When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Bergerak dalam permainan


__ADS_3

Klub malam xxxxxx


Room karaoke VVIP


Jakarta


Ditengah suara musik yang mengalun lembut dimana seorang perempuan mulai menyanyikan lagu yang disukai nya, 3 laki-laki terlihat duduk bersantai di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah dimana di antara mereka terdapat 2 perempuan yang sejak tadi menemani mereka sambil menuangkan minuman ke dalam gelas yang ada di hadapan mereka.


"Grrhhhhhh akhhhh"


Dominic terlihat begitu frustasi, sejak tadi hanya bisa meremas kasar rambut nya berkali-kali dengan kedua belah tangannya.


Sesekali dia berusaha menyesap minuman nya dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


"Kau tahu? dia bilang Hati-hati senjata makan tuan, Om "


Sejak tadi Dominic terus mengoceh dalam keadaan tidak jelas.


Semua orang yang ada di sekitar nya hanya bisa jadi pendengar setia.


"Apa maksudnya coba? apa dia sedang mengancam ku? dia fikir aku tertarik pada seorang bocah? Hahhhhh yang benar saja"


Dominic langsung mendengus.


Setelah berkata berkata begitu laki-laki itu langsung menyambar rokok miliknya, dia meletakkan rokok tersebut diantara bibirnya kemudian dengan cepat ia menyambar sebuah pamatik dan mulai menyulutkan api πŸ”₯ nya dengan cepat.


Gaya santai dan sedikit Ba..jingan terlihat begitu mempesona.


Membuat beberapa perempuan mulai merapatkan tubuh mereka ke ara Dominic.


Alih-alih mendapatkan respon seperti biasanya, Dominic merasa sedikit tidak nyaman dengan keadaan.


Kali ini dia tidak butuh perempuan, ketimbang Perempuan dia lebih butuh ide dahsyat yang bisa mendinginkan otak kepalanya yang mulai mendidih saat ini.


"Bergeser lah dengan cepat, aku tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja"


Laki-laki itu bicara dengan wajah yang begitu datar dan masam.

__ADS_1


Jika sudah mengeluarkan ekspresi seperti itu maka jangan coba-coba untuk mendekati laki-laki itu, apalagi jika dia sudah marah, bisa dipastikan siapapun yang ada di sekitar nya tidak akan baik-baik saja.


Para perempuan itu menghela kasar nafas mereka, sedikit kecewa karena malam ini mereka di tolak mentah-mentah oleh penguasa Faith yildiz tersebut.


Maheer sang putra Bern dan Belle Burja terlihat menaikkan ujung bibirnya, laki-laki itu terlihat mengangkat gelas Milik nya sambil berkata.


"Bukankah dia unik? kamu tidak ingin coba bermain-main dengan nya? maksud ku nikmati saja penikahan nya, ikuti saja alur yang harus kamu lalui, kalau nyaman kamu bisa terus melakukan nya, jika tidak yah kamu bisa berhenti di pertengahan jalan"


Laki-laki itu memang seperti itu, dia tidak pernah ingin terlalu ribet memikirkan segala sesuatu persoalan yang harus membuat dia sakit kepala.


Di antara Semua orang Maheer jelas paling tenang hidup nya.


Tapi bermain-main dengan laki-laki itu jelas cukup mengerikan, sebab Maheer berkutat dalam lembah hitam mafia dalam jangka waktu yang cukup lama.


Tidak ada yang suka berurusan dengan laki-laki itu, apalagi seorang perempuan.


Masuk kedalam kehidupan Maheer jelas harus siap menghadapi kematian dalam setiap waktu.


"Aku tidak suka bermain-main"


Jawab Dominic sambil menghisap rokok nya secara perlahan, kemudian laki-laki itu membuang asap nya ke atas.


"Kalau begitu coba bersikap lebih serius, aku fikir seperti kata untie Shazia, ini saat nya kamu benar-benar serius menata hidup kamu saat ini, Brother"


Ucap Nazeem yang ada di kursi sofa tepat dihadapan nya.


"Yang benar saja"


Ucap Dominic sambil menarik gelas minuman nya.


"Aku belum benar-benar memikirkan nya"


Jawab Dominic lagi.


Maheer terlihat menaikkan bahunya.


"Kalau begitu lakukan apa yang ingin kamu lakukan, kamu bisa melihat sendiri siapa yang akan bertahan di antara kalian"

__ADS_1


Ucap laki-laki itu lagi sambil menaikkan gelas nya.


Dia mengajak kedua laki-laki itu bersulang sambil bola mata laki-laki itu sejenak menatap ke arah pintu masuk ruangan karaoke tersebut dimana tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampilkan seorang gadis yang terlihat sedikit kebingungan saat membuka pintu tersebut.


Dibelakang gadis tersebut Tampak berdiri seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan, itu adalah sang Madam, dimana wanita itu yang biasanya bertanggung jawab atas anak-anak baru yang akan di naikkan ke atas Ring pelelangan.


"Oh maafkan Madam sayang, kami salah masuk ruangan"


Wanita itu bicara cepat sambil terkekeh renyah.


"Bae minta maaf dan tundukkan kepala mu"


Gadis yang dipanggil Bae terlihat bingung, menatap ke tiga laki-laki dihadapan nya dengan gelisah.


Dia buru-buru menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian langsung menutup pintu tersebut dengan cepat.


Nazeem menoleh ke arah kedua teman nya tersebut sambil bertanya.


"Barang baru?"


Alih-alih menjawab Dominic lebih suka membuang pandangannya nya, dia terlihat sibuk dengan pemikiran nya sendiri.


Sedangkan Maheer langsung menaikkan ujung alisnya, dia berdiri lantas bergerak meninggalkan semua orang.


"Apa kau mengenal gadis itu?"


Nazeem bertanya kearah laki-laki itu dengan cepat.


Kenal?!.


Yah tentu saja dia mengenalnya.


Maheer fikir apa yang dilakukan gadis itu Disini?!.


Apa dia akan menjual harga dirinya?!.


******

__ADS_1


Catatan \=


Maheer akan ada season nya sendiri ya makkkk, disini paling hanya penggalan nya saja di beberapa partπŸ’‹πŸ’žπŸ”₯.


__ADS_2