
Mandy mencoba mundur beberapa langkah saat dia sadar ada seseorang dihadapan nya dan di sisi kanannya.
Tapi begitu dia mencoba melangkah mundur, tiba-tiba pintu masuk rumah tersebut langsung ditutup secara sempurna.
"Rei..?"
Perempuan itu bicara dengan nada gemetaran, menatap Reihan yang menodongkan pistol kearah diri nya.
"Turner, minta dia menurun kan senjata nya, aku seperti sedang di khianati"
Mandy kembali bicara, menatap laki-laki yang ada di ujung tangga.
"Tidak ada pengkhianatan disini, berikan Azalea dan mari kembali ke Prancis malam ini juga"
Laki-laki yang dipanggil Turner menjawab cepat.
"Turunkan senjata mu Rei"
Lalu terdengar suara seseorang dengan intonasi yang cukup tinggi , di mana sosok tersebut tengah berdiri di hadapan Mandy, jarak mereka cukup jauh.
Sejenak Mandy terdiam saat dia tahu siapa yang ada dihadapan nya saat ini.
"Taj?"
Perempuan itu tercekat saat dia menyadari siapa yang berdiri di ujung sana.
"kau benar-benar mengkhianati aku?!'
Seketika Mandy menoleh kearah Turner, cukup tidak percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini.
"Kau bilang akan membawa aku dan Azalea untuk pergi dari sini? kau mengkhianati ku!"
Mandy terlihat begitu marah, dia mengencang kan pelukan nya dari Azalea.
Gadis kecil itu tampak tertidur lelap, tidak bangun saja sekali dari tidur nya meskipun suara berisik mulai bersahutan.
__ADS_1
Mandy mengerut kan keningnya, dia fikir ada yang aneh dengan gadis kecil itu.
buru-buru Mandy mencoba untuk melihat Azalea, dia mencoba menyentuh kening gadis tersebut.
Bola mata mandy seketika membulat, dia terlihat panik.
"Sayang .. Azalea"
Perempuan itu jelas panik sebab tubuh gadis itu terasa begitu panas, bahkan bibir dan Azalea terlihat begitu pucat.
"Turner, Turner...."
Mandy mencoba untuk mengundang tubuh gadis kecil itu, namun Azalea sama sekali tidak bergeming.
Turner langsung melesat mendekati Mandy, dia mencoba untuk meraih tubuh Azalea.
"Aku fikir ini Tidak baik-baik saja, kita harus menbawa nya ke rumah sakit"
Saat mendengar kata rumah sakit, Mandy langsung mendekap tubuh Azalea, dia jelas langsung menggeleng kan kepalanya.
"No..."
Rumah sakit jelas hal yang paling dia hindari, dia tidak akan membawa gadis kecil itu kesana, sebab pergi ketempat seperti itu akan mencelakai dia dan Azalea.
Ada seseorang yang harus mereka hindari disana.
Puncak konflik persoalan nya ada disana.
Ditengah kepanikan dan ketidak mauan Mandy, tiba-tiba terdengar suara seseorang.
"Berikan dia pada ku"
seseorang bicata sambil berjalan melangkah mendekati Mandy, dia menunggu perempuan itu memberikan Azalea kepada nya.
Mandy jelas terkejut dan dia langsung menelan salivanya saat dia tahu siapa yang datang mendekati dirinya.
__ADS_1
"Kauuu... bagaimana kau...?"
Perempuan itu langsung menoleh ke arah Turner.
"Apa-apaan ini?"
Tanya mandy dengan tatapan tidak percaya.
"Usir dia dari tempat ini"
Mandy mengencangkan pelukan nya pada Azalea.
Alih-alih peduli ekspresi Mandy, Zeline berkata.
"Kau yakin dia punya daya untuk mengusir atau menentang kemauan ku?"
Kletakkkkk.
Tiba-tiba semua orang menodongkan pistol mereka kearah Mandy.
"Berikan anak itu pada ku, sayang"
Ucap Zeline sekali lagi sambil mengembangkan senyuman nya.
"Semakin lama kamu menahan nya, kau bisa membunuh nya, Mandy"
"No..."
Mandy menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kau tidak akan berhasil membawa nya tanpa sebuah kekuasaan, aku bisa melakukan nya dan membuat dia terhindar dari ayah biologis nya"
Setelah berkata begitu Zeline kembali mengulurkan tangannya.
"Bagaimana kau...?"
__ADS_1
Mandy fikir bagaimana bisa perempuan itu tahu siapa ayah biologis Azalea.
Alih-alih menjawab, Zeline hanya menatap bola mata Mandy sambil menunggu perempuan itu memberikan Gadis kecil tersebut.