Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 95. Membantu Riel


__ADS_3

"Nona, a-anda yakin ingin membantu saya? Lalu bagaimana dengan kesalahan saya sebelumnya pada anda dan pekerja di penginapan ini?" tanya Riel keheranan.


"Hm, mungkin aku masih bisa membantu dan memaafkan mu! Hanya saja, aku punya satu syarat untukmu!" jawab Zelvia.


Riel tersenyum, hatinya lega bisa dimaafkan oleh sang pujaan hati.


"Apa syaratnya nona? Asal saya bisa melakukannya, saya janji akan melaksanakan syarat nona!" ucap Riel yakin.


"Tidak sulit, aku hanya ingin kamu berhenti berbuat jahat dan merugikan, baik itu pada orang lain atau dirimu sendiri! Syarat ini sangat mudah jika kamu memahami hal-hal baik yang penting dalam kehidupan mu, namun ini akan menjadi sulit jika kamu keras kepala akan pendirian mu sendiri dan tidak mementingkan orang lain!" jelas Zelvia.


Riel terdiam, ia duduk bersimpuh di hadapan Zelvia sambil menunduk, "Terima kasih.. terima kasih nona!" ucapnya lirih.


"Saat pertama kali bertemu denganmu, kukira kamu hanyalah gadis kecil yang biasa-biasa saja nona! Tapi pemikiran ku salah, ternyata kamu bahkan lebih hebat dari dugaan ku! Kau selalu bisa memberikan aku kejutan, nona manis!" batin Riel kagum.


"Oh ya, satu lagi... ada hal yang ingin kutanyakan padamu!" ucap Zelvia.


"Hem? Apa itu nona?" tanya Riel cepat.


"Mengenai giok yang kita perebutkan waktu itu.. hm kenapa kamu tertarik sekali ingin membelinya?" tanya Zelvia penasaran.


"Nenekku pernah memperlihatkan giok kuno peninggalan ketua hewan magic dahulu, dan giok itu sangat mirip dengan giok yang aku ingin waktu itu! Kabarnya, hanya orang dengan keturunan langka yang bisa memiliki giok itu, termasuk sepupu ku yang katanya memiliki hal spesial itu. Maka dari itu aku bermaksud ingin membeli giok itu, dan menguji pada sepupuku, aku ingin tahu apakah benar sepupuku yang membuatku selalu dibanding-bandingkan itu benar memiliki kemampuan seperti itu? namun... sepertinya jika anda sudah membuangnya, pasti pemulung jalanan sudah mengambilnya kan?" jelas Riel.


"I-iya, maaf aku tidak tahu!" ujar Zelvia.


"Pergilah, masalahmu dan Hans akan aku urus!" lanjutnya.


Riel pun menurut dan pergi keluar kamar Zelvia.


"Keturunan langka? Apakah aku.."


"Nona, nona.. kenapa anda melamun?" panggil Clez.


"Diamlah.." titah Rero.


"Anda akan segera mengetahuinya, Nona!" batin Rero.


Kini, semua sudah pergi meninggalkan kamar Zelvia, hanya Zelvia lah yang ada dalam kamar itu.


"Huhh..baiklah, jangan pikirkan hal itu dulu! Aku masih ada hal yang belum diselesaikan kan?" ucap Zelvia sambil tersenyum licik.


"Firex, jaga penginapan ini selama aku pergi! Aku akan pergi bersama Clez ke pusat pemerintahan, tolong jaga kamarku dan penginapan ini untuk sementara ya!" titah Zelvia pada Firex ( nama palsu Rero ).


"Tapi nona.."

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian!" ucap Zelvia tegas.


Zelvia mendekatkan mulutnya di telinga Rero, seperti ingin membisikkan sesuatu.


"Tenang saja, jika aku membutuhkan bantuan mu, koneksi pikiran kita kan terhubung!" bisik Zelvia.


Rero menepuk jidatnya, bisa-bisanya ia lupa akan hal itu! pikirnya saat ini.


Kusir kereta kuda sudah menunggu kehadiran Zelvia dan Clez yang ingin menumpanginya. Zelvia dan Clez memakai tudung hitam juga celana panjang agar memudahkan mereka untuk berjalan di tempat yang ramai itu.


Tak...tak...tak... hentakan kaki kuda terdengar jelas, hanya butuh beberapa jam, Zelvia dan Clez sampai di kantor pemerintahan


"Jadi ini tempatnya..." gumam Zelvia.


"Ayo masuk, Clez!" ajak Zelvia dan disahut dengan anggukan kepala oleh Clez.


******


Di dalam kantor...


"Dengan siapa anda ingin bertemu? Apa sudah ada janji dengan seseorang?" tanya pengawal disana.


"Tidak ada, tapi aku sangat membutuhkan bantuan orang di dalam!" ucap Zelvia.


Zelvia mengeluarkan sebatang emas dari kantung tasnya, ia memberikan emas itu pada pengawal.


"Ambil ini!" ucap Zelvia.


Pengawal itu seketika terdiam, “Emas? Apa dia orang penting?” batinnya.


Pengawal itu dengan terpaksa mempersilakan Zelvia masuk, dengan langkah pelan Zelvia pergi ke tempat dimana bos disana berada.


"Aku harus cepat!" ucap Zelvia.


Zelvia melihat setiap sudut ruangan, namun tetap saja tidak ada nama yang tertulis di papan sesuai dengan nama tuan atasan disana.


"Huhhh, dimana sebenarnya ruangan itu?" gumam Zelvia.


Entah keajaiban atau memang kebetulan, Zelvia melihat ruangan yang ia cari lamanya di depan mata. Zelvia bergegas pergi ke ruangan itu dan mengetuk pintu.


Tok...tok..tok...


Ketukan yang keras membuat salah satu pengawal yang menjaga ruangan itu membukakan pintu.

__ADS_1


"Siapa kamu? Kenapa berani sekali masuk ke area ini?" tanya pengawal itu.


"Siapa aku, tidaklah penting bagimu! Cepat temui aku pada tuanmu!" titah Zelvia pada pengawal itu. Tapi, pengawal itu masih keras kepala akan pendiriannya yang tidak memperbolehkan Zelvia masuk.


Akhirnya, sang tuan keluar dari singgahnya. Ia pergi menghampiri Zelvia.


"Siapa kamu?" tanyanya heran.


"Tepat sekali!" batin Zelvia.


Zelvia mengeluarkan sebuah lambang dengan tingkat diamond. Hal itu membuat mata pria yang disebut sebagai "tuan" itu membulat sempurna. Mulutnya terbuka, menandakan ia terkejut.


"Ka..kamu.." ucapnya terbata-bata.


Zelvia menoleh ke segala arah, "Kita masuk ke dalam dulu!' ucapnya.


Krekkk... pintu ruangan itu ditutup, dengan hormat pria tadi mempersilahkan Zelvia duduk di kursi utama.


"Tuan, kenapa anda mempersilahkannya duduk di kursi utama? Dan kenapa anda menghormati orang sepertinya?" tanya salah satu bawahan pria itu penasaran.


"TUTUP MULUTMU!" teriaknya tegas.


Zelvia memutar bola matanya malas, "Bisakah kalian tidak berdebat?" tanya Zelvia sinis.


Pria bernama Lessen yang juga orang yang memiliki jabatan tinggi di kantor pemerintahan itu tunduk di hadapan Zelvia.


~ POV Lessen ~


Lessen Arielne, seorang pengusaha kaya di Kota Tersevane, dia adalah anak dari pemilik kantor pemerintahan.


Statusnya sebagai keluarga Arielne, yang termasuk keluarga dengan tingkatan Silver itu adalah salah satu keluarga kaya di kota itu.


Lessen terlahir di Kota Tersevane, daerah Serrez.


Lessen berumur 24 tahun. Ia memiliki dua orang kakak perempuan, dan satu orang kakak laki-laki. Lessen juga memiliki dua orang adik kembar, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki.


Lessen adalah anak keempat sekaligus putra kedua dalam keluarga Arielne. Banyak orang yang tunduk pada kekuasaannya, tak terkecuali penduduk di Kota Tersevane.


Lalu, mengapa hari ini ia tunduk pada Zelvia? Zelvia adalah keluarga dengan tingkatan diamond, yang artinya tiga tingkat lebih tinggi dari dirinya. Jadi wajar saja Lessen takut pada kekuasaan Zelvia.


Walau Zelvia adalah keluarga dari luar kota, namun tingkatnya bukanlah main-main.


Maka dari itu, Zelvia merasa dirinya sedikit ceroboh menunjukkan identitas aslinya. Tapi mau bagaimana lagi? Ia harus melakukan itu untuk memberantas kejahatan!

__ADS_1


~POV End~


__ADS_2