
Episode sebelumnya :
"Dengan siapa?" tanya salah satu pengawal disana.
"Emm.. nama saya Zelvia Leanara!" ujar Zelvia berbohong untuk mencegah terjadinya hal yang tidak memungkinkan.
"Identitas ku harus dirahasiakan!" batinnya.
"Bisa dibuka dulu jubahnya, nona? Saya harus memastikan identitas anda!" ucap pengawal itu.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Zelvia tertegun, "Apa?!" tanyanya sedikit berteriak.
Zelvia lalu kembali terdiam dan berpikir.
"Hanya tunjukkan wajah tidak masalah kan? Toh, mereka juga tidak akan mengenali bangsawan di luar kota mereka kan?" batin Zelvia.
Zelvia lalu menganggukkan kepalanya pelan, "Baiklah" jawabnya yang lalu membuka jubah tudung yang menutupi wajahnya.
Srettt...
"Nah, apakah aku masih belum boleh masuk?" ucap Zelvia sekaligus bertanya.
Pengawal itu hanya diam, ia memandang manik mata Zelvia dan wajah cantiknya.
"Ehem.." Rero berdehem pelan, berkat itu pula pengawal itu tersadar dari lamunannya.
"Emm boleh, masuklah Nona!" ucapnya.
Zelvia tersenyum tipis, ia lalu menggandeng tangan Clez dan Rero agar masuk ke dalam, sebelum itu ia kembali memakai jubahnya.
"Ramai sekali," gumam Zelvia.
"Sepertinya banyak yang berminat mengikuti tantangan ini." ucap Rero.
"Ya," sahut Clez singkat.
Zelvia, Clez, dan Rero berjalan menuju ke arah papan yang bertuliskan misi-misi yang harus mereka lakukan, dimulai dari level rendah sampai level tinggi, semua tantangan tertulis disana, hadiahnya pun seperti yang dikatakan Riel, tidak main-main!
"Aha, menarik!" ucap Zelvia sambil tersenyum menyeringai.
"Nona, anda mau pilih level yang mana?" tanya Rero penasaran.
"Aku.. berencana untuk mendaftarkan diri di level yang tinggi!" jawab Zelvia serius.
"HAH?! Anda yakin?" tanya Rero dan disahut dengan anggukan kepala oleh Zelvia, itu artinya ia mengiyakannya.
"Ckckck... masih muda sudah sok berani!" ucap seseorang dari belakang. Zelvia yang mendengar suara itupun langsung menoleh ke belakang.
"Maksud anda?" tanya Zelvia heran.
"Kamu masih muda, tapi berlagak hebat!" ucap seorang pria yang sudah lumayan tua.
"Jika kau mendaftarkan diri di level yang tinggi, maka resiko kematian akan besar. Walaupun hadiahnya sangat menggoda, tapi tetap saja nyawa lebih penting!" ucap pria tua itu.
__ADS_1
"Maaf, tapi saya memilih ini karena saya merasa akan mampu," ucap Zelvia dengan senyum yang terukir di wajahnya.
"Haaah...,"
"Terserah kau, tapi aku hanya akan mengingatkan, pikirkan keputusanmu itu sebelum pendaftaran dibuka!" ucap pria itu dengan raut wajah sedikit kesal. Pria itu lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah pelan.
Zelvia lalu terdiam sejenak, "Tunggu pak!" ucapnya sambil menggenggam tangan pria tua itu.
Pria itu tertegun sesaat, ia lalu menoleh ke arah Zelvia.
"Ya, ada apa?" tanyanya
"Apakah... hutan spirit sangat berbahaya?" tanya Zelvia.
Setelah membaca papan tadi, Zelvia melihat salah satu misi berlevel tinggi yaitu mengambil inti sihir dari setiap hewan dan monster spirit di hutan spirit. Kabarnya, hutan itu hanya bisa dimasuki oleh orang dengan level atas dan tentu saja membutuhkan energi yang besar untuk melawan para monster dan hewan spirit.
Pria itu tersenyum, "Lihatlah saja nanti, kau akan memasuki hutan tersebut kan?" jelas pria itu. "Anak muda jaman sekarang memang keras kepala," gumamnya namun dapat di dengar di kedua telinga Zelvia.
"PENDAFTARAN AKAN SEGERA DIBUKA DALAM HITUNGAN TIGA" teriak salah satu pengawal yang bertugas berjaga di tempat pendaftaran.
Semua mata tertuju pada pengawal itu, ada rasa gugup sekaligus takut di dalam hati mereka, namun demi barang yang berharga, butuh pengorbanan dan perjuangan besar.
"Satu,"
"Dua,"
"Tiga!"
Krekkk....
"Selamat datang semuanya!" sapa pria tersebut.
Sudah rahasia umum bagi masyarakat mengenai pria misterius di agen Xue Hi. Namun, karena ini pertama kalinya Zelvia, Clez, dan Rero datang kemari, maka mereka sedikit heran dengan pria tersebut.
"Baik, karena tidak ingin membuang waktu para peserta sekalian, saya akan langsung katakan pada intinya saja!" jelas pria tersebut.
"Sepertinya tahun lalu, maka tahun ini juga akan diadakan lomba besar-besaran! Tidak seperti biasanya yang hadiahnya tergolong kecil, hadiah kali ini adalah hadiah yang berharga, yaa apalagi untuk peringkat pertama! Eitss.. tapi tidak semudah itu, jika ingin hadiah besar, maka misi nya tentu juga lebih berbahaya!" tambahnya.
"Dalam persyaratan dan peraturan yang berlaku, maka lomba ini diatas dasarkan kejujuran, jadi jika ketahuan curang pasti ada hukumannya, tidak peduli kaya atau orang biasa. Dan satu lagi, tidak ada paksaan dalam misi, jadi yang memang punya nyali yang tinggi, boleh mendaftar, dan jika sebaliknya, kalian boleh pulang!" ucap pria tersebut.
"Ah, aku tidak yakin aku bisa melakukannya! Apa aku pulang saja ya?"
"Aku masih punya anak istri di rumah, aku tidak ingin meninggalkan mereka dengan cepat.."
"Oh tidak, ini sangat berbahaya!"
Berbagai ocehan terlontar dari mulut ke mulut, mendengar penjelasan dari pria tadi membuat kepercayaan diri mereka luntur seketika.
"Sepertinya misi ini memang sangat berbahaya" gumam Zelvia.
"Karena tidak ingin membuang waktu, maka saya akan umumkan.."
"LOMBA INI RESMI DIBUKA!" teriak pria itu.
Sebuah gerbang teleportasi yang sangat besar tiba-tiba saja muncul, orang-orang berbondong-bondong mendaftar di kertas sihir dengan pena mereka, sesuai antrian, mereka berdiri di atas gerbang teleportasi yang akan segera dibuka. Tetapi, tidak sedikit juga orang yang lebih
__ADS_1
"Ze..Ze.." panggil Rero pelan.
"Ya?" tanya Zelvia sambil menoleh ke arah Rero.
Rero memejamkan matanya sesaat, ia mengirimkan sebuah kalimat lewat komunikasi pikiran.
"Ze, aku tidak yakin bisa masuk ke dalam sana, kau tahu sendiri aku bukan manusia asli! Energi ku akan cepat habis jika menjadi manusia di dalam sana"
Zelvia yang mendengar hal itu, menoleh ke arah Rero dan mengangguk tanda mengerti.
"Pergilah dari sini, lalu berubahlah!" balas Zelvia dalam komunikasi pikiran.
Zelvia menggandeng tangan Clez dan mengajaknya masuk ke dalam, namun Clez yang menyadari akan ketidakhadiran Rero, langsung menanyakannya pada Zelvia.
"Nona, Firex--"
Zelvia tersenyum tipis, "Dia bilang ada urusan jadi tidak bisa ikut serta, kita berdua saja ya!" ucap Zelvia.
Clez mengangguk, ia berjalan berdampingan dengan nonanya. Mereka berdua mendaftar di tempat pendaftaran.
Zelvia dan Clez mengantri sesuai barisan. Sebelumnya, Zelvia menyarankan pada pelayannya itu agar memilih level sedang demi keamanannya.
Flashback on
"Hai nona-nona!" sapa penjaga ramah.
"Ya, hai juga!" sahut Zelvia dan Clez bersamaan.
"Silakan pilih level yang akan kalian jalani misinya!" ucap penjaga itu kembali.
"Saya.. level tinggi!" ucap Zelvia tenang.
"Nona.."
"Tidak apa Clez, percayalah padaku!" jelas Zelvia.
Clez menghela nafasnya panjang, "Saya juga level tinggi!" ucapnya.
"Clez!"
"Ya nona?" tanya Clez.
"Kau yakin ingin memilih level itu?" tanya Zelvia.
Clez menganggukkan kepalanya, "Iya, nona" jawab Clez.
Meski begitu, tampak raut wajah sedikit takut di wajah Clez. Tapi ia tetap menyembunyikan nya dengan senyuman agar bisa melindungi nonanya, itulah pikirannya.
"Haaah.." Zelvia menghela nafasnya.
"Pilih level sedang saja, aku tidak apa sendiri" ujar Zelvia.
"Tapi nona--"
Zelvia memegang kedua bahu Clez, "Jangan pedulikan aku!" ucapnya tegas.
__ADS_1
Flashback off