
Dan ditengah kegalauan Zeline tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.
"Ada apa?"
Seseorang bertanya sambil menyeruak masuk ke antara mereka.
"Theo?"
Zeline bicara sambil menatap wajah laki-laki yang baru saja tiba di antara mereka.
"Kakak ipar, ada apa?"
Theo jelas terkejut, dia fikir bagaimana ada istri Dominic di sini, bahkan laki-laki itu cukup terkejut saat dia melihat ada Taj disini.
Apa dia harus bertanya di mana Eisha?!.
Bukankah mereka membuat rencana hingga meninggal kan Eisha di Prancis.
Dan apa ada yang tidak dia ketahui untuk perihal dan persoalan berikut nya?!.
"Siapa yang sakit?"
Dia jelas bertanya dengan perasaan khawatir.
"Beritahukan aku, bagaimana caranya mendapatkan golongan darah O+ diwaktu terjepit?"
Zeline bertanya cepat sambil menatap bola mata Theo dengan seksama.
Laki-laki itu sejenak diam.
"Ini soal putri A"
Saat Reihan ikut bicara seketika Theo langsung terdiam.
Seolah-olah tahu kasus berat dimasa lalu laki-laki itu terlihat menelan salivanya.
__ADS_1
"Dia tidak dalam kondisi baik-baik saja dan ..."
Saat Reihan akan melanjutkan kata-katanya Theo langsung berkata.
"Aku akan membantu Kalian"
Anggaplah Theo sudah gila, siapa yang akan dia mintai bantuan? siapa pemilik golongan darah O+ yang mau mendonorkan darah nya di jam segini?!.
"Benarkah?"
Tanya Zeline kemudian.
"Yah... berikan aku waktu tidak lebih dari 20 menit"
Setalah berkata begitu, Theo langsung melesat pergi dari sana.
seolah-olah tahu dimana tujuan nya akan berlabuh, laki-laki bergerak dengan cara yang begitu cepat.
Zeline jelas mengerutkan keningnya, dia fikir siapa yang akan Theo andalkan untuk dimintai bantuan di jam segini?!.
Di sana Reihan mencoba terus mengejar langkah Theo, dia fikir dia seolah-olah mencurigai sesuatu, dia takut laki-laki itu bertindak ceroboh.
"Aku fikir aku tahu apa yang kamu pikirkan"
Ucap Reihan sambil mencoba menahan lengan Theo.
"Itu bagus,ini memang waktunya laki-laki itu harus membayar semua Kesalahan nya di masa lalu"
Ucap Theo Sambil menatap tajam wajah Reihan.
Laki-laki itu jelas mendengus tidak percaya, dia menahan lengan Theo dan mendorong nya kasar ke arah dinding.
"Kau gila, jika kau melakukan nya maka keselamatan Azalea akan semakin terancam, Keluarga Besar Mr. K akan mulai menggali informasi soal semua orang, dia bisa menjerumuskan siapapun yang tahu dengan kasus masa lalu hingga ke liang lahat"
Protes Reihan cepat.
__ADS_1
"Maka mari bertarung hingga titik akhir, saat dia bergerak menyerang maka mari kita balik menyerang"
Jawab Theo dengan penuh kemarahan.
"Orang itu terlalu lama bebas, setelah mengencani ibunya dia memperkosa anak gadis nya yang tidak bersalah, kemudian membunuh ibu nya dan membuat dua kubu salah paham dimasa lalu"
"Dan kini bisa aku tebak sebuah kesalahpahaman pasti terjadi terhadap Dominic, kakek Azalea yang salah paham sejak dulu terhadap Dominic pasti telah menyeret Dominic ke jeruji besi, bukankah begitu?!"
mendengar pertanyaan Theo seketika membuat Reihan menelan salivanya.
"Lalu bagaimana bisa orang itu bebas melanglang buana dan tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya? dia harus mendonor kan darah nya untuk putri nya sendiri"
Kemarahan Theo semakin membuncah, dia mendorong tubuh Reihan dan menghantam tubuh laki-laki itu kearah dinding rumah sakit, posisi mereka kini telah berbalik.
"Kita bukan menghadapi sembarang laki-laki"
Ucap Reihan sambil mengeratkan rahang nya, dia menahan sakit akibat benturan punggung yang diberikan oleh Theo.
"Kita tidak punya koneksi dan kemampuan besar untuk melawan, hanya sebatas melindungi dan mencoba membawa Azalea pergi, mencari Amena dan membuat bebas Dominic... tidak lebih"
Mendengar ucapan Reihan, Theo terlihat terkekeh kecil.
"Apa kau meragukan kemampuan kakak ipar?"
Tanya Theo tiba-tiba.
"Apa?"
Reihan yang mendengar pertanyaan Theo jelas mengerutkan keningnya.
"Aku fikir kau belum tahu siapa Zeline sebenarnya"
Lanjut Theo lagi sambil menatap dalam wajah Reihan yang terlihat kebingungan.
"Kau bicara apa?"
__ADS_1
Tanya Reihan lagi ditengah kemarahan dan kegelisahan nya.