Unbeatable-Talking About U

Unbeatable-Talking About U
Bab 34 : Our Story has Ended (3)


__ADS_3

Mara berdiri saling berhadapan dengan Riga. Perasaan cemasnya makin menyeruak. Dengan panik Mara tetap mengedarkan pandangan ke seluruh area bandara. Mencari sosok Asta yang tadi diperintahkannya untuk pergi mencari Chia dan membawa gadis itu secepatnya.


Sungguh! Waktunya hampir habis. Pesawat yang akan ditumpangi Riga hampir lepas landas. Dan pacarnya itu belum terlihat batang hidungnya juga. Uh! Menyebalkan!


"Gue yakin Asta bentar lagi dateng sambil bawa Chia. Lo sabar yah." Mara berusaha menenangkam Riga. Meski sejujurnya ia sendirilah yang merasa panik. Sedang Riga tampak santai-santai saja. Walaupun sorot mata lelaki itu terlihat penuh harap.


Mara melirik ponselnya. Sial! Belum ada satu pun pesannya yang dibaca atau dibalas oleh Asta. Mara makin tak karuan. Cemas.


"Mungkin dia gak akan datang," lirih Riga tenang. Meski Mara tahu Riga terlihat lebih frustasi dari dirinya.


"Gue yakin Chia pasti datang. Sebentar lagi. Yah? Tunggu sebentar lagi," pinta Mara sambil harap-harap cemas.


Dan senyumnya mengembang saat melihat seseorang yang sedang berlari di kejauhan. Menerobos keramaian orang-orang yang berlalu lalang di bandara.


"Asta!" panggil Mara semringah sambil melambaikan tangan.


● ● ●


"Thanks!" ucap Chia pada lelaki yang baru saja membantunya menaiki koper ke dalam bus. Berdiri di depan pintu bus, Chia menatap lelaki yang terlihat kecewa itu.


"Lo yakin gak akan pergi ke bandara? Riga nunggu lo." Asta menatap lurus-lurus ke arah Chia.


Chia menggeleng dengan mantap. Meski sejujurnya ia sedikit merasa bersalah dan menyesal.


"Kalau lo gak mau ikut sama Riga, gue gak masalah. Lo bisa tetep tinggal di sini. Atau kalau lo merasa frustrasi, lo bisa tinggal bareng gue sama Renata. Kita mulai kehidupan baru. Keluarga gue bisa ngeadopsi lo sebagai adik gue."


Chia tersenyum tipis sambil berdecak. "Berhenti pura-pura lo lebih tua dari gue! Dan gue gak mau tinggal bareng psikopat kayak lo."


"Gue serius."


"Gue tau." Chia terdiam. Memandang Asta lekat-lekat sebelum mengembuskan napas berat. "Thanks. Gue hargain tawaran lo. Tapi gue gak bisa. Ada satu tempat yang pengen banget gue tinggalin."


"Dimana? Lo gak akan ngasih tau gue? Bahkan nomer lo, alamat, semua yang bisa ngehubungin lo, lo gak akan ngasih tau gue? Kemana gue harus ngasih tau lo saat gue nikah nanti? Lo gak akan datang?"


Chia tak menjawab rentetan pertanyaan dari Asta. Ia malah tersenyum bersamaan dengan sopir yang telah membunyikan klakson. Memintanya untuk segera masuk ke dalam bus.

__ADS_1


"Gue pergi. Jaga Mara. Jangan bikin dia nangis. Kalau engga Fachri bakal datang dan ngehabisin lo." Chia tersenyum sambil menaiki tangga.


Tapi tidak dengan Asta yang memandang nanar ke arahnya dan membuat Chia bimbang sesaat.


"Lo pergi kayak gini tanpa ngasih tau apapun sama gue. Lo tau gue marah sama lo."


Chia mengangguk sambil tersenyum bersamaan dengan pintu bus yang ditutup. "Gue tau!" katanya sebelum pintu tertutup dengan rapat dan bus pun mulai melaju.


Chia langsung duduk di kursinya. Menatap keluar jendela. Melambai ke arah Asta meski tak mendapat balasan dari lelaki itu. Dan Chia hanya tersenyum tipis tak terlalu peduli. Matanya justru fokus menatap langit.


Terdiam cukup lama tanpa berkedip. Memandang awan yang bergerak perlahan. Tess! Air matanya terjatuh. Rasa pedih tiba-tiba menyeruak.


"Selamat tinggal, Riga!"


● ● ●


Riga sudah duduk di dalam pesawat. Di dekat jendela, matanya mengamati awan yang bergerombol di luar sana. Jujur saja. Perasaannya kalut. Kecewa karena sampai akhirpun Chia sungguh tak datang.


Ah! Menyebalkan! Ia harus menyerah dan menerima keputusan gadis itu. Membiarkan gadis itu pergi. Menghilang tanpa jejak. Membuat Riga tak bisa menggapainya.


● ● ●


"Padahal mereka saling suka, saling sayang. Tapi kenapa mereka malah berakhir kayak gini? Gue masih gak terima," keluh Mara sambil memajukan bibirnya ke depan.


Ia melirik tangannya yang sedang digenggam Asta. Lalu beralih menatap lelaki yang masih berjalan sambil menggandengnya keluar dari bandara.


"Ada banyak hal yang gak bisa dijelasin. Baik dengan kata-kata atau secara logika. Begitu juga sama perasaan mereka. Suatu hari nanti mereka pasti nemuin jawaban atas keraguan perasaan mereka masing-masing."


Mara mengangguk sambil berdecak. "Gue kehilangan temen gue lagi. Gue jadi kangen Fachri."


Asta tiba-tiba melepaskan genggamannya. Tatapannya terlihat garang. "Di saat udah ada gue lo malah mikirin cowok lain?"


Mara terkekeh. Senyum jahilnya mengembang. Menatap penuh makna ke arah lelaki yang tengah merajuk itu.


"Gue bakal mikirin lo asal lo traktir gue es krim yang banyak."

__ADS_1


"Ogah!" Asta langsung melengos pergi dengan wajah cemberut. Mara tertawa pelan menikmatinya. Sesekali melihat Asta cemburu seperti saat ini, ada baiknya untuk membuatnya tetap awet muda.


Buru-buru Mara mengejar dan berjalan menyejajari lelaki itu. Menggenggam tangannya sambil tersenyum. "Beliin es krim! Yah yah?" pintanya dengan nada yang dibuat manja.


Dan ia tahu Asta langsung begidik mendengarnya. Mara pun tertawa puas sambil mengejar Asta yang telah meninggalkannya lagi.


"Asta tungguin!"


-***Tamat-


♡♡♡


♡♡♡


♡♡♡


♡♡♡


♡♡♡***


yeay cerita U akhirnya tamat juga. Semoga kalian suka yah sama endingnya. Tolong jangan demo penulis 😆😆


BTW, aku ada niatan bikin sequel cerita ini, menurut kalian gimana?


kalau bikin sequelnya, enaknya ceritain siapa? nyeritain kisah mereka ber4 lagi kah? atau cerita masing-masing dulu? atau cerita tentang anak-anaknya aja?


ada saran? kasih tahu penulis yah soal kalian buat jadi pertimbangan penulis juga.


sambil menunggu jawaban kalian, dan aku merancang sequelnya, kalian bisa mampir ke ceritaku yang lain yang gak kalah seru.


oh ya, aku juga berniat bikin extra partnya nih. di extra partnya aku mau tulis dan jelasin part-part yang sekiranya belum jelas buat kalian. nah kalian ada part atau adegan yang kira-kira belum jelas kah?


tolong kasih tahu yah.


oke segitu dulu cuap-cuap dari aku.

__ADS_1


salam, Hujan Pemimpi 😄


__ADS_2