
Catatan \= di episode sebelumnya typo Mak salah tulis anak Aishe dan Murat bukan anak Eden dan Ramira wkwkwkwk ð€ð€ð€£.
******
Mansion utama Keluarga besar Abimanyu
Menuju Halal
Ketika suara-suara nyanyian dan musik saling bersahutan, Dominic terlihat mulai melangkah berjalan menuju ke arah pintu mansion utama keluarga Abimanyu.
Jangan ditanya bagaimana perasaan nya saat ini, dia hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Coba katakan apa yang harus dilakukan oleh dirinya saat ini? melarikan diri seperti anak perempuan atau menangis merengek kepada ke orang tuanya untuk membatalkan pernikahan?!.
Jelas saja dia tidak mungkin melakukan salah satu di antara kedua nya.
Oh come, aku bukan pengecut bukan?!.
Ini jelas tidak akan menjungkirbalikkan dunia ku juga.
Nikah yah nikah saja, kita lihat siapa yang paling lama bertahan.
Batin Dominic sambil menghela nafas untuk beberapa waktu.
Laki-laki itu terus berjalan menuju ke arah dalam mansion, dimana Semua orang terlihat telah menunggu kehadiran mereka semua apalagi dirinya.
Setelah masuk kedalam sana, bisa dia lihat semua tamu undangan telah memenuhi ruangan, tapi cukup aneh nya Semua gender yang ada di sana adalah laki-laki.
Dia sama sekali tidak melihat perempuan di antara semua orang.
Padahal sejak tadi bola mata nya cukup penasaran mencari sosok gadis kecil itu, ingin tahu bagaimana rupa dan ekspresi gadis itu dalam menghadapi pernikahan mereka.
Panik kah atau tetap Santai dan biasa-biasa saja seperti kemarin?!.
Dan diantara pemikiran nya tiba-tiba seseorang membisikkan sesuatu kepada Daddy nya, kemudian tidak lama setelah itu dirinya ditarik kedalam sebuah ruangan yang ternyata adalah kamar.
Didalam sana tahu-tahu pakaian nya diminta agar berganti dengan pakaian berwarna putih.
"Ya?"
Meskipun bingung pada akhirnya Dominic menurut saja.
Membiarkan pakaian nya di ganti sesuai dengan keinginan sang tuan rumah.
Hingga akhirnya dia keluar dari sana, dan orang-orang sudah menanti kehadiran nya.
__ADS_1
Bisa Dominic lihat Daddy nya sudah duduk di hadapan sebuah meja dimana di atas nya terdapat sebuah bantal mendominasi berwarna putih.
Dihadapan Daddy nya terlihat tuan Futtaim yang adalah Daddy dari calon istri nya.
Laki-laki tua itu terlihat mengembang kan senyuman nya untuk beberapa waktu, menatap dirinya yang berjalan Perlahan menuju ke arah mereka.
Dominic fikir disana lah tempat nya Sejenak lagi, dan setelah beberapa waktu kedepan dia akan melepaskan status lama nya menjadi suami gadis asing yang sama sekali tidak dia kenali sebelumnya.
Entah bagaimana jadi nya pernikahan mereka nanti dia tidak tahu.
Bahkan belum ada sedikit pun bayang-bayang yang ada di kepalanya saat ini.
Bagaimana hubungan mereka kedepannya dan apa konsep serta tujuan pernikahan mereka.
Dia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dia men sah kan gadis itu menjadi istri nya.
Setelah memastikan Dominic telah duduk tepat dihadapan laki-laki pemilik Futtaim Dubai Tersebut, seseorang bertanya kepada Dirinya.
"Sudah siap?"
Saat pertanyaan itu meluncur dari bibir laki-laki tua asing yang tidak dia kenal tersebut, seketika tubuh Dominic menegang.
Dia mencoba mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
"Ya"
"Itu bagus, kita bisa latihan sebentar agar tidak gugup dan gagal"
Ucap laki-laki itu lagi kemudian.
Dominic terlihat mengehela pelan nafasnya kemudian dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Dia semalaman telah menghafal dengan baik nama gadis itu dan binti nya, demi Allah dia tidak berani untuk mencoba melatihnya, ketimbang melakukan itu lebih baik dia langsung melakukan nya dengan sekali tarikan nafasnya.
"Kita bisa langsung memulai nya"
Ucap Dominic kemudian.
Mendengar jawaban Dominic jelas membuat tuan Futtaim mengembang kan senyuman nya, laki-laki itu suka dengan type laki-laki tegas yang tidak menunda-nunda sesuatu atau bertele-tele.
"Itu bagus Son, kita bisa memulainya sekarang"
Ucap laki-laki itu lagi kemudian.
Kemudian secara perlahan tangan laki-laki meraih telapak tangan Dominic, dia menatap wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim, yakinkan dalam hati semua akan dimudahkan oleh Allah"
Ucap tuan Futtaim mencoba menyakinkan Dominic.
Samar-samar terdengar para tamu undangan mulai membacakan doa untuk pernikahan tersebut.
"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin"
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
Sepersekian detik kemudian Dominic mulai menarik nafasnya secara perlahan.
"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Zeline Al Fatimah dengan mahar USD 4 juta dibayar tunai."
Ketika tuan Futtaim selesai mengucapkan kata-kata nya, Dominic langsung menyahut dalam satu kali tarikan nafasnya.
"Saya terima nikahnya Zeline Al Fatimah binti binti Al Futtaim dengan mas kawin USD 4 juta dibayar tunai."
Tidak tahu Kenapa tanpa sadar air matanya menetes Begitu saja saat dia selesai mengucapkan kata-kata indah itu dari Balik bibir nya.
"Sah?"
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Dan setelah kata Sah terdengar dibalik telinga nya entahlah dia tidak tahu bagaimana perasaan nya saat ini.
Tiba-tiba Daddy nya memeluk erat tubuh nya sambil berkata.
"Jamaâallahu syamlakumaa, waasâada jadda kumaa, wabaarik âalaikumaa, waakhraja minkumaa katsiiran thayyiban
Artinya: âSemoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.â
(HR. Anas bin Malik dalam Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2: 183, Bab 4)
Jika tadi Dominic menjatuhkan air matanya, kali ini bisa dia rasakan tubuh nya bergetar dengan hebat.
Dia tahu Karena saat Ijab terucap.
âMaka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya.Dosa apa saja yang telah dia lakukan.Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.
__ADS_1
******
Catatan \= doa yang diucapkan Daddy Aland yang sebaiknya dilafalkan para  orangtua saat putra-putrinya menikah. Semoga dengan doa tersebut, bisa menghadirkan sakinah, mawadah, dan warahmah dalam rumah tangga anaknya nanti, sehingga tetap bisa langgeng membentuk keluarga Islami yang melahirkan generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah. Aamiiin.Â