The Antagonist: World Ends Theory

The Antagonist: World Ends Theory
Chapter 23 - Langkah Awal


__ADS_3

Dengan mata yang terasa berat untuk terbuka. Clara memaksakan diri untuk duduk di kasurnya. Di sebelahnya seperti biasa ada Avrim yang akan menemani Clara sarapan.


Hari ini menunya salad sayur dan buah.


Clara memakan makanannya dengan lambat, ini agak membingungkan sebab jika menu nya salad Clara akan lebih ceria. Avrim mulai mengajukan pertanyaan.


"Apa Nona sakit?" Avrim menyentuh kening Clara yang terasa dingin, ternyata Clara tidak sakit.


"Aku bermimpi aneh semalam, Avrim."


"Bermimpi aneh apa? Saya sebagai orang setia Nona akan mendengarkan seluruh keluh kesah Nona."


Clara menatap Avrim haru. "Sebenarnya aku ingin tahu, apa benar orang bermata kristal putih terakhir telah meninggal sekitar ratusan tahun lalu? Aku mendengarnya dari Tuan Hendrick."


"Aih..." Avrim menggaruk tengkuknya dengan ekspresi bingung. "Jujur, Nona. Kalau persoalan begitu saya kurang paham dan tahu. Tapi kalau Duke Muda sudah berkata demikian, mugkin saja benar."


"Begitu."


"Namun, Nona. Memang benar bahwa mata berlian putih itu langka. Biasanya yang punya tersebut jalan hidupnya ditentukan oleh dunia bukan oleh dirinya sendiri."


Clara mengerutkan keningnya. "Jalan hidup yang ditentukan oleh dunia?"


Avrim mengangguk. "Saya juga kurang paham mengenai itu. Pengetahuan yang saya miliki tentang Nona juga tidaklah terlalu banyak."


Clara terdiam, sekarang ia mengerti mengapa Hendrick bingung ketika Clara menanyakan hal tersebut. Yang sekarang tidak dipahami olehnya adalah...


Apa hubungan gadis itu dengan Clara Scoleths? Aku yakin dalam novel tidak diceritakan bahwa Clara punya saudara atau kenalan seperti gadis dalam mimpiku itu.


"Kenapa Nona mendadak bertanya tentang itu?"


Avrim tahu kalau Clara 'baru' cukup kepo dan menjadi sedikit bodoh untuk mengerti. Tapi bagaimanapun, dia hanyalah seorang pelayan yang dikirimkan dengan tujuan memata - matai kegiatan Clara dan melaporkannya.


Akan tetapi, semenjak perubahan ini terjadi dia merasa agak enggan untuk melaporkan seluruh kegiatan Nonanya ini. Hati kecilnya tergerak dan mulai merasakan simpati pada orang lain.


Tapi apalah dayanya, dia hanyalah bawahan yanh sudah bersumpah setia lebih dulu pada orang lain.


"Saya harap Nona bisa hidup normal." Lirih Avrim.


"Hng? Kau mengatakan sesuatu, Avrim?"

__ADS_1


Avrim menggeleng samar. "Tidak kok, Nona."


"Begitu."


Meskipun merasa curiga, Clara juga bukanlah orang kepo yang suka memaksa untuk bicara, khusus untuk Avrim saja. Jadi Clara membiarkan saja apa yang Avrim katakan sebelumnya.


"Avrim, aku ingin mendatangi Nona Hellen."


"Eh?"


Seketika hening menyelimuti ruangan Clara.


Avrim yang tercengang, dipaksa kesadarannya untuk kembali, "Apa Nona sedang bercanda sekarang? Hubungan Nona dan Nona Hellen sudah memburuk sejak tiga tahun lalu. Jika Nona tetap mendatanginya..."


GREP


Clara memegang tangan Avrim dengan erat. Dia tersenyum lebar pada pelayan pribadinya itu.


Sudah lama rasanya tidak dikhawatirkan oleh seseorang.


"Tenanglah, Avrim. Nona terhebatmu ini akan baik - baik saja, seperti yang selalu kau bilang. Tidak ada yang tidak mungkin untuk diubah di dunia ini."


Selama kurang dari enam tahun melayani Clara Scoleths ini. Baru sekarang Avrim merasa kalau dia dianggap layaknya orang tua oleh Clara.


Mengingat bahwa dahulu menengok pada Avrim saja Clara enggan saat tahun keempatnya bekerja di kediaman Wayne.


Dan alasan mengapa itu bisa terjadi, Avrim menyatakan kalau itu ulah pribadi dalam Clara. Mungkin tiga tahun pertama di kediaman Wayne dan orang yang datang bersama Duke Wayne adalah Clara Scoleths.


Sementara di tiga tahun terakhir, pribadi dalam Clara yang mendominasi kesadarannya. Hanya saja yang masih menjadi pertanyaan Clara adalah bagaimana bisa saat itu yang 'dalam' mendominasi.


Apakah ada situasi khusus? Yang jelas Aku harus memperbaiki hubunganku dengan Hellen terlebih dulu jika ingin menhindari ending buruk itu.


...****...


TOK TOK TOK


Pintu terbuka dan menampilkan Hellen dengan wajah kesalnya ketika ia melihat siapa yang datang padanya.


"Bisa - bisanya kau datang ke kamarku, Clara Scoleths. Apa kau melupakan aturanmu sendiri yang kau buat tiga tahun lalu?" Hellen berucap sinis.

__ADS_1


Clara memandang tegas pada Hellen. Dia sudah mengumpulkan keberaniannya untuk datang ke tempat ini.


Sudah lama rasanya, Clara merasa nostalgia ketika ia berdiri disini.


"Aku ingin berbicara padamu, Hellen. Apa kau punya waktu?" Tanya Clara.


"Kau bahkan berani memanggilku begitu. Tck!"


Meski kalimat Hellen dan cara bicara nya terdengar sinis. Tetapi Clara lumayan peka untuk bisa melihat kalau Hellen cukup senang dengan keakraban ini.


Mulut Hellen menyeringai senang, matanya bersinar memancarkan kebahagiaan. Tubuhnya juga bergetar kecil saking senangnya ia. Ritme nafasnya juga menjadi agak cepat.


Jadi Kau tidak bisa membenci dan balas dendam pada Clara Scoleths, yah? Dia benar - benar mirip dengan Kakaknya.


"Masuklah, bodoh!"


Clara mengikuti langkah Hellen yang memasuki kamarnya. Kemudian mereka duduk di tempat dengan meja dan dua kursi yang sangat terlihat kapasitasnya hanya ada dua orang.


Dia mungkin sering mengundang teman - teman bangsawannya.


"Jadi, ada gerangan apa kau datang kemari?"


Hellen sudah mengatur ekspresi sebelumnya. Sekarang dia terlihat dingin dan membenci orang di depannya. Tapi Clara itu itu hanya sandiwara.


Dibandingkan dengannya, sandiwaraku jauh lebih baik.


Clara tersenyum sangat tipis.


"Aku ingin kita memulai dari awal lagi..."


"Hm?"


Senyum Clara semakin lebar. "Allen!"


"Eh?"


TBC


Jangan lupa like dan komen ^-^

__ADS_1


So, see you in the next chapter~


__ADS_2