The Antagonist: World Ends Theory

The Antagonist: World Ends Theory
Chapter 20 - Ceritanya T'lah Selesai


__ADS_3

"Eh?" Setelah cerita Hendrick selesai, Clara termangu dengan fakta kalau dia benar - benar pernah berteman dengan Hellen.


Gawat, mendengar dari ceritanya. Kemungkinan besar ini adalah salahku. Tidak kusangka Aku sendiri yang membuat Hellen berubah menjadi begitu.


Yang lebih penting lagi, apa Clara punya setelan yang bisa mereset semua ingatannya selama tiga tahun terakhir.


"Aku sudah memperingatkanmu berulang kali. Bisakah kau tidak menunjukkan ekspresi seolah kau sedang berpikir keras. Wajah bodohmu tidak cocok untuk itu."


"Hmph! Ini wajah saya dan saya berhak melakukan apa saja dengan wajah ini. Apakah buktinya hanya penanda buku itu saja?" Wajah Clara berubah serius.


"Kau benar - benar orang tua, ya? Melupakan banyak hal begitu mudahnya seolah - olah dunia di sekitarmu selalu berhenti dan dimulai secara mendadak."


"Jawab saja!"


"Huft..., Hellen kesenangan mendapatkan hadiahmu dan diapun membuat hadiahnya sendiri untukmu. Dia meminta kepada Ayah memanggil pengrajin permata ahli agar dia tak mengecewakanmu."


Dia sangat niat sekali membuat hadiah untukku.


"Hadiah apakah itu?" Tanya Clara.


"Itu adalah kalung yang dihiasi safir. Dia bersikeras menambahkan permata safir sebab matamu sangat serasi dengan warnanya-"


Belum sempat kalimat Hendrick selesai, Clara sudah berlari pergi meninggalkannya. Dia berlari cukup kencang menuju ke kamarnya sambil terus mengingat ucapan Hendrick.


Sementara Clara sudah pergi dari ruangan itu, Hendrick menengok ke sampingnya. Disana ada bulan purnama yang bersinar lebih terang mengalahkan bintang - bintang malam.


"Malam yang cocok untuk perubahan."


...****...


Kalung yang dihiasi safir? Dalam novel tidak diceritakan kalau Hellen dan Clara Scoleths pernah saling bertukar hadiah. Apa scene ini tersembunyi? Yang benar saja! Aku ini membaca semua huruf dalam novel 'Flower Girl's' dari ujung ke ujung.


Kemudian Clara menaiki tangga menuju lantai paling atas, dimana kamarnya terletak disana. Clara bahkan tak menghiraukan tatapan bingung dan teriakan dari Avrim. Saat ini dia hanya perlu mengonfirmasi hal - hal yang terjadi enam tahun lalu.


BRAK


Dengan tubuhnya, Clara mendobrak pintu kamarnya. Tidak peduli dengan etiket yang ia pelajari selama beberapa hari ini bersama Hendrick.

__ADS_1


Clara menyusuri setiap sudut kamarnya dan mencari - cari benda yang disebut Hendrick sebelumnya.


"Itu adalah kalung yang dihiasi safir."


"Tidak ada benda itu dimana - mana! Hendrick berbohong 'kah?"


Setelah benda yang ia cari tidak berhasil ditemukan di lemari. Clara beralih mencarinya di laci meja yang biasa ia taruh kuas lukis disana. Mungkin saja Clara tak melihat dengan baik kalau ada kalung itu.


"Kumohon, aku ingin memperbaiki hubungan kami. Kuharap Clara Scoleths tidak menjadi antagonis pada akhirnya. Aku ingin hidup normal."


KLAK


Laci dibuka dan Clara membongkar isinya dengan kasar.


"Kuas, pena, tidak, bukan, tidak ada, bukan yang ini, dimana?!"


Kamar Clara terlihat berantakan setelah ia membongkar isinya tanpa merapikannya balik. Ia mendudukkan dirinya ke lantai dengan cepat, Clara lupa kalau dia berada di tempat gelap sehingga lututnya membentur kaki laci.


"Ouch...!" Clara mendesis pelan.


"Siapa yang menaruh laci di sini! Memang tidak ada akhlak orang seperti itu."


TUK


Sudah jatuh tertimpa tangga.


Setelah lututnya membentur kaki laci, Clara mendapatkan kapalanya dijatuhi oleh sesuatu. Meski penerangannya hanya lilin yang membuat pandangannya agak memburam. Tapi Clara yang sudah terbiasa dengan gelap tidak akan tertipu dengan penerangan minim ini.


Ia menyelimuti tangannya dengan sapu tangan kemudian memungut benda tersebut. Clara mengangkat benda tersebut sejajar dengan matanya.


Dengan berat ia menelan salivanya, tangannya yang diselimuti sapu tangan sambil memegang benda itu tampak gemetar.


Wajahnya memucat seketika ketika ia tahu jelas benda apa yang ia pegang.


Itu adalah botol berisi racun, sayangnya isi dari botol telah habis setengahnya. Ia tahu karena botol seperti pernah ditunjukkan Hendrick ketika pulang dari misi di perbatasan.


Ia tertawa tak percaya setelahnya. "Ha.. ha.., sangat tidak lucu... mengapa dunia novel ini selalu membuat lelucon untukku?

__ADS_1


"Mengapa Clara Scoleths mempunyai benda seperti ini? Bahkan isinya sudah berkurang setengahnya. Tidak mungkin ini seperti apa yang kupikirkan, bukan?"


Dengan hati - hati Clara memasukkan benda itu kembali ke dalam laci. Clara sengaja menaruhnya agak dalam dan tersembunyi agar Avrim tidak menemukannya.


Keringat dingin menjalari tubuh pucat Clara. Bahkan setelah benda itu tak ia pegang, Clara masih merasa tangannya gemetar ketakutan.


Apa akhirnya akan sama dengan yang di novel? Tapi... aku sama sekali tidak mau itu terjadi!


Tatapan Clara memancarkan perhomonan kepada langit malam ini. Tangannya yang masih gemetar ia usahakan mengaitkannya, seperti berdoa. Ia menaruh kedua tangannya di depan dadanya.


"Semoga... ending dalam novel tidak menjadi kenyataan di dunia ini. Aku memohon dengan sangat pada siapapun!"


Argh! Siapapun yang bertanggung jawab atas masuknya Aku ke dalam novel ini... kalau Aku bertemu dengannya. Dia pasti tidak akan lolos dari tebasan mautku!


...****...


Di tempat yang memiliki pemandangan indah. Yang tidak pernah dijamahi matahari maupun bulan sehingga tak ada siang atau malam baginya. Jadi dia menciptakan terang dan gelap di tempatnya sendiri.


Orang itu menyesap teh yang sudah berkali - kali ia isi ulang. Matanya menatap pada setangkai mawar putih yang di dunia asli tidak pernah terlihat lagi karena sebuah tragedi lama.


"Bukan sekali kau memohon seperti itu."


Kemudian mata ruby nya memancarkan rasa kasihan pada seseorang yang selama ini sudah ia awasi diam - diam.


"Jika saja kau tidak pernah berjanji. Maka, aku juga tidak akan begitu memaksamu melaksanakan misi itu."


"Aku ingin dunia ini damai! Tanpa sekedar kebohongan belaka. Karena itu, aku berjanji akan..."


TUK


Cangkir yang ia pegang kini ditaruh diatas meja.


"Setelah semua ini selesai, aku berjanji akan melepaskan dirimu. Asalkan kau menepati janjimu tanpa melarikan diri lagi. Aku tak akan mengekangmu dalam rantai takdir setelahnya."


"Aku sudah berjanji. Bisakah kau menepati janjimu juga?"


TBC

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ^-^


So, see you in the next chapter~


__ADS_2