
Setelah memastikan keluar dari Paris Disneyland dan bergerak sudah cukup jauh, bola mata Dominic mencoba mencari tempat makan halal dan terbaik untuk mereka terutama istri nya.
Dia terus melajukan mobilnya Sambil bola matanya terus awas memperhatikan jalanan dan area disekitar nya.
Sedangkan sang istri nya telah terlelap sejak tadi,duduk tepat di samping dirinya.
Dominic terlihat mengembang kan senyuman nya untuk beberapa waktu.
Bisa dia rasakan jika Zeline jelas cukup kelelahan karena seharian mereka menghabiskan waktu di taman hiburan.
Dia sengaja membawa Perempuan itu berkeliling seharian hari ini, cukup sulit membawa istrinya pergi kemana-mana, mungkin karena Zeline bukan type Perempuan yang suka jalan-jalan kesana-kemari.
Dibandingkan pergi mentahbiskan waktu diluar, istri nya lebih suka dirumah, menghabiskan waktu untuk mengerjakan beberapa perkejaan atau membaca buku-buku yang tersusun rapi di dalam barisan rak Lemari.
Biasanya Perempuan-perempuan yang pernah bersama diri nya lebih suka pergi shopping, mencari berbagai macam pakaian, tas branded atau sandal dan sepatu hingga menggesek kartu yang dia berikan di beberapa toko yang mereka datangi.
Tapi Semua itu jelas cukup berbanding terbalik dengan sifat istrinya tersebut.
Perempuan itu selalu berkata ini sudah cukup, tunggu sudah cukup jelek dan tidak terpakai nanti baru cari ganti yang baru.
Dia bahkan pernah menanyakan semua itu pada istri nya.
__ADS_1
"Tidak inginkah menambah koleksian baru di dalam lemari kamu sayang?"
Zeline tampak mengembangkan senyuman nya, Perempuan itu malah berkata.
"Tidakkah kamu lihat Albi? pakaian ku Alhamdulillah sudah lebih dari cukup dan masih sangat bagus"
"Tapi aku belum pernah membàwa mu untuk membeli pakaian yang baru"
Protes Dominic cepat.
Zeline malah berjalan mendekati dirinya, membantu dia memasangkan dasi kerjasama kemudian berkata.
"Tidak jarang, hingga menghabiskan dana dan menimbulkan kesan berlebih-lebihan. Akibat ‘virus’ berbelanja yang kelewat batas, tak sedikit dari mereka yang terpaksa terlilit utang kartu kredit."
"Tapi apa kamu tahu Albi? ada istilah yang menyebutkan sikap ‘rakus’ berbelanja menghabiskan uang, sangat dikecam dalam Islam. Hukumnya pun haram dilakukan. Meskipun uang tersebut adalah hasil jerih payahnya sendiri. Konsep kepemilikan harta yang berlaku dalam Islam, pada dasarnya uang yang dimiliki bukanlah kepunyaan pribadi secara mutlak."
"Harta itu hanya dititipkan kepada yang bersangkutan Allah SWT Ada hak orang lain di sebagian harta itu. Karena itu, ada hukum pemblokiran dana bagi mereka yang belum dapat mengelola keuangan. “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.” (QS An Nisaa’ [4] : 5)."
"Dibandingkan aku membelanjakan uang hingga sekian puluh juta atau ratusan juta demi sebuah pakaian, sepatu atau tas yang tidak aku butuhkan, lebih baik kita berfikir rasional dan memberikan uang tersebut kepada yang lebih membutuhkan bukan?"
Setelah berkata begitu Zeline menepuk lembut dada Dominic.
__ADS_1
"Aku ingin membawa kamu ke satu tempat yang begitu indah setelah kita kembali dari Paris, dulu tempat itu menjadi tempat yang yang sering dikunjungi Mama dan untie ku, sekarang telah berpindah tangan menjadi tempat dan tanggung jawab ku"
Lanjut Zeline lagi sambil menjijikkan kakinya, dia meraih leher Dominic dan mencium lembut pipi suaminya itu secara perlahan.
"Pulanglah kerumah jangan terlalu larut malam, semoga hari ini di mudahkan seluruh urusan pekerjaan suami ku tanpa hambatan sedikit pun, InsyaAllah Amin"
Dan bayangkan bagaimana lagi dia bisa menjawab ucapan istri nya itu?!.
Sosok lembut itu selalu membuat dia terdiam seribu bahasa, bahkan terkadang dia malu dengan dirinya yang kemarin karena mendapatkan istri yang bahkan tidak memiliki masa lalu buruk seperti dirinya.
Dia yang jelas seorang second branded, mendapat seorang gadis original tanpa cacat.
Kadang Dominic fikir bisakah dia mengulang waktu? agar sang istri tidak mendapatkan barang bekas milik orang lain.
Tapi istrinya selalu berkata.
"Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan, Allah maha membolak-balikkan hati Manusia, jangan bilang si baik begitu sempurna, sebab besok mereka bisa saja jadi pendosa yang lebih hina dari pada mereka"
"Bahkan seorang ahli agama pun bisa menjadi seorang pendosa?"
Dominic mengehela pelan nafasnya, dia menyentuh lembut kepala istrinya dan mengelus nya secara perlahan.
__ADS_1