The Antagonist: World Ends Theory

The Antagonist: World Ends Theory
Chapter 37 - Terima Kasih


__ADS_3

"Av...rim...? Apakah itu kau?"


"Iya Nona, ini adalah saya."


Bo..bohong kan! Bukankah Rovers mengatakan kalau Avrim dibawa oleh Vester untuk disembuhkan. Jika memang sudah disembuhkan, mengapa membutuhkan waktu yang sangat sebentar?


Clara melihat wajah Rovers yang juga sama herannya dengan dirinya. Berjaga - jaga jika itu bukanlah Avrim yang sebenarnya, Rovers pun bertanya kepada orang itu.


"Aku pikir Vester telah membawamu untuk disembuhkan."


"Oh, pemuda dengan wajah khawatiran itu, ya? Saya sudah meninggalkannya di tempat itu. Dia tampaknya terkejut bahwa luka saya tertutup dengan sangat cepat."


Tentu saja!


"Namun Nona, saya sama sekali tidak berbohong. Saya adalah Avrim, pelayan Nona di kediaman Wayne."


"Aku akan memberikanmu beberapa pertanyaan untuk meyakinkanku bahwa kau adalah Avrim." Tantang Clara.


"Baiklah Nona, silahkan tanya apa saja."


"Apa kebiasaanku di kamar?"


"Melukis dan menulis sastra."


"Benar." Clara tercengang, namun dia tidak bisa percaya begitu. Maka ia bertanya lagi, "Mengapa aku tidak pernah keluar di siang hari?"


"Kulit Nona sangat sensitif dengan panas, jika Nona terkena panas paling beruntung hanya luka bakar ringan saja."


Eh?! Dia juga bisa menjawab yang itu? Jangan - jangan memang benar Avrim.


Kemudian Clara menyadari jika Rovers terus menatap kearahnya, "Ada apa?"


"Tidak, hanya saja... aku baru tahu alasanmu yang selalu keluar ketika malam. Jadi ini karena kulitmu yah..."


Clara mengabaikan Rovers dan hanya fokus bertanya pada Avrim. "Berapa kali aku berduel dengan Tuan Hendrick?"


"Hanya sekali."


Wah! Dia memang beneran Avrim. Tapi bagaimana bisa lukanya sembuh secepat itu?


Menyadari bahwa Rovers lagi - lagi melihat kearahnya dengan tatapan tanya. "Ada apa lagi?"


"Haha, hanya terkejut bahwa kau pernah berduel dengan anak dari Master Pedang." Rovers malah tertawa garing.


"Begitu."

__ADS_1


Clara beralih lagi berfokus pada Avrim seorang. "Jadi, bagaimana dengan luka - lukanya? Kemana semua luka itu? Apa kau menghilangkannya atau justru luka itu tak pernah ada?"


"Tidak begitu konsepnya Nona. Nona melihat sendiri bahwa saya terluka, ini lebih seperti saya memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat cepat."


Mendengar itu Clara semakin bingung. "Hm? Tapi aku masih kurang paham dengan itu."


Avrim menghela napasnya berat, Rovers bersikap siaga ketika Avrim mengambil sesuatu dari belakangnya. Dan itu adalah pisau kecil yang matanya terasah dengan baik.


"Avrim? .....Gyaaa! Avrim... apa yang ingin kau lakukan?!" 


Clara menjadi histeris ketika pisau tersebut digunakan Avrim untuk menyayat pergelangan tangannya sendiri. Alhasil pergelangan tangan Avrim yang sudah tersayat mengeluarkan begitu banyak darah.


Namun hanya sekejap saja, tak lebih dari sepuluh detik. Luka itu menutup sendiri sampai bekas sayatannya menghilang. Bahkan lukanya pun bersih dari noda darah.


"Heh? Apa itu? Sihir?" Clara bertanya - tanya.


Avrim langsung menjawabnya, "Tidak Nona. Bukankah sudah saya katakan bahwa ini adalah kemampuan penyembuhan yang sangat cepat."


"Uh... huh..."


Sumpah dua jari...! Aku sama sekali tidak paham dengan konsep di dunia ini! Aku berfikir jika novel Flower's Girl hanya bergenre fantasi saja dan bersih dari kata 'Magic'. Ternyata aku keliru...


"Tampaknya kau tidak begitu paham, ya?" Rovers membuyarkan lamunan Clara.


Tanpa memikirkan gengsi, Clara hanya mengangguk pelan seolah dia adalah manusia terbodoh di benua ini.


"Lalu? Lalu? Apa hubungannya dengan Avrim yang memiliki kemampuan penyembuhan super cepat itu dengan legenda yang anda ceritakan?" Tanya Clara.


"Yah... seperti yang kukatakan tadi, penyihir hitam itu menyebarkan kekuatan sihirnya ke seluruh tempat di benua Herbras ini sebagai warisan kematiannya. Dan hanya ada beberapa orang yang... aku tidak tahu mereka disebut beruntung atau tidak. Tapi yang pasti mereka mendapatkan sihir milik penyihir tersebut, namun dengan sihir yang lebih bermacam - macam lagi bentuknya. Dan mungkin 'sihir ini' berkaitan erat dengan hubungan darah sehingga keturunan mereka bisa memiliki sihir yang sama dengan mereka."


"Mereka?"


"Ya, orang - orang pertama yang mendapatkan sihir milik penyihir tersebut."


Rovers melihat Avrim dengan seksama, kemudian mengerutkan keningnya keheranan. "Aku pikir semua itu cuma sekedar legenda atau cerita berisi omong kosong belaka. Tapi karena kemampuan anehmu, aku agak mempertanyakan kebenaran dari cerita itu..."


Suasana hening lalu melingkupi tempat itu. Tetapi Avrim adalah orang yang tak suka berleha - leha dalam mengerjakan tugasnya. Dia segera mendekati Clara dan Rovers.


"Nona, kita tidak punya banyak waktu lagi sebelum tengah malam. Tampaknya mereka akan mengejar kita kemanapun kita pergi."


Rovers mengalihkan pemandangannya ke arah rembulan malam. "Tidak ada alasan untuk mereka berhenti sampai situ saja."


"Cepatlah, gunakan kudaku dan kendarai dengan secepat mungkin. Ketika kalian sudah sampai ke wilayah lain, prajurit Ranunculus akan berfikir dua kali untuk menerobos, apalagi jika tujuan kalian bukanlah Agapanthus." Saran Rovers.


Sebelum Rovers menyerahkan tali kekang kudanya pada Avrim. Terdengar suara ringkihan kuda lain menuju kesini. Dan secara mengejutkan, itu adalah kuda yang Avrim kendarai sebelumnya. Tapi karena Raģe melukai Avrim, kuda itu sempat kabur karena terkejut.

__ADS_1


"Woahh! Hebatnya dia bisa kembali..."


Aku yakin ini adalah kuda bukannya anjing.


Clara mengelus kepala kuda tersebut. "Maaf pangeran, tapi nampaknya dia kembali untuk memberikan tumpangan lain."


Rovers hanya tersenyum saja.


"Kalau begitu kalian cepatlah naik."


Hanya secepat kedipan mata, Avrim sudah berada diatas kuda. Sementara Clara yang kesulitan naik berakhir dibantu oleh Rovers. Setelah sepenuhnya naik keatas kuda, Clara menatap Rovers sejenak.


Hm, semenjak aku kabur dari Ranunculus. Dia telah berperan besar terhadap pelarianku ini. Meskipun dia melakukannya untuk tetap terhubung dengan Hellen, tapi tetap saja...


"Terima kasih."


"Hng?" Rovers yang juga sudah berada diatas kudanya, mendengar sebuah kalimat sebelum Avrim memacu kudanya.


Clara 'lah yang mengucapkannya, Rovers berfikir jika ekspresi Clara saat ini agak tidak sejalan dengan apa yang dikatakan kepadanya, gadis itu berekspresi sangat datar. Tapi biarlah, sejak pertama kali bertemu juga hubungan mereka tidaklah sebaik itu.


"Kau tidak perlu berterima kasih tentang ini. Seharusnya aku yang meminta maaf atas segalanya."


"Itu tidak perlu juga sebenarnya, permintaan maaf anda..."


"Haha, kalau begitu kita seri sekarang. Sampai jumpa lagi, Nona Scoleths."


Lalu Avrim memacu kudanya dengan cepat, Rovers ketika itu baru menyadari bahwa tujuan utama mereka adalah wilayah barat melihat dari jalur yang mereka ambil barusan.


Apakah salah satu diantara mereka punya koneksi dengan Hortensia.


Setelah Clara dan Avrim sudah benar - benar tidak terlihat lagi. Rovers kembali lagi melihat langit malam dan berseru pelan.


"Perjalanan mereka sepertinya tidak akan semulus itu."


TBC


Wokeh, sebenarnya disini author ada sedikit penjelasan untuk kalian.


Sebenarnya definisi dari fantasi sendiri adalah genre fiksi yang berisi khayalan, angan - angan atau imajinasi dari pembuatnya. Yah, author akui memang jika sihir dan makhluk mitologi biasanya menjadi ciri khas dari genre ini. Tapi cakupan untuk 'fantasi' sendiri lebih luas dari itu.


Singkatnya bisa dituliskan seperti ini:


Fantasi bukan berarti berkaitan dengan sihir namun sihir sudah tentu adalah bagian dari fantasi.


Jangan lupa like dan komen ^-^

__ADS_1


So, see you in the next chapter~


__ADS_2