
Mansion utama Taj
Laki-laki itu jelas membulatkan bola matanya saat dokter perempuan dihadapan nya itu berkata jika gadis kecil itu tiba-tiba mengalami... AMNESIA?!.
"What???"
Tanya Taj panik.
"Apa kamu sedang bercanda?"
dia kembali mengulang pertanyaan nya.
"Hanya amnesia sementara, akibat benturan tiba-tiba, jangan khawatir, ini hanya sementara"
Bisa-bisa nya Perempuan itu menjawab dengan gaya paling tenang nya.
Bagaimana mungkin gadis itu bisa kehilangan ingatan sementara nya coba?!.
Sementara?!.
Kata-kata itu terdengar begitu menyeramkan, bagaimana bisa dia mengurusi anak kecil untuk sementara waktu, kehilangan ingatan, tidak tahu dimana tempat tinggal nya, bahkan tidak tahu harus mengantar nya kemana.
Apa dia Harus menelantarkan nya ke pinggir jalan?!.
Yang benar saja.
Dia tidak mungkin sekejam itu juga bukan?.
"Dia siapa nya kamu?"
Perempuan itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Kekasih mu?"
Mendengar pertanyaan itu jelas saja membuat Taj terkejut.
__ADS_1
"Apa aku terlihat menyukai seorang anak-anak? dia bukan type ku"
Protes Taj kemudian.
Perempuan dihadapan nya langsung menatap curiga ke arah diri nya.
"Tapi banyak laki-laki dewasa suka pada anak-anak? aku fikir..."
"Berhentilah membual"
Protes Taj kesal.
"Bisa bawa dia pergi dari sini? aku akan membiayai semua pengobatannya"
ucapkan Raj cepat kepada perempuan ada di hadapannya itu.
Dokter perempuan itu jelas menaikkan ujung alisnya.
"apa kau bercanda? gadis itu adalah tanggung jawabmu, kenapa kau harus melempar nya kepadaku, Taj?"
Perempuan itu mulai mengomel, dia menatap taj sambil menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Jangan bilang kamu akan menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab, setelah mendapat apa yang kamu mau, kamu menelantarkan mereka"
Mendengar ucapan perempuan itu seketika Taj mendengus.
"Apa-apaan, aku tidak sebajingan itu"
Protes nya kesal.
Pada akhirnya Taj hanya bisa menarik kasar nafasnya.
"Lupakan saja, kembalilah pulang, biar aku yang mengurusnya"
Ucap Taj kemudian.
__ADS_1
********
Beberapa waktu sebelumnya.
Dikamar mendominasi berwarna putih tersebut, Eisha terlihat memegang erat tangan perempuan yang ada di hadapannya itu.
"please..."
perempuan itu tidak bisa banyak bicara, selain di tekan oleh beberapa orang, gadis kecil itu juga menekan dirinya.
Dia fikir ini benar-benar permainan gila, rasanya dia ingin menghajar Reihan yang meminta dia ikut dalam permainan mereka.
"Tolong bantu kami untuk menyelesaikan semuanya, agar tidak ada lagi perselisihan"
Ucap laki-laki itu kemarin.
Belum lagi Aruna ikut-ikutan meminta dia bersandiwara.
"Kakak....yah..yah..."
Gadis itu bicara sambil mengedip-ngedipkan bola matanya.
"Gila...jika semua orang tahu, ah tidak...maksud Ku jika Taj tahu bayangkan bagaimana marah nya dia pada ku?"
Pekik Perempuan itu pelan.
Dia sudah tahu betul bagaimana sifat sepupunya itu, meskipun dia jauh lebih tua dari Taj, belum pernah dia berani mengerjai laki-laki tersebut.
"Jika terjadi hal yang tidak di inginkan, kami yang akan bertanggung jawab"
Oh god, permainan apa sebenarnya yang mereka lakukan pada Laki-laki tersebut.
Pada akhirnya dari pada pusing-pusing memikirkan kekonyolan yang tidak masuk akal menurutnya itu, pada akhirnya Perempuan itu hanya bisa menghela nafas secara perlahan.
"Tidurlah, kakak yang akan mengurus nya"
__ADS_1
Ucap perempuan itu pada Eisha kemudian.
Dan bayangkan bagaimana ekspresi dia saat ini untuk bicara satu kebohongan terhadap laki-laki yang ada dihadapan nya itu.