
Mansion utama Taj
Setelah membersihkan diri dan menghabiskan seluruh makanan yang ada di atas meja, Eisha buru-buru berjalan mengintip ke arah jendela kaca besar yang ada di sisi kiri kasur.
Gadis itu menundukkan kepalanya kearah bawah, baru sadar dia di letakkan di lantai 3 bangunan mewah tersebut.
Dia dalam keadaan 1000% sadar saat ini dia dijadikan tawanan oleh paman kaki penekuk 🤭, Laki-laki idola sepanjang abad nya.
Bagaikan dapat kemenangan tiket lotere 1 milyar jelas saja Eisha menerima rencana gila dari semua orang.
Dulu dia harus bersusah payah untuk dilirik oleh paman tampan tersebut, kini tidak usah bersusah payah, cukup duduk manis di mansion laki-laki itu kemudian memasang strategi untuk bisa menaklukkan di Paman berwajah tampan tapi dingin bak bongkahan es balok tersebut.
Ada yang mau tahu kapan pertama kali dia jatuh cinta pada laki-laki itu?!.
Waktu dia SMA.
*******
Flashback
Manhattan
Eisha muda sejak tadi terlihat mondar-mandir di sebuah hotel xxxxxxxx, mencoba mencari dompet nya yang tidak tahu jatuh kemana.
Seharusnya dia sudah membayar tagihan kamar milik nya, tapi karena tidak mendapat kan dompet nya pada akhirnya dia tertahan di sana.
Liburan Akhir semester nya jelas tidak berjalan baik-baik saja, dia fikir ini Mungkin efek karena tidak mau bicara jujur pada orang tua nya.
Sekolah di Prancis, liburan ke Manhattan, mengejar kekasihnya disana dan rupanya dia di selingkuhi.
Seketika bola mata gadis itu berkaca-kaca.
Diselingkuhi?!.
Hwaaaaaaaa......dia diselingkuhi.
bayangkan bagaimana gadis se cubby di diselingkuhi?!.
Padahal aku ini sudah cantik, baik hati, ramah tamah dan pandai menabung tapi Kenapa tega nya diselingkuhi?!.
Bolehkah dia menangis?!.
Yang benar saja.
"Bisa tunggu sejenak? kakak ku akan kemari sebentar lagi, dia akan membayar semua tagihan nya"
Ucap Eisha mencoba menyakinkan sang resepsionis dan beberapa pegawai lainnya.
Yah Kak Ayaz nya akan kesana sebentar lagi.
Dia fikir untunglah kakak laki-laki nya belum kembali ke Indonesia, dia fikir ini keberuntungan nya.
__ADS_1
Tapi ketidak beruntungan lainnya sebentar lagi dia pasti akan diceramahi oleh laki-laki tersebut.
ditengah kegalauan hatinya seketika suara perut nya tidak bisa di ajak berkompromi dengan begitu baik
Gadis itu pada akhirnya memilih duduk di ruangan tunggu samping resepsionis, menyeret koper berwarna pink milik nya dengan langkah gontai.
Sesungguhnya saat ini dia terus di awasi oleh para petugas hotel, mungkin mereka fikir dia ini kecil-kecil cabe setan, maksud nya kecil-kecil terlalu licik, jika tidak diawasi bisa jadi kabur-kaburan.
Eisha terus menjuntai kan kaki nya di atas kursi sofa, dia beberapa kali membiarkan tumit sepatu boot 👢 nya menabrak dinding kursi sofa.
Dia fikir dengan begitu suasana hati nya akan menjadi baik.
Patah hati benar-benar menyakitkan, tapi kalau belum tahu rasa nya patah hati berarti dia belum dewasa bukan?!.
Karena pacaran dengan laki-laki seusia nya benar-benar menyakitkan, dia bertekad akan mencari kekasih Lebih tua dari usia nya, seperti Mommy nya.
"Kenapa Mommy suka Daddy yang tua?"
Tanya nya satu hari.
"Daddy mu tidak tua sayang, hanya jauh lebih matang dan dewasa"
Ckckckck dia fikir bagaimana bisa Mommy nya membela Daddy nya?!.
Laki-laki itu tua, bahkan usianya persis seperti usia grandpa nya.
"Baiklah, dewasa...."
"Laki-laki dewasa, yang matang bisa mengayomi, bisa dengan sabar mengajari kamu soal banyak hal."
''Mereka juga sedikit enggan bermain hati"
"Masa?"
"Coba saja"
Karena dia tidak percaya pada akhirnya dia pacaran dengan kekasih nya.
Dan lihat apa yang terjadi hari ini?!.
Laki-laki itu menyelingkuhi dirinya diam-diam.
Seketika Eisha menangisi keadaan nya, dia menyentak kan kakinya dengan penuh kesedihan, air matanya tahu-tahu tumpah.
Baiklah, karena itu dia bersumpah akan mencari kekasih yang lebih tua ahhhh ralat dewasa....catat dewasa...!!.
"Tuhan berikan aku seseorang yang luar biasa, laki-laki Pertama yang aku lihat saat membuka bola mata akan menjadi idolaku sepanjang masa"
Dan doa konyol di tengah mata yang terpejam Seketika didengar Oleh Allah.
"Apa kamu baik-baik saja, Nona kecil?"
__ADS_1
Satu suara bariton mengejutkan dirinya.
Buru-buru Eisha membuka bola matanya.
Waahhhhhh
Bukankah dia begitu tinggi dan berkilauan?!.
Laki-laki seusia kak Dominic nya terlihat berdiri sambil menyerahkan sesuatu ke arah Dirinya.
"Kamu belum makan? jangan menangis lagi, apa kamu butuh bantuan?"
Laki-laki itu bicara sambil menyerahkan satu menu spesial kepada dirinya.
Itu adalah pancake 🥞 penekuk Skotlandia, dalam bahasa Belanda disebut pannenkoek, dalam bahasa Inggris disebut pancake yang merupakan kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu.
Bahan-bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental yang digoreng di atas wajan datar yang diolesi sedikit minyak. Setelah matang, panekuk bisa dihidangkan sewaktu masih hangat atau setelah dingin.
Kue ini dimakan dengan tambahan mentega dan sirup mapel, selai, atau madu. Selain itu, panekuk juga sering dimakan dengan keju, buah beri, dan irisan daging (bacon atau ham).
"Paman penekuk?"
Dia secara spontan memanggil laki-laki itu paman penekuk.
Mendengar gadis itu memanggil nya paman penekuk, laki-laki itu terkekeh kecil.
"Paman penekuk? ahhh itu terdengar unik"
Jawab laki-laki itu sambil menyentuh lembut kepala Eisha.
"Apakah kamu kehilangan keluarga kamu?"
Saat laki-laki itu bertanya soal Keluarga, tiba-tiba dari arah sisi kanan Terdengar suara seorang laki-laki.
"Apa anda melihat seorang gadis berusia sekitar 15-16 tahun-an?"
Eisha langsung bisa mengenali suara tersebut, dia langsung menoleh ke arah asal suara.
Seorang laki-laki terlihat panik menanyakan keberadaan nya pada pihak hotel.
"Kak....."
Seketika Eisha merengek dan menangis sambil berdiri dari duduknya, masih dalam kondisi menegang piring yang berisi cake penekuk.
Saat itu dia ingin mengucapkan terima kasih pada paman kaki penekuk, tahu-tahu seorang perempuan menghampiri laki-laki tersebut Lantas langsung pergi meninggalkan dirinya.
Laki-laki itu masih sempat mengedipkan sebelah bola matanya lantas berlalu meninggalkan dirinya.
Itu adalah pertemuan pertama mereka.
__ADS_1
Pertemuan kedua bahkan jauh lebih berkesan lagi dari yang pertama.