
Hallo semuanya ❤️
Terimakasih banyak buat kalian yang sudah sangat setia membaca novel "TUAN TAMPAN (Late In Love)" ini. Terimakasih atas support kalian selama ini sampai novel ini berakhir.
Terimakasih untuk semua pembaca yang selalu setia memberi komentar, masukan, like dan semuanya, termasuk silent rider yang tetap membaca tanpa meninggalkan jejak.
Sayang kalian semua ❤️❤️
Oh ya, disini Author juga mau promosi novel baru loh, berjudul "PENGANTIN BAYARAN", ku kasih cuplikan ceritanya ya ...
🖤🖤🖤
"Dua mulled wine, please!" pinta Aaron pada seorang pelayan wanita.
Mulled wine adalah sebutan untuk minuman anggur hangat yang berada di benua Eropa, rasanya sangat khas wine, yaitu manis bercampur pahit dengan aroma tajam nan wangi berasal dari rempah-rempah seperti cengkeh dan kayu manis, namun tidak semua wine di campur dengan alkohol.
"Apa kau merindukanku, sampai datang sejauh ini?" tanya Kathrine, wanita itu melepas jaket bulunya dan menyerahkan pada pelayan untuk di simpan. Resto ini di lengkapi dengan penghangat ruangan dan perapian kecil yang di fungsikan di musim dingin seperti ini.
"Tentu saja, ada hal penting yang ingin ku sampaikan." Aaron meraih kedua tangan Kathrine. "Kita sudah lama saling mengenal, dan hampir lima tahun kita bersama." Aaron menatap Kathrine penuh harap.
__ADS_1
"Bukankah sebaiknya kita meresmikan hubungan ini?" lanjut Aaron, namun wanita yang di sangka akan bahagia atas lamaran ini, ia malah terlihat terkejut dan melepas genggaman Aaron.
"Aaron, bukankah ini terlalu cepat?" Kathrin menghela nafas panjang, ia menyandarkan punggungnya di kursi empuk berlapis kain satin.
"Tidak, lima tahun bersama bukankah sudah cukup lama?" Aaron menatap manik biru kekasihnya. "Dua tahun lalu kau sudah menolakku dengan alasan yang sama."
Ya, dua tahun lalu Aaron sudah pernah mengutarakan keinginannya untuk memperistri Kathrine, namun wanita itu menolak dengan alasan yang di buat-buat.
"Dulu kau memintaku untuk meraih mimpiku, agar aku lebih sukses. Sekarang semuanya sudah ku dapatkan." Aaron mendesah, perasaan kecewa dan sakit menguasai dirinya.
"Sekarang apa lagi?" tanyanya sekali lagi. "Proyek film yang ku bintangi kali ini sangat menjanjikan karirku, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja." Kathrine akhirnya bersuara.
"Aku tidak memintamu berhenti, kita hanya akan meresmikan hubungan ini, dan kau tetap bisa berkarir, Kath!"
Pelayan datang membawa dua gelas pesanan, meredakan sepasang kekasih dari perdebatan. Aaron menghabiskan segelas wine dalam satu tegukan, ia menceritakan tentang permintaan keluarganya dan ancaman jika ia tidak segera menikah.
Terlintas sebuah ide di benak Kathrine. "Jika aku punya ide, apakah kau akan setuju?" tanya Kathrine.
"Katakan," ujar Aaron pasrah.
__ADS_1
"Menikahlah dengan wanita lain." Kathrine menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Wanita yang bisa kau bayar untuk menjadi istri bohongan, setidaknya bisa menolong kedudukanmu di perusahaan."
"Apa? kau gila!" hardik Aaron. "Mana mungkin aku bisa menikahi wanita lain sedangkan aku punya dirimu."
"Hanya untuk satu tahun kedepan, aku janji setelah film ini selesai, kita akan menikah." Kathrine berusaha menjelaskan. "Percayalah, kita akan bersama setelah ini."
"Tidak, aku tidak bisa melakukannya!" Aaron melipat kedua tangannya di depan dada, laki-laki itu merasa sangat rendah di hadapan kekasihnya.
"Please, demi hubungan kita, karirmu, dan karirku." Kathrine kembali meyakinkan.
Aaron mendesah, ia meninggalkan Kathrine di mejanya sebelum makanan yang mereka pesan datang.
"Kathrine, aku kecewa padamu!" gumam Aaron
🖤🖤🖤
Novel di atas di jamin tidak akan kalah seru dari "Tuan Tampan", jangan lupa mampir dan baca yaa.
Genre romance dewasa, untuk anak berusia kurang dari 21 tahun di larang baca, bijaklah dalam memilih bacaan ya, adik-adik.
__ADS_1
Untuk novel "TUAN TAMPAN" ini, kapan-kapan Author akan kasih ekstra part buat yang penasaran sama kisah Joe, Claire dan Duhan.
See You Gaes, I Love You ❤️