
"Jika aku bilang aku memang bukan laki-laki yang baik dimasa lalu, bermain dengan banyak perempuan tapi tanpa pernah melibatkan hati didalam nya apa kamu percaya?"
Tanya Dominic sambil menelisik dalam bola mata istri nya.
Bisa dia lihat betapa tenang nya Perempuan itu menunggu penjelasan nya, tidak langsung menekankan pada topik utama pembicaraan, membiarkan Dominic mulai menjelaskan satu persatu apa yang ingin dijelaskan oleh nya.
Saat mendengar Dominic menanyakan soal kata percaya, Zeline terlihat diam untuk beberapa waktu.
Kemudian dia menjawab.
"Tentu saja Saat menjalin hubungan asmara atau pernikahan setiap orang tentu ingin hubungan tersebut dilandasi kepercayaan kuat antara satu dan lainnya. Tanpa kepercayaan yang kuat, kedua pasangan akan sangat mudah terpangaruh omongan orang lain. Jika sudah begitu, hubungan itu akan sangat mudah goyah bahkan berakhir ditengah jalan"
Ucap Zeline mantap.
"Karena itu Untuk membangun sebuah kepercayaan dalam hubungan asmara sebenarnya bukan perkara mudah. Tapi aku percayalah, sesusah apapun caranya, aku dan kamu akan selalu berhasil melewatinya"
__ADS_1
"Tapi...cara terpenting untuk membangun kepercayaan bersama yang Kita butuhkan adalah dengan saling jujur dan terbuka. Hubungan pernikahan ini akan berjalan langgeng dan bahagia ketika aku dan kamu sama-sama bisa terbuka, jujur dan saling menerima kelebihan juga kekurangan satu sama lain."
Zeline diam sejenak.
"Kamu tahu Albi? sikap terbuka dan kejujuran akan membuat satu sama lain merasa nyaman. seorang ahli hubungan asmara di Amerika Serikat mengatakan, “Langkah awal untuk membangun kepercayaan adalah saling terbuka, jujur dan memahami antara satu sama lain. Tanpa keterbukaan sikap, rasanya sulit untuk bisa memahami apalagi percaya.”
"Adanya rahasia hanya akan membuat salah satu dari kita kecewa. Terlebih lagi jika rahasia ini merupakan sesuatu yang bersifat fatal."
"Bersikaplah transparan tentang apapun pun yang muncul di dalam hubungan kita, Sebab sedikit saja ada rahasia dan kesalahan bisa mengikis rasa cinta juga kepercayaan di hati kita Anta satu sama lain nya.”
Setelah berkata begitu Perempuan itu kemudian bergerak secara perlahan menuju ke arah nakas, dia mengambil sesuatu disana.
"Demi Allah hanya Allah SWT yang tahu soal kenyataan nya, jangan melihat dan bersumpah ke arah diri ku yang baru kamu kenal dan kamu nikahi hanya dalam beberapa waktu ini, tapi bersumpah lah dan bicara jujur kepada Allah soal apa yang seharusnya memang kamu sampaikan soal kenyataan nya"
Dan.. benar bukan? istri kecilnya begitu tenang tapi mematikan.
__ADS_1
Maka ketika seseorang harus bersumpah di atas Al-Qur'an maka sungguh terlaknat orang tersebut jika berani berdusta kepada Allah SWT.
Dominic sejenak diam, dia menatap Zeline dan Al-Qur'an ditangan Perempuan itu secara bergantian.
"Bukankah sejak awal aku sudah bilang? aku tidak peduli soal masa lalu Albi, seseorang selalu punya kisah dan cerita masa lalu mereka"
"Ada yang baik bahkan ada yang buruk, dan ketika Allah menguji mu dengan sesuatu di masa lalu itu bukan karena Allah membenci kita, melainkan dia ingin agar kita memperbaiki diri kita dan mampu menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya"
"Buang persoalan Perempuan tersebut, aku hanya ingin tahu soal anak yang di abaikan, apakah anak itu benar-benar anak kamu?"
"Jangan sampai karma berjalan didalam hubungan pernikahan kita dan berakhir pada keturunan-keturunan kita kelak(InsyaAllah jika Allah memberikan kepercayaan), dibandingkan mendapat kan Karma, aku lebih suka di uji didalam kesulitan Nya"
Lagi Dominic menatap lekat-lekat wajah istri nya kemudian mencoba menatap Al-Qur'an Tersebut secara bergantian.
Segara perlahan laki-laki itu meletakkan telapak tangan nya di atas Al-Qur'an Tersebut.
__ADS_1
"Aku...."
Laki-laki itu mulai bicara kearah istri nya.