
Hening.
Satu kata yang cukup untuk mendeskripsikan apa yang terjadi saat ini di dalam kamar Hellen. Clara berusaha mempertahankan senyumnya di depan Hellen.
SRET
PLAK
Hellen menarik kerah jubah Clara kemudian menampar pipinya sekencang yang ia bisa lakukan. Sehingga penutup kepalanya terbuka dan memperlihatkan wajah Clara seutuhnya.
Setelah Clara jatuh ke lantai kamar. Terlihat jelas jika saat ini Hellen menahan rasa amarah dalam dirinya, Clara sadar kalau nafas Hellen sangat tidak beraturan.
Berbeda dari sebelumnya yang berarti senang. Saat ini Hellen sedang melampiaskan seluruh kemarahannya pada Clara.
"Setelah tiga tahun kau mencampakkan aku! Dengan mudahnya sekarang kau berkata memulai dari awal lagi!" Hellen menunjuk kesal kearah Clara.
Clara diam saja sambil memandang dalam - dalam FL novel ini. Dia membiarkan Hellen mengeluarkan semua keluh kesahnya sampai ia tenang sendiri.
Jadi Clara Scoleths mencampakkan Hellen, inilah alasan mengapa sekarang Hellen jadi terlihat membenciku.
"Apa Kau tahu? Selama tiga tahun ini aku selalu menderita karenamu!!!"
"Kau menyebalkan, CLARA SCOLETHS!!!"
...****...
"Apakah perempuan aneh itu bersamamu, Hendrick?" Duke Wayne datang ke ruang kerja anaknya.
Hendrick mendengus sebal, dia masih dendam dengan apa yang terjadi kemarin. Kalau tidak ada Clara yang membantunya, dia sudah pasti terjebak semalaman dengan dokumen - dokumen itu.
"Bocah itu hari ini belum kesini. Cari saja di kamarnya."
"Huh? Tapi Ayah sudah mencarinya kesana dan dia tidak ada disana."
__ADS_1
Mendadak tubuh Hendrick menegang, dia menatap Duke Wayne tidak percaya. "Eh?"
...****...
Di kamar Hellen. Hellen sudah menangis menjadi - jadi. Setelah menampar Clara barusan, dia belum melakukan apa - apa lagi pada teman masa kecilnya ini.
Mungkin ikatan mereka terlanjur begitu kuat sampai Hellen begitu tak tega memukul Clara lagi. Namun Clara sendiri sudah pasrah akan keadaan dan mebiarkan diri nya dipukuli.
"Kau... benar - benar tak memiliki hati. Kau selalu bisa menarik simpati orang - orang di sekitarmu, kau licik Clara Scoleths... hiks.. kau sangat licik... huaa!"
Hellen menangis seperti anak kecil, Clara tentu saja merasa panik dengan itu.
Saat Clara ingin menenangkan Hellen. Seorang wanita paruh baya mendatangi mereka dengan langkah tergesa - gesa.
Duchess mendengar teriakan - teriakan yang sampai ke kamarnya. Dan dia langsung tahu kalau teriakan itu berasal dari Hellen.
"Hellen, anakku. Apa yang terjadi padamu?" Duchess memeluk Hellen erat.
Tapi ini agak aneh. Sebab Clara punya bekas tamparan di pipinya dan ia duduk di lantai begitu santainya. Sementara Hellen yang sehat - sehat saja tanpa ada lecet sedikit pun malah menangis keras.
Lantas, siapa yang sebenarnya harus menangis disini?
"Umm, Duke Wayne... saya bisa jelaskan." Cicit Clara. Dia takut disalah pahami karena melukai anaknya nanti.
Duke Wayne mengabaikan Clara dan memilih menenangkan Hellen bersama istrinya. Hendrick pun mendekat pada Clara.
"Apa yang kau lakukan pada Adikku?"
Clara tanpa sadar memegang bekas tamparan di pipinya. "Nona Hellen menampar aaya lalu menangis keras seperti ini. Hahaha..." Kemudian Clara tertawa garing.
"Aku tahu apa yang coba kau perbuat."
Lalu tawa garing Clara terhenti disitu.
__ADS_1
"Seharusnya sebagai perempuan kau tahu kalau hati perempuan itu rapuh. Dengan cara begini tentu saja orang manapun tidak akan terima." Hendrick menepuk dahinya pelan.
Clara berhenti memegang pipinya. "Saya hanya meminta maaf dengan cara saya sendiri. Namun sepertinya sangat salah."
"Kau ini idiot apa? Hanga orang bodoh yang memaafkan orang sepertimu, terlebih caramu sangat menyebalkan."
Hey, itu kasar sekali.
"Mengapa Tuan Hendrick ada disini?" Tanya Clara.
Ini terasa agak de javu.
"Ayahku mencarimu namun dia tak mengatakan apapun soal sebabnya. Aku mengatakan pada Ayah mungkin saja kau ada di perpustakaan. Tapi sebelum sampai, kami mendengar Hellen berteriak."
"Oh..." Clara mengangguk paham.
"Kita urus masalah ini nanti, Hellen. Clara Scoleths."
"Ya."
Saat Clara sedang bertukar kalimat dengan Hendrick. Duke Wayne menyela percakapan mereka setelah Hellen sudah berhenti menangis.
"Raja memintamu satang bersamaku ke Istana."
Clara membeku mendengarnya.
Heh? Aku yakin tidak membuat masalah apa pun pada pihak kerajaan. Untuk saat ini...?
TBC
Jangan lupa like dan komen ^-^
So, see you in the next chapter~
__ADS_1