Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 89. Pemecatan


__ADS_3

"Uhukk..." batuk Zelvia karena dikejutkan oleh Clez tadi.


Zelvia mengambil tisu dan membersihkan mulutnya, "masuklah Clez" ucap Zelvia menyahut.


Clez membuka pintu kamar Zelvia dan segera menghampirinya.


"Nona, ini gawat!" ucap Clez panik.


"Gawat kenapa? Apa ada masalah?" tanya Zelvia bingung.


"Nona, kabarnya penginapan ini akan dibeli oleh anak menteri terkaya pertama di negeri ini. Para karyawan akan dipecat, dan penghuni di penginapan ini akan diusir keluar." jelas Clez dengan detail.


"Apa? Punya hak apa anak menteri itu? Dan, apa pemilik penginapan ini mengiyakan nya begitu saja?" tanya Zelvia kembali.


"Rumornya, pemilik penginapan ini dan anak menteri itu bersahabat, maka dari itu ia merelakan penginapan ini untuk sahabatnya. Lagipula, pemilik penginapan ini memiliki penginapan lain, ya karena dia juga orang kaya" kata Clez menjelaskan.


"Huhhh merepotkan!" gerutu Zelvia.


"Di daerah ini tidak ada penginapan lain kan?!" ucap Zelvia berkeluh.


"Clez, dimana Aneelie sekarang?" tanya Zelvia.


"Dia..emm.." Clez menghentikan ucapannya.


"Jawab aku, dimana Anee?" tanya Zelvia kembali.


"Sekarang, seluruh karyawan sedang berkumpul di ruangan pusat untuk pemecatan pekerjaan di penginapan ini," ucap Clez pelan.

__ADS_1


"Apa? Apa pemilik penginapan ini sudah gila?!!!"


Zelvia buru-buru keluar dari kamarnya, ia pergi menuju ruangan pusat.


"No-nona!" panggil Clez namun tidak terdengar di telinga Zelvia.


Krekkk....


pintu ruangan pusat terbuka, Zelvia segera menghampiri Aneelis.


"Aneelie!" panggil Zelvia dan membuat semua mata tertuju padanya.


"Siapa kamu? Pengawal, cepat suruh wanita ini keluar!" kata asisten pemilik penginapan itu.


"Baik" ucap para pengawal.


Zelvia dengan sigap menepis tangan pengawal itu, "Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian memecat banyak pekerja disini?" tanya Zelvia tegas dengan emosi.


"Nona, apa hak mu berbicara seperti itu pada kami? Apa kau tidak rela tempat tinggal yang kau tempati harus dijual?" tanya pria itu tersenyum.


"Bukan begitu, tapi bagaimana nasib pekerja disini?" Zelvia menggeleng.


Pria itu membuka tudung hitamnya, "kita bertemu lagi ya, Nona!" ucap pria itu.


"Ka-kamu..!" Zelvia terdiam sejenak.


"Bukannya kamu orang yang menabrakku saat itu?" tanya Zelvia heran.

__ADS_1


"Ternyata anda masih ingat ya, nonaku yang terhormat." ucap pria itu tersenyum.


"Ja..jadi kamu.."


"Ya, saya adalah pemilik penginapan ini, senang bisa bertemu denganmu lagi, Nona!" ucap pria itu.


"Perkenalkan, namaku Hans. Pemilik penginapan yang akan diambil alih oleh sahabat ku sebentar lagi," ucap Hans.


"Jadi benar anak menteri terkaya di negeri ini itu temannya Tuan Hans?" bisik bisik para pelayan.


"Anda kaget ya? Hahah, saya sudah menduganya." ucap Hans tertawa.


"Tidak!" bantah Zelvia.


"Anda memang keras kepala seperti pertemuan pertama kita waktu itu ya..." imbuh Hans yang lalu menggenggam sehelai rambut Zelvia dan mencium nya.


"Lepas! Dasar pria gila!" ucap Zelvia terkejut bukan kepalang.


"Heh," Hans terkekeh.


"Nona, coba saya tanya, tujuan anda datang kesini untuk apa, hum?" tanya Hans.


"Tentu tujuan saya datang kemari untuk meminta padamu agar tidak memecat karyawan yang tidak bersalah!" tegas Zelvia.


Hans duduk berjongkok di hadapan Zelvia, "Bagaimana kalau aku tetap mempekerjakan mereka, tapi ada syaratnya!" ucap Hans.


"Apa itu?" tanya Zelvia penasaran.

__ADS_1


"Jadilah wanitaku, Nona! Dengan begitu, mungkin saja aku dapat mengabulkan permintaan mu" Hans tersenyum menggoda dengan wajah percaya diri, seakan-akan Zelvia sudah pasti akan menerima dirinya.


Wanita mana yang tidak menyukaiku? Ini adalah keberuntungan untukmu, wahai nona manis! batin Hans tersenyum.


__ADS_2