Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 118. Pemenang


__ADS_3

Agen Xue Hi


"Kemana wanita itu? Mengapa dia belum datang sampai sekarang? Apa.. dia mati di makan hewan buas?" tanya Zeron heran.


"Apa semuanya sudah terkumpul disini?" tanya salah satu petinggi yang menghadiri pengumuman perlombaan disana.


"Sudah!" jawab semua orang serempak.


"Haah... sayang sekali wanita itu harus mati di dalam hutan spirit, padahal kita ingin bersaing siapa yang lebih banyak mendapatkan inti sihir" batin Zeron.


Disisi lain, Clez juga sudah keluar dari gerbang teleportasi. Ia terus menggigit bibir bawahnya, ia cemas dengan keadaan nonanya.


"Tunggu pak!" ucap Zelvia yang baru muncul.


Mendengar suara Zelvia, kedua bola mata Zero langsung terbuka lebar. Ia tidak menyangka bisa melihat Zelvia kembali. Berbeda dengan Clez, ia terlihat sangat senang melihat nonanya yang selamat dari hutan spirit.


Zelvia segera berlari menuju kursi peserta. Kedua mata Zelvia dan Zeron saling bertatapan, namun Zelvia terlihat biasa-biasa saja dan duduk di kursi peserta dengan tenang.


"Baiklah, karena semua peserta sudah terkumpul, maka sesuai dengan urutan siapa dulu yang lebih cepat datang kembali kemari, maka dialah yang pertama kali menunjukkan inti sihirnya." ucap petinggi di menara sihir yang juga datang kesana. Ia bernama Robert.


"Dimulai dari, Tuan Derech yang paling awal datang. Majulah ke depan dan tunjukkan inti sihir mu!" titah Robert.


Derech, seorang pria yang sudah berkepala tiga itu segera menghampiri Robert. Ia mengeluarkan kotak sihirnya dan memberikannya pada Robert dan petinggi lainnya.


Setelah dihitung, jumlah keseluruhan yang didapat adalah 11 inti sihir, yang bisa dibilang sangat dikit, diantara yang lainnya.


"Tuan Decher tereleminasi, anda tidak lolos di perlombaan kali ini!" ucap seorang pengawas.


Beberapa orang enggan maju ke depan walau namanya sudah tercantum dan dipanggil. Tapi mau bagaimana lagi, menang atau tidak ditentukan oleh petinggi.


Setelah melewati 47 orang, Clez dipanggil untuk maju ke depan. Sekitar 342 inti sihir yang didapatkan Clez. Semua orang pun takjub melihat inti sihir yang didapatkan Clez.


Kini, Zeron dipanggil ke depan setelah berpuluh-puluh orang maju.


Dengan percaya diri, Zeron maju ke depan dan mengeluarkan kotak sihirnya. Banyak orang yang sudah mengada-ngada bahwa Zeron pastilah pemenang dalam perlombaan kali ini, sama seperti tahun lalu.


"Woah.." kedua petinggi merasa takjub melihat inti sihir yang di dapatkan Zeron. Mereka lalu bertepuk tangan sebagai apresiasi atas kerja keras Zeron.


789 inti sihir terkumpul oleh Zeron. Semua orang langsung merasa bahwa dirinya kalah telak melihat inti sihir yang dikumpulkan Zeron.


Berbeda dengan kedua petinggi itu, Robert malah tidak terlalu mengapreasiasi Zeron. Ia bersikap biasa-biasa saja layaknya hasil inti sihir yang dikumpulkan Zeron tidak banyak.


Zeron menyunggingkan senyum percaya diri dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan angkuh. Zelvia dan Clez yang melihatnya pun sampai merasa muak dan jijik.

__ADS_1


"Zelvia Leanara!" panggil Robert dengan lantang.


Zelvia adalah orang terakhir dari semua peserta. Para peserta menganggap Zelvia remeh karena mereka menganggap Zelvia adalah seorang yang tidak mempunyai banyak kekuatan.


"*Huh, dia kan wanita yang datang terakhir itu kan? Mungkin, dia hampir dimakan hewan buas di dalam sana, jadi terlambat!"


"Siapa wanita itu? Aku tidak pernah melihatnya, apa dia orang biasa*?"


Berbagai ocehan dan kritikan negatif tertuju pada Zelvia. Namun, Zelvia tidak memperdulikan orang-orang itu dan terus melangkah maju ke depan.


Ia mengeluarkan kotak sihirnya dan menyodorkan nya pada Robert.


Robert menyunggingkan senyuman di wajahnya, ia lalu dengan senang hati menerima kotak sihir Zelvia.


Krekk... kotak itu dibuka, seketika pandangan semua orang terkejut melihatnya. Banyak sekali inti sihir yang didapat Zelvia.


"Jumlah ini.." Robert menghentikan ucapannya.


"Zelvia Leanara, dengan jumlah inti sihir 1567 yang didapatnya! Berikan tepukan tangan atas keberhasilan nya!" teriak Robert.


Bukannya mengapresiasi, berbagai ucapan negatif terlontar dari mulut orang-orang. Tidak sedikit orang yang menganggap Zelvia curang.


"Tuan Robert, bagaimana anda bisa percaya begitu saja? dia bisa saja curang!" ucap salah satu orang disana.


"Dasar curang!" ucap semua orang.


Robert sempat tertegun mendengar respon negatif dari orang-orang. Ia melihat Zelvia dan hendak mengatakan untuk tidak tersinggung.


Tapi, bukannya rasa kekecewaan dan kepanikan di wajah Zelvia, ia justru bersikap tenang dan tersenyum sinis pada semua orang.


"Kalian mengatakan hal itu padaku, apa kalian mempunyai buktinya?" tanya Zelvia.


Seketika, keberanian semua orang menciut mendengar ucapan Zelvia yang berani.


"Berikan padaku buktinya! Bukti kalau aku bersikap curang!" ucap Zelvia.


"Tidak perlu bukti untuk menunjukkan hal itu! Aku lihat, kemampuan sihir mu masih ditingkat bawah, mana mungkin bisa mengalahkan Zeron yang berada ditingkat atas!" ucap salah satu petinggi bernama Joyre.


"Itu benar" timpal penting lainnya yang bernama Erre.


Zelvia mengepal tangannya, "Kalian tidak bisa menuduh seseorang tanpa bukti! itu sudah termasuk melanggar peraturan pemerintah!" kesal Zelvia.


"Joyre, Erre, berhenti menuduhnya!" tegas Robert.

__ADS_1


Robert mengeluarkan lingkaran sihir di tangannya, terlihat seperti layar namun terbentuk dari sihir.


Sringg....srett... "HAAA!" suara dan gerak-gerik Zelvia terlihat jelas disana.


Pedang yang menjunjung tinggi, dengan kecepatan yang lumayan, menyerang para hewan spirit dan mengambil inti sihirnya.


Disana, tampak Gresya yang juga ada disana. Namun, aksi Gresya yang berubah menjadi rubah ekor sembilan tidak diperlihatkan.


Semua peserta yang menyaksikan ternganga melihat aksi dari Zelvia. Komentar negatif untuk Zelvia pun memudar dan berubah menjadi apresiasi dan komentar positif serta pujian-pujian padanya.


"Wah, sungguh berbakat! Andai saja dia menantuku!"


"Wanita yang berbakat!"


"Keren sekali, pantas saja bisa mengalahkan Tuan Zeron!"


Ucapan positif kini di dapatkan oleh Zelvia. Joyre dan Erre pun segera meminta maaf pada Zelvia.


"Karena sudah seperti ini, maka pemenangnya akan langsung ditentukan!" teriak Robert.


Robert menarik pergelangan tangan Zelvia dan mengangkatnya ke atas.


"NONA ZELVIA LEANARA, RESMI MEMENANGKAN PERLOMBAAN KALI INI" teriak Robert.


Clez mengulas senyum di wajahnya, ia bangga mempunyai nona yang berbakat dan mempunyai hati yang baik.


"Untuk peringkat dua, pemenangnya adalah Tuan muda Zeron!" lanjutnya.


"Peringkat ketiga, ditempatkan oleh Tuan muda Lan, peringkat keempat oleh Nona Cleznia, dan peringkat kelima oleh Nona muda Keina"


Itulah hasil yang telah diumumkan, semua pemenang maju ke depan dan mendapatkan hadiahnya masing-masing.


"Ambillah," ucap Robert pada Zelvia. Ia menyerahkan sebuah kotak berwarna cokelat tua.


"Apakah ini..," Zelvia menghentikan ucapannya, ia lalu menerima kota tersebut.


"Di dalamnya terdapat batu spirit air, ini adalah hadiah khusus untuk pemenang pertama. Oh ya, masih ada satu lagi.." ucap Robert.


"Nah, ambillah!" ucap Robert sambil menyerahkan sebuah kristal berwarna hijau dan berbentuk lonjong.


"Di dalamnya, banyak benda-benda yang lumayan berharga, peringkat tiga besar akan mendapatkan ini semua" jelas Robert.


Zelvia tersenyum dan membungkuk hormat. "Terima kasih" ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2