When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah

When Om Duda Bastard Meet Gadis Muslimah
Terjebak


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Azalea, Mandy hanya terlihat diam, dia menggendong tubuh gadis kecil itu dan membiarkan nya masuk kedalam dekapannya.


Dia menipuk-nipuk pelan punggung Azalea sambil berbisik.


"Ssttt tidurlah, kita akan pulang"


Ucap nya pelan.


Perempuan itu kemudian langsung membawa Azalea dan memastikan agar mereka segera pergi dari sana.


Begitu mereka keluar dari rumah tersebut bisa Mandy lihat dan rasakan hujan gerimis sudah mengguyur bumi.


Kilatan petir mulai terlihat dan terdengar.


Azalea mengencangkan pelukan nya pada perempuan tersebut, membiarkan dirinya digendong oleh mandy.


Bocah kecil yang tidak tahu apa-apa itu hanya bisa memasrahkan dirinya dibawa oleh siapapun hingga sejauh ini.


"Kakek tidak kembali"


Ucap nya lirih.


Mendengar ucapan Azalea Mandy terlihat menggigit bibirnya untuk beberapa waktu, dia menembus pekat nya malam menuju ke hutan belantara dibelakang bangunan tua tersebut.


Mandy meletakkan mobil miliknya di ujung hutan tersebut.


Tidak peduli apa yang akan dilihat dan dirasakan saat ini, tujuan nya satu membawa gadis kecil itu menyingkir dari sana secepatnya.


Pada akhirnya mereka berhasil melewati hutan tersebut, melesat pergi dengan cepat menuju kearah mobil mendominasi berwarna hitam pekat Milik nya.

__ADS_1


Masih dengan tangan gemetaran dan tubuh gemetar mandy membuka pintu mobil bagian belakang dan membiarkan Azalea masuk kedalam mobil tersebut.


Dia berbisik pelan.


"Tidurlah"


Azalea mengangguk kan kepalanya.


Setalah itu Mandy langsung menutup pintu mobilnya dengan cepat kemudian perempuan itu langsung memutar dan membuka pintu depan mobil lantas dia langsung naik ke dalam mobil tersebut.


Tanpa menunggu lama-lama perempuan itu langsung menyalakan mesin mobil dengan perasaan cemas, menginjak gas mobil nya tanpa berfikir dua tiga kali.


Menembus jalanan gelap yang memecah Langit malam.


Sembari membawa mobil nya, Mandy beberapa kali terlihat menatap ke arah kaca spion mobil miliknya, takut-takut jika ada yang mengikuti dirinya.


Perempuan itu terlihat berusaha meraih Handphone nya yang ada didalam dashboard mobil nya.


Cukup lama hingga akhirnya panggilan nya tersambung dengan seseorang.


"Apa kamu sudah mendapatkan tiket nya?"


Tanya mandy dengan cepat, sembari bola matanya terus melirik kearah kaca spion tengah.


"Keberangkatan jam berapa?"


Tanya mandy lagi.


"Baiklah, aku akan menemui kamu disana"

__ADS_1


Setelah berkata begitu, Perempuan itu langsung menutup panggilan nya.


Entah berapa lama perjalanan yang ditempuh oleh Mandy hingga pada akhirnya dia berhasil melewati jalanan hutan yang sepi kemudian dia melewati beberapa tempat hingga akhirnya dia berhasil kembali masuk ke dalam pusat kota.


Menembus jalanan yang terang benderang di antara ratusan mobil yang bergerak hilir mudik Sejak tadi.


Sejenak dia melirik kearah Azalea, gadis kecil itu terlihat terlelap didalam tidurnya, tapi wajah gadis kecil tersebut terlihat sedikit pucat dan lelah.


Mandy fikir kakek tua itu pasti lagi-lagi menyiksa gadis kecil tersebut.


Ketika dia mendapat kan kabar soal laki-laki tua itu menjebloskan Dominic ke penjara maka Mandy tahu ini akan menjadi saat terakhir nya untuk bernafas dengan baik, karena Dimasa dulu Dominic pernah berkata pada nya.


"Jika mereka kembali melibatkan ku pada persoalan Amena, aku tahu dimana keberadaan anak nya maka jangan harap kamu baik-baik saja"


"Itu artinya hari kebebasan mu akan berakhir dengan laki-laki tersebut dan seluruh kehidupan kalian"


Seketika Mandy menelan salivanya, dia langsung memutar mobil nya untuk masuk ke sebuah Rumah bangunan mewah yang terletak di kawasan padat penduduk.


Perempuan itu seketika langsung menghentikan mobilnya begitu dia tiba di garasi mobil rumah tersebut, kemudian dengan cepat mandy turun dari mobil nya dan langsung memutar lantas meraih tubuh Azalea dibelakang sana.


Perempuan itu langsung melesat masuk kedalam rumah tersebut, membuka pintu nya dengan cepat dan berniat untuk segera naik ke lantai atas.


Namun sesuatu mengejutkan dirinya.


Ketika dia baru akan melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam rumah megah tersebut, tiba-tiba seseorang menodongkan pistol nya ke arah kepalanya.


Klatakkkkk


Seketika Mandy tercekat dan mematung, bola matanya membulat saat dia sadar siapa yang salah ada disampingnya, bahkan dia lebih terkejut lagi saat dia sadar siapa yang ada dihadapan nya saat ini.

__ADS_1


"Kau..?"


__ADS_2