Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 78. Berlibur ( END SEASON 1 )


__ADS_3

Zelvia menyeruput teh di cangkirnya. Ia juga kembali menaruh cangkir itu di meja tempat semula.


"Nona, ada apa? Wajah anda kelihatan lelah dan suram sekali.." Tanya Clez khawatir.


"Kau memang yang paling mengerti aku, Clez. Tapi aku tidak apa-apa kok, hanya sedikit lelah saja" Ucap Zelvia tertawa kecil.


hatciuhh.. suara Zelvia yang bersin membuat Clez tertawa melihat nona nya itu.


"Nona, ini musim dingin lho! Cepat anda masuk jangan dekat jendela nanti kedinginan" Seru Clez.


Zelvia mengangguk, "ok" jawabnya.


"Nona anda tidak mau istirahat di kamar?" Tanya Clez.


"Nggak, ngga usah" Jawab Zelvia.


"Mau saya ambilkan cemilan?" Tanya Clez lagi.


"Hemm boleh" Jawab Zelvia kembali.


Clez berdiri dan pergi berlalu mengambil beberapa cemilan dan sup hangat untuk nonanya itu. Sementara Zelvia tengah asik melihat salju-salju yang lebat di luar.


"Dulu.. juga pernah seperti ini" Batinnya.


Flashback ( musim dingin, rumah Cho Yin )


"Yin..Yin...sini liat, bagus kan?" Tanya Fitria, sahabat Cho Yin yang sekarang telah bereinkarnasi menjadi Zelvia.


"Iyah Fit" jawab Cho Yin.


"Eh eh liat kesana deh! kayak ada yang terbang.." Seru Fitria lagi.


"Apa ih?" Tanya Cho Yin sembari melihat ke langit-langit.


Plukk...gumpalan es mendarat di punggung Cho Yin.


"Ish apa ini" Kesal Cho Yin.


"Hahahah...kena kau!!" tawa Fitria di tengah kesibukannya membuat bola-bola salju untuk menimpuknya ke Cho Yin.


"Fitt!!! Kamu ini yahh.."


"Ishh rasain nihh" Cho Yin membuat bola salju dan membalas perbuatan Fitria tadi. Mereka bermain lempar-lemparan bola salju saat itu.


"Walaupun kamu jahil, tapi bagiku..kaulah malaikat yang membuatku bahagia Fit.." Batin Cho Yin tersenyum.


End Flashback


"Fit, gimana kabarmu Fit?" Batin Zelvia dengan jiwa Cho Yin itu tersenyum.


"Dorrr"


"E-ehh.." Zelvia terkaget-kaget.

__ADS_1


"Ih Nona ini kenapa melamun terus daritadi? Punya masalah apa nona? Katakan pada saya aja" Ucap Clez.


"Gapapa kok, beneran gapapa" Ucap Zelvia mengulas senyum di bibir mungilnya.


"Dibanding itu, masalahmu dengan Aren sudah selesai belum?" Tanya Zelvia.


"Hmm sudah sih..tapi.."


"Tapi kenapa hayo?" Tanya Zelvia menggoda.


"Huftt ga ada apa-apa nona! Udah udah nona makan yang banyak nih biar lemaknya nambah. Lagi musim dingin gini badan kurus mana bisa tahan?!" Nasehat Clez.


"Iya Iyah.."


❄️❄️❄️


Esok harinya...


"APAAA...berliburrr???" Teriak Clez.


"Sttt jangan kencang-kencang! Pelankan suaramu!" Ucap Zelvia.


"Ma-maksud anda..anda ingin pergi berlibur sendiri gitu? Hiks..terus saya gimana nonaa? Pokoknya saya mau ikut!" Seru Clez yakin.


"Iya kok kamu ikut tenang aja, makanya dengerin dulu sampai selesai kalau orang ngomong!!!" Balas Zelvia seraya memutar bola matanya.


"Hehe iya maaf nona,"


"Tapi nona, apakah anda sudah izin pada Tuan dan Tuan sudah menyetujuinya?" Tanya Clez penasaran.


"Wahh serius nona??!!" Tanya Clez tak percaya.


"Iya seriuss!! Serius!" Sahut Zelvia menegaskan.


"A-akhirnyaa yeayyy..." Senang Clez.


Zelvia menggeleng kepalanya, ia pun berlalu pergi ke ruang kerja ayahnya, Ester Calliorest.


Ruang Kerja Ester...


Setelah sampai, Zelvia langsung menemui ayahnya dan berbicara 4 mata dengannya. Zelvia menceritakan niatnya untuk berlibur ke luar kota "Tersevane" yang ditempati penduduk desa dan banyak orang ramah disana. Disana juga sering diadakan perlombaan dan berbagai festival yang seru-seru.


"Kumohon ya ayah...kumohon..." pinta Zelvia memohon


"Pulau Tersevane bukan tempat bermain anak-anak! Ayah tidak akan mengijinkan mu kesana!" Tegas Ester.


"Tapi Yah, disana penduduk nya ramah tamah, lagipula aku bukan anak kecil lagi kan, Yah?" Ucap Zelvia.


"Tapi nak! Gak! Gak boleh!! Pokoknya ga boleh!" Tegas Ester lagi.


"Hiks kumohon ayah! Ayah sudah berjanji tidak akan mengekangku kan? Kumohon untuk kali ini ayah, lagipula, aku akan pergi dengan Clez dan Firex ( nama samaran Rero )"


"Hmm baiklah baiklah...tapi hati-hati ya! Dan juga, paling lambat kau harus pulang sebelum 5 bulan! Hanya 5 bulan!" Tegas Ester.

__ADS_1


"Baik Yah, terimakasih" Seru Zelvia tersenyum senang.


Muachh..."Ayah yang terbaik! Jaga diri ayah ya, sehat selalu.." Ucap Zelvia.


Tess ...tes ....derai air mata keluar dari mata Ester, ia sebenarnya masih belum percaya saat ini anak satu-satunya telah tumbuh dewasa.


"Sini ayah peluk.." pinta Ester.


Zelvia mendekati ayahnya dan memeluknya, suasana disana sungguh harmonis dan teduh.


Sementara Clez, ia mengunjungi Aren dan meminta maaf sekali lagi dengan saaangat tulus. Ia berharap, sebelum ia pergi meninggalkan Aren ia sudah dimaafkan olehnya.


"Maaf...maafkan aku...a-aku memang egois" Ucap Clez.


"Tumben kau mengalah?" Tanya Aren.


"Aku..aku mau pergi dan pulang lama, ja-jadi jaga diri baik-baik ih! Dah ah mau ke gerbang"


Srettt... Aren menarik lengan Clez pelan


Cupp...cupp ...


"Ka-kamu apa-apaan sih!!" Kesal Clez seraya menyentuh bibirnya yang telah mendapat ciuman pertama itu.


"Kamu kan mau pergi, jadi nanti kalau kangen gimana? Mending ciuman aja" Ucap Aren santai.


"Ishh...kamu tahu gak, ini ciuman pertamaku! Cepet kembaliin!!! Cepatt!!"


"Gak bisa lah..kalo mau puter balik waktu sonoh" Ejek Aren.


"Dia...jika didekati asik juga, wajahnya juga tampan.." Batin Clez.


"Clez cepat! Kereta kudanya udah mau siap!" Teriak Zelvia dari luar.


"A-ah iya nona.. tunggu!" Sahut Clez.


"Oh ya, satu lagi..jangan main-main sama pria lain! Apalagi sama si anak baru itu, cihh" kesal Aren mengingatkan.


"Kenapa? Cemburu? Lagipula aku bukan wanitamu! Firex juga lebih keren bisa ngalahin kamu!" Ujar Clez tertawa.


"Iya cemburu.. emang kenapa?"


Deggg deggg...


"Aduh kenapa ini jantung seperti mau lepas yah?" Batin Clez.


"Satu lagi, liat aja! Nanti jika kau sudah balik..aku pasti akan mengalahkan anak itu!" Ucap Aren dengan penuh keyakinan.


"Hmm baiklah..kutunggu! Dadah.." Ucap Clez berlalu meninggalkan Aren.


Zelvia, Clez, dan Rero sudah bersiap-siap di depan gerbang. Setelah kereta kuda siap, mereka langsung menaikinya dan pergi meninggalkan kediaman Calliorest....


...Sebenarnya, ada rasa sedih, tapi juga..ada rasa bahagia yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Saat ini...adalah saat yang berarti dan tak bisa dilupakan...

__ADS_1


~End Season 1~


__ADS_2