Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 66. Kedatangan keluarga kerajaan


__ADS_3

Zelvia bangun dari duduknya, ia merentang kan tangannya yang sudah keram itu agar rileks.


"Aluera ya.... " gumam Zelvia.


"Ada apa nona?" Tanya Clez seraya mengambil keranjang makanan dan melipat karpet yang digelar di atas rumput tadi.


"Emm Clez, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Zelvia.


"Iya tentu boleh non--" Clez menghentikan ucapannya saat terdengar langkah kaki yang begitu jelas dari arah luar kediaman Calliorest.


"Cepat siapkan jamuan terbaik! Putra mahkota akan masuk ke dalam kediaman" Bisik para pelayan yang terdengar di telinga Zelvia dan Clez.


"Apa maksudnya nona? Putra mahkota?" Tanya Clez bingung.


"Pada akhirnya, dia sendiri yang akan meminta pertolongan dariku!" Ucap Zelvia.


"Siapkan gaun untukku Clez! Hari ini, bintang utamanya adalah aku!" Lanjut Zelvia.


"Baik nona, kebetulan ada model baju mewah bangsawan terbaru di butik Marquess Enorxa, apa nona ingin memakainya?" tanya Clez.

__ADS_1


"Tidak perlu! Lagipula...putra mahkota bukan presiden kan yang harus disambut begitu mewah seperti itu?"


"Presiden?" Tanya Clez.


"Eummm, maksud ku tokoh besar!" Seru Zelvia terbata-bata.


"Putra mahkota kan juga termasuk tokoh besar?! Tapi...aku yakin, nona ku ini pasti punya rencana" Batin Clez percaya.


"Baik nona!" Sahut Clez mengangguk.


Clez segera pergi ke ruang pakaian, ia menyiapkan gaun yang elegan, tapi sederhana bagi para bangsawan.


Tap tap tap... Langkah kaki pelan membuat semua mata tertuju pada Zelvia.


"Salam Yang Mulia...semoga cahaya matahari menerangi kerajaan Achrer anda!" Ucap Zelvia membungkuk hormat.


"Hahahaha....sudah lama sekali tidak bertemu, kau sudah menjadi wanita dewasa ya sekarang?" Sahut Raja Vervun De Achrer.


Zelvia hanya tersenyum kikuk melihat tingkah laku raja dan ratu padanya.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu, nak?" Tanya Raja Vervun.


Zelvia melirik ke arah ayahnya sebentar, ia mengangguk "Saya baik" Ucap Zelvia tersenyum tipis.


Biarpun Pangeran Hard saat ini adalah musuhnya, tapi bagaimanapun juga Raja dan Ratu berbeda keyakinan dengan Hard. Mereka mendukung Zelvia sampai ajal menjemput.


Di novel aslinya, menjelaskan bahwa Pangeran Hard yang sangat terobsesi ingin menjadikan Nuriel istrinya, membunuh kedua orang tuanya ( Raja Vervun dan Ratu Annette ) dikarenakan keduanya tidak merestui hubungan antara Hard dan Nuriel.


Tapi sampai akhir hayatnya, Baginda raja dan ratu memberikan harta warisannya pada pangeran dan putri lain. Hard yang marah akhirnya membunuh seluruh keluarganya, dan hidup berdampingan dengan Nuriel serta rakyat tercintanya.


"Bagaimana aku bisa-bisanya menulis hal sekejam itu? Jika dipikir-pikir, ratu dan raja memang sangat baik" Batin Zelvia menyesal.


"Baginda raja, Baginda ratu, silahkan dinikmati makanan dan minumannya" Ucap Zelvia menghormati.


"Iya nak, gak usah repot-repot!" Ucap Ratu Annette tersenyum.


Kelihatan bahagia...layaknya keluarga dekat. Zelvia yang memang dari kecil tidak mendapat kasih sayang seorang ibu, baik di dunia nyata akibat ibunya yang sudah lebih dulu meninggal, maupun di dunia ini ibunya menghilang diculik. Karena itu pun, Zelvia menganggap Annette sebagai ibunya.


"Putriku, sini duduklah di sebelah ayah" Kata Ester dari belakang.

__ADS_1


Sontak, wajah Zelvia langsung menoleh ke arah ayahnya itu. Ia mengangguk dan segera duduk di samping ayahnya dengan senang.


__ADS_2