
Mansion utama Keluarga Eden Al Jaber (Kevin Burja)
Prancis
Zeline mengembang kan senyuman nya ketika pertama kali dia membuka bola matanya terlihat sang suami masih terlelap tepat di hadapan nya.
Wajah tampan tersebut menampilkan satu ketenangan yang mendalam didalam tidur nya, Diiringi dengkuran halus sang suami Terdengar dari balik telinga nya.
Perempuan itu menyentuh lembut wajah suami nya untuk beberapa waktu, dia mengelus lembut wajah yang dipenuhi bulu-bulu halus di sepanjang rahang laki-laki tersebut.
Secara perlahan Zeline merapat kan tubuh nya ke arah suaminya, satu barisan doa meluncur dari dalam hati nya.
"Yaa Allah, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih. Jadikanlah aku dan suamiku berada di antara orang-orang yang memohon ampunan. Jadikanlah aku dan suamiku sebagai hamba-Mu yang sholeh/ah dan setia. Serta jadikanlah aku dan suamiku di antara Auliya'-Mu yang berada dekat di sisi-Mu, dengan kelembutan-Mu."
Kemudian Perempuan itu mencium lembut kening suaminya dengan begitu lembut dan penuh cinta.
Kemudian Zeline melepaskan ciuman nya secara perlahan.
Kembali Perempuan itu menatap wajah suaminya yang tidak bergeming sejak tadi.
Sejenak Zeline menghembuskan pelan nafasnya, dia fikir rumah tangga mereka baru saja dimulai.
Kemarin dia Anggap sebagai ujian pertama nya.
Mandy, perempuan itu datang dan menyampaikan berbagai macam perkataan.
Jawaban nya mungkin terdengar menyakitkan, tapi apa yang dia ucapkan benar adanya.
Dia yakin Perempuan itu tidak berhenti hanya sampai hari kemarin, bisa dia lihat api kemarahan di balik wajah perempuan itu Kemarin termasuk ancaman akhirnya.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan Dominic pilih, Perempuan yang sudah menemani nya hingga bertahun-tahun dan mampu memberi kan dia sebuah kepuasan, atau istri baru yang hanya membuat dia penasaran"
Meskipun dia menyakini Dirinya jika dia tidak akan kalah menghadapi perempuan itu, tapi bukankah manusia sejati nya tidak bisa menyelami hati manusia lainnya?!.
__ADS_1
Bahkan meskipun rambut sama Hitam nya, bukankah tidak pernah ada yang bisa menebak apa isi fikiran mereka?!.
Semua pada akhirnya tergantung kepada pemilik hati masing-masing.
Sekuat apa sang suami akan melewati ke Istiqomah'an dengan kehidupan mereka termasuk dirinya.
Sejatinya untuk menjadi baik tidak semudah membalikkan telapak tangan.
kebanyakan ketika seseorang melakukan istiqomah banyak ujian yang dilaluinya sehingga menjadi mundur dan tak kuat. tidak sedikit orang-orang tidak bisa selamat dari belitan tipu daya iblis.
﴾إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا (٧٦
“Sesungguhnya tipu daya syaitan adalah lemah.” (An-Nisa’:76).
Realita nya Istiqamah, Mudah Diucapkan Tapi Sulit Dilaksanakan.
Yahhh Istiqamah, sebuah kata yang mudah diucapkan, tapi sangat berat untuk dilaksanakan. Benarlah jika nasihat yang terlihat sepele ini begitu agung. ***Istiqamah adalah pembuktian. Kita sudah mengikrarkan sebuah kesaksian Allah sebagai illah dan Muhammad sebagai Rasul dalam lisan kita. Kita juga dituntut melakukan amalan-amalan sebagai perwujudan ikrar syahadat tadi. Semua itu diikat dalam istiqamah.
Daya tahan sejauh mana kita benar-benar merealisasikan janji itu jelas berada pada diri kita sendiri, bukan berdasarkan apa yang harus di dorong oleh orang lain.
Atau Kembali menjadi pendosa seperti asal mula dimana seseorang itu bermula.
Dan pada akhirnya setiap pasangan memiliki kisahnya tersendiri, khususnya di awal menjalani pernikahan. Ada yang diuji karena faktor ekonomi, masalah kesehatan, hubungan dengan keluarga besar, dan lain sebagainya.
Ya, menjalani hari-hari dalam berkeluarga, ujian awal pernikahan pun turut menyertai.
Bagi mereka yang berhasil melewatinya, bukan tak mungkin hubungan pernikahan pun akan semakin kuat. Sebab, di depan nanti pasangan mungkin akan menghadapi ragam masalah dan ujian lain dalam bahtera rumah tangga.
Tapi bagi yang kehilangan pegangan, tidak dipungkiri hubungan rumah tangga mereka akan hancur dengan sendirinya secara perlahan.
Sebab tidak ada satu hal pun di dunia ini yang sempurna.
Jika kamu kaya, punya segala nya, baik dan sehat fisiknya, baik perkejaan nya, mempuni kehidupan nya, dikaruniai banyak anak nya, tanpa ujian menyertai bukan kah sangat tidak adil dibandingkan mereka yang hidup diluaran sana yang bisa jadi di uji dengan harta, anak-anak, pekerjaan, wanita dan lain sebagainya.
__ADS_1
Dan disini yang Zeline harapkan mereka sama-sama bertahan jika Allah mulai menghantam mereka dengan berbagai macam ujian.
Dan dia juga berharap agar sang Suami nya tetap istiqamah dan berpegang teguh pada apa yang di percaya nya.
Bukankah para nabi saja di uji keimanan nya?!.
Sesungguhnya Allah SWT menimpakan ujian yang ringan kepada orang-orang awam, termasuk kita di dalamnya. Yang pasti, ketika setelah seseorang mengikrarkan diri beriman, maka Allah akan menyiapkan ujian baginya.
Dalam Alquran tertulis janji Allah, ''Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta'' (QS Al Ankabut: 2-3).
"Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukuman di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia menahan hukuman kesalahannya sampai disempurnakannya pada hari Kiamat'' (HR Imam Ahmad, At Turmidzi, Hakim, Ath Thabrani, dan Baihaqi).
Pada akhirnya Zeline kembali menyentuh lembut wajah sang Suami nya, secara perlahan dia berbisik kearah laki-laki tersebut.
"Bangunlah, ini saatnya kita menunaikan sholat subuh bersama"
Sepersekian detik kemudian secara perlahan Dominic mulai membuka bola matanya, laki-laki itu menatap istrinya untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan dia mengembangkan senyuman nya.
"Assalamualaikum, selamat pagi Humaira ku"
Ucap Dominic pada sang istri lantas meraih tubuh perempuan itu secara perlahan.
dia memeluk tubuh istri nya dengan penuh cinta.
"Selamat pagi ya Albi"
Balas Zeline sambil mengembang kan senyuman nya.
*****
Catatan \=
Humaira adalah sebutan sayang Rasulullah SAW untuk istrinya yang bernama Siti Aisyah.
__ADS_1
Humaira bermakna kemerah-merahan. Sebutan ini dapat mengarah pada rona pipi yang tersipu malu saat seorang istri dipuji dan disayang oleh sang Suami.
Albi Artinya jantung. Tanpa jantung hati, tak ada cinta. Begitu romantis makna panggilan ini. Kurang lebih sama artinya dengan ungkapan ‘my heart’.