rero yang mendapati koneksi itupun langsung menjawab panggilan Zelvia lewat pikiran.


"Halo Ze..kenapa?" Tanya Rero malas.


"Hummm...Rero...kau sehatkah?" Tanya Zelvia ragu.


"Lumayan sehat, cuma pergelangan tangan manusianya masih agak bengkak" Jawab Rero.


"Kenapa sih Ze?" Tanya Rero lagi yang mulai curiga.


"Bisa bantu aku?" Tanya Zelvia.


"Bantu apa tu.."

__ADS_1


"Bisa menghentikan waktu gak?"


"Ha? Ya enggak lah..hadeh jangan minta yang aneh-aneh aku bukan pesulappp" protes Rero.


"Ya-Ya sudah bisa tolong bawa aku teleportasi?"


"Eee kenapa?"


"Udah cepet ga ada waktu...kumohon tolong.." Pinta Zelvia


"Iya deh iya.." Jawab Rero menghela nafas.


Rero mengambil kunci kamarnya dan menguncinya, ia berubah menjadi elang tak terlihat dan menemui Zelvia.


"Ada apa?" Tanya Rero yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Zelvia.


"Ah.." pekik Zelvia.


"Hey jangan tiba-tiba muncul bikin kaget tau gak!" Gerutu Zelvia.


"Ha?? Tempat sampah itu kotor yakin mau?" Tanya Rero lagi.


"Itu lebih baik daripada tempat pembuangan sampah! Hmm pokoknya bawa aku kesana aja dan jangan--"


"Siap.." Sela Rero.


"Ehhh tunggu!!! Jangan--"


Sringgg.... cahaya dari sayap elang Rero yang terang membawa Rero dan Zelvia ketempat tersebut.


Bukk...


"Aghh" lirih Zelvia.

__ADS_1


"Sudah sampai kan Ze" Ucap Rero.


"SIAPA?" teriak Pak Ren yang juga sedang ada disana.


"Gawatt...mampus aku!" Keluh Zelvia dalam hati.


"Ga ada cara lain.."


Buggg...


"Si-siapa.." Ucap Pak Ren yang langsung kehilangan kesadaran dan pingsan itu.


"ZEZEEEE...APA YANG KAU LAKUKAN!!!" Teriak Rero.


"Jangan khawatir, dia hanya akan pingsan sebentar" Ucap Zelvia santai.


"Hey jangan berbohong! A-atau jangan-jangan...kau mempunyai dendam pada pria ini dan merencanakan sesuatu yang--"


"Jangan berpikir aneh-aneh! Dia akan bangun lagi sekitar 10 menit nanti kok" Jawab Zelvia.


...Dulu sebelum aku reinkanasi ke dunia novel ini, aku pernah diajarkan beberapa metode bela diri oleh guru di sekolahku! Semoga metode ini masih berlaku bagiku yang sudah lama tidak melenturkan otot ini...hadehh ...


🍁🍁🍁


Tanpa basa-basi, Zelvia mengambil lembaran di buku sejarah tadi dan menaruhnya di kantung gaun.


"Ze, itu apa?" Tanya Rero penasaran.


"Hmm bukan apa-apa ko" Jawab Zelvia.


"Kalau bukan apa-apa, kenapa tadi kamu buru-buru panggil aku kesini sih?" Tanya Rero.


"Hmm bukan apa-apa, oh ya Rero bisa bantu aku sekali lagi gak?" Tanya Zelvia.

__ADS_1


"Bantu apa ?" Tanya Rero balik.


__ADS_2