
Beberapa waktu sebelumnya
Begitu tiba di salah satu Mall yang telah dipilih oleh Eisha, Dominic meminta Zeline tetap berada didalam mobil sebab mereka tidak bisa langsung ikut karena dia harus menemui seseorang di luar sana.
"Hanya 30 menit"
Ucap Dominic sambil mengembangkan senyuman kearah Eisha.
"Jangan terlalu lama"
Gadis itu merengek manja.
Dominic hanya mengangguk kan kepalanya, dengan gerakan cepat dia turun dari mobil nya, membuka piny mobil dari sisi dimana adiknya bersama.
Eisha dan jeslyn buru-buru keluar.
"Jangan pergi terlalu jauh, kakak akan menghubungi kalian"
Setelah berkata begitu, Dominic membiarkan kedua adik nya itu memeluk dan mencium nya seperti biasa.
Itu sudah menjadi tradisi di keluarga mereka.
Hidup penuh dengan cinta.
Hingga akhirnya Dominic langsung bergerak pergi dari sana.
Setelah memastikan sang kakak pergi, jeslyn dan Eisha Bergerak cepat menuju kedalam bangunan megah mall tersebut.
Cukup lama mereka berkeliling.
Dan sejenak jeslyn mengerut kan keningnya Jeslyn terlihat mencoba mengalih kan pandangan awas nya ke berbagai penjuru.
Bola mata nya bergerak bagaikan seekor elang yang siap mencari mangsanya.
Ditengah Orang-orang yang bergerak kesana-kemari, gadis itu mencoba memfokuskan telinga'nya juga.
__ADS_1
Dia fikir ada yang mengikuti mereka, dan dia tahu keadaan tidak baik-baik saja.
One.
Two.
three.
Four.
Bisa dia lihat beberapa orang bergerak di lantai atas mall.
Sisi kiri dan kanan.
Belakang mereka dan depan.
di lantai atas beberapa orang terlihat pura-pura sibuk berjalan menyusuri bangunan besar mall tersebut.
padahal terkadang bola mata orang-orang itu menangkap pergerakan mereka.
Mereka memiliki kode khusus untuk memberi tanda awas, kode pergerakan serta mengawasi musuh dan menghancurkan musuh.
Karena itu jelas akan terlihat lebih aman.
"Apa kamu tidak merasa aneh?"
Begitu Eisha bertanya dengan perasaan was-was, jeslyn pura-pura menaikkan ujung alisnya.
"Kenapa?"
"Seperti nya kita diikuti oleh seseorang"
Pada akhirnya gadis itu menyadari soal sesuatu yang ganjil, karena tidak ingin melihat Eisha panik, jeslyn langsung berkata.
"Coba masuk ke mari"
__ADS_1
Begitu mereka masuk ke salah satu butik, secepat kilat jeslyn memilih beberapa pakaian, kemudian dia menentukan pada satu pilihan pada Eisha.
Gadis itu seperti nya tidak begitu suka.
Tidak aneh.
Karena jeslyn pun memilih nya secara asal-asalan, fokus nya jelas bukan hanya pada Eisha tapi juga pada seseorang yang sejak tadi mengikuti langkah mereka.
Dia tidak perlu khawatir dengan orang-orang lain yang mengikuti mereka di luar sana, ada anak buah nya yang bergerak dan meringkus mereka semua.
Tapi didalam sini jeslyn jelas harus bergerak sendiri.
Dia Fikir mungkin benar yang orang-orang itu inginkan adalah Eisha.
Sejak awal Desas-desus berkata seseorang yang memiliki persoalan masa lalu dengan kak Dominic nya.
Karena itu saat Eisha telah menentukan pilihan pakaian nya, jeslyn buru-buru meminta gadis itu mengganti pakaian nya.
Dan dia secara perlahan mundur kebelakang,. menyelinap di salah satu bagian rak pakaian.
Bisa dia lihat seorang perempuan Bergerak mendekati kamar ganti dimana Eisha berada disana.
Cukup lama dia menunggu, jeslyn Fikir jika sesuai perkiraan nya, orang itu pasti akan masuk ke dalam.
Dan seperti dugaan nya perempuan itu benar-benar menyeruak masuk kedalam.
Jeslyn jelas langsung bergerak ke sisi kamar ganti, membiarkan perempuan itu Bergerak sesuai keinginan nya.
Lalu sepersekian detik kemudian.
Klatakkkkk
Kraakkkk
Jeslyn mengacungkan pistol nya ke kepala perempuan itu, dimana perempuan itu tengah memegang tubuh Eisha yang tengah pingsan sejak tadi.
__ADS_1