When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Masih dalam keadaan menegang


__ADS_3

Dan setelah Adam mengumpat dia secepat kilat melesat ke arah dinding mencoba untuk berlindung ketika gadis itu tiba-tiba menghujani puluhan peluru tanpa henti.



Beberapa orang-orang suruhan Adam bergerak cepat membalas serangan Syahzia.


Oh breng..seknya


Pekik Adam dalam hati.


Dia mendekap briefcase 💼 yang sejak tadi dia pegang, dia fikir jangan sampai dia kehilangan barang asli nya.


Suara tembakan demi tembakan terdengar menggema di sepanjang ruangan tersebut.


Alih-alih peduli apa yang terjadi, Adam berusaha bergerak untuk pergi menjauh dari sana.


Berlarian sambil merindukan tubuhnya agar tidak terkena tembakan yang ada di sisi kiri kanan depan dan belakangnya, bola mata nya terus awas cukup takut jika-jika dia terkena tembakan.


Syahzia terus bergerak menyerang menembak lawan tanpa ampun sedikitpun, sejenak bola matanya menoleh ke arah Adam yang berlarian merunduk ke arah depan.


dia merapat- ke arah tiang tengah kapal pesiar dimana tempat tersebut merupakan ruang tengah kapal pesiar yang sering digunakan untuk melakukan pesta dan bersenang-senang.


Syahzia melirik kearah jam di tangan nya.

__ADS_1


Beberapa tembakan kembali dilesatkan kearah dirinya, gadis tersebut secepat kilat membuang pistol di tangan nya kemudian dia meraih pistol yang ada di paha kiri dan kanan nya.


Dia melihat beberapa orang laki-laki mulai bergerak mendekati dirinya, Syahzia menghitung waktu dan gerakan, kemudian dalam hitungan detik Syahzia keluar dari tempat nya, gadis itu bergerak kembali menembak tanpa henti.



Kemudian dia bergerak menghantam laki-laki yang ada disisi kiri nya dengan satu kali terjangan.


setelah memastikan para musuhnya tumbang, gadis tersebut langsung berlarian ke arah depan mengejar Adam.


Di ujung sana Adam berlarian dengan nafas tersengal-sengal, dia fikir ada yang aneh dengan tubuhnya, seolah-olah kekuatannya perlahan akan tumbang dan menghilang.


Oh sial, ada apa ini?!.


dia mengumpat di dalam hatinya.


Tapi sekuat apapun dia berlari seolah-olah ada yang menekan langkah kaki, semakin lama nafas nya terasa semakin pendek, bahkan daya penglihatan nya semakin menurun.


Ada apa ini?!.


Laki-laki itu berusaha berpegangan pada salah satu dinding kapal sambil tangannya masih menggenggam erat briefcase 💼 yang ada di tangan nya itu, dia mencoba menyeka keringat nya yang mengalir sejak tadi.


Nafasnya terdengar tersengal-sengal, dia jelas kebingungan dengan keadaan nya sendiri.

__ADS_1


Ditengah kebingungan nya, tiba-tiba terdengar suara seseorang di belakang nya.


"Semakin kamu banyak bergerak, racun didalam tubuh mu akan semakin menyebar Dengan sempurna"


Syahzia bicara sambil melangkah perlahan ke arah Adam, gadis tersebut terlihat tersenyum puas melihat keadaan Adam yang sejak tadi mulai kepayahan dalam melangkah.


Adam jelas terkejut, dia berusaha berbalik dangan sekuat tenaga nya, pelukan nya pada briefcase 💼 ditangan nya semakin mengencang.


"Apa yang kau katakan? racun?"


Dia bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Syahzia berjalan mendekati Adam, dia terkekeh kecil, meletakkan kedua pistol nya di sisi kiri dan kanan paha nya.


Gadis itu menundukkan sedikit tubuhnya sebab Adam saat ini jelas-jelas mulai menunduk kan tubuhnya, mencoba bertahan dengan tubuh nya yang semakin melemah.


"Tidak kah kau lupa dengan yang kau makan beberapa waktu yang lalu? hidangan manis yang di suguhkan dengan penuh cinta"


Bisik Syahzia pelan.


Seolah-olah sadar dengan ucapan gadis yang ada dihadapan nya, Adam jelas tercekat.


Yah makan malam mereka tadi apakah sejak awal telah dimanipulasi?!.

__ADS_1


"Apa?"


Kala dia bertanya dengan jutaan keterkejutan, Syahzia meraih briefcase 💼 tersebut dengan gerakan yang begitu elegan.


__ADS_2