When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
hubungan yang pelik


__ADS_3

Mansion utama Murat Al Jaber


Jelang makan malam


Syahzia baru saja menyelesaikan sesi mandi nya setelah berkutat dengan jutaan kegiatan sejak pagi.


Dia fikir akan turun kebawah setelah menyelesaikan kegiatan membersihkan tubuhnya.


Belakangan ada yang mengganjal hati nya karena itu dia sering datang ke kediaman Murat Al Jaber.


Untie Aishe terus memintanya untuk tinggal di keluarga Murat Al Jaber tiap kali dia kembali ke Jakarta, dan itu sebenarnya sedikit mengganggu perasaan nya.


Dibandingkan menginap di kediaman Murat Al Jaber, dia lebih nyaman tinggal di rumah keluarga Aland Faith yildiz.


Sebab tiap kali dia menginap di kediaman Murat Al Jaber,dia cukup merasa kikuk ketika harus berhadapan dengan Ammar.


Hubungan mereka tidak dibilang baik-baik saja, perasaan rumit yang terjadi jelas malah memecah keakraban mereka.


Persahabatan yang terjalin, kekeluargaan yang terjalin malah berubah menjadi perasaan salah di antara mereka.


Semakin Syahzia menghindari Ammar semakin Laki-laki itu kuat mencengkeram dirinya, ketika dia mulai resah dan marah Ammar pada akhirnya ikut marah kepada dirinya.


Hubungan ini salah.


Berulang kali Syahzia mengingat kan Ammar soal semuanya.


Tapi laki-laki itu selalu berkata.


Tidak ada yang salah di antara kita semua.


Syahzia sejenak menghela kasar nafasnya, setelah selesai berganti pakaian dia langsung melesat keluar ke arah pintu kamarnya, niat nya jelas melesat turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya ke arah meja makan guna menikmati makan malam.


tapi siapa sangka baru saja dia membuka pintu kamarnya sosok Ammar langsung mengejutkan dirinya.


"Ammar?"


Syahzia menyebut namanya dengan nada tercekat, dia membulatkan bola matanya saat sadar laki-laki itu menahan gerakan tangan dan tubuhnya.

__ADS_1


Alih-alih peduli bagaimana respon Syahzia, tiba-tiba laki-laki itu mendorong tubuh nya kearah belakang, membuat syahzia seketika masuk kembali ke kamar nya.


Ammar menutup pintu dengan cepat lantas mendorong tubuh gadis itu kearah dinding.


"Kita perlu bicara"


Laki-laki itu bicara sambil menatap tajam bola mata Syahzia.


"Kita...bisa bicara di depan"


Gadis itu jelas bingung, perasaan gugup menghantam dirinya, dia bicara sedikit terbata-bata, Syahzia takut jika seseorang masuk dan memergoki mereka berdua.


Apalagi jika seandainya untie Aishe atau uncle Murat yang tiba-tiba datang memergoki mereka.


Kondisi mereka saat ini benar-benar terlihat buruk.


Syahzia berusaha untuk melarikan diri, dia bergerak dengan cepat tapi Ammar secepat kilat menahan gerakan nya.


"No..tidak ada pembicaraan di tempat lain atau tempat terbuka,kita bicara sekarang juga, disini, 4 mata"


Laki-laki itu kembali mendorong tubuh gadis itu ke arah dinding, tangan kanan Ammar menahan lengan kiri Syahzia ke arah dinding.


"Ammar.."


Syahzia tercekat.


"Berhenti menghindari aku, aku benci situasi kita yang semakin memburuk"


Laki-laki itu Mulai kehilangan kesabaran nya, dia jelas tidak bisa lagi bertahan dengan perasaan nya.


"Aku bibi muda mu, bersikap lah sopan"


"No...aku tidak pernah memandang mu sebagai bibi muda ku"


"Kau ingin menyalahi keadaan?"


Syahzia bicara sambil berusaha menahan nafasnya.

__ADS_1


"Kita tidak punya hubungan darah apapun"


"Tapi Daddy ku adik di rumah keluarga Al Jaber"


"Tapi kita tetap bukan sepupu kandung, apa kau lupa itu"


"Ammar berhentilah membual"


"Aku tidak membual, aku sudah bilang aku akan bicara dengan Daddy dan Mommy soal kita"


"Kau hanya akan menyakiti mereka"


"Aku tidak peduli"


"Please...jangan gila"


Syahzia berusaha untuk memberontak, dia mencoba untuk menahan gerakan Ammar dan berniat mengambil Titik lemah laki-laki tersebut, ingin membanting tubuhnya ke lantai tapi alih-alih bisa melakukan nya tiba-tiba Ammar menahan gerakan nya, laki-laki itu mematikan beberapa titik pergerakan nya dan


Brakkkkk


Hah...?!.


Syahzia memejamkan bola matanya saat dia Fikir Ammar akan menghempas kan tubuhnya dengan kasar ke lantai.


Ini untuk pertama kali nya Ammar berhasil mengalahkan dirinya dalam pergulatan.


Tapi dia mengerutkan keningnya saat menyadari soal sesuatu.


Laki-laki itu meletakkan tubuh nya ke lantai dan...


Syahzia langsung membuatkan bola mata nya saat dia merasa sebuah bibir menyambar bibir Milik nya.


"Hmmmppp"


Gadis itu mencoba memberontak, tapi Ammar menahan gerakan kaki dan tangan nya.


Laki-laki itu semakin memperdalam ciuman mereka.

__ADS_1


Ammar...kau... gila.


__ADS_2